AI Sulit Dipercaya Tanpa Keamanan dan Privasi Data: Ini Alasan Pentingnya Proteksi

Keberadaan kecerdasan buatan kini semakin akrab di kehidupan. Pengguna menikmati fitur personal dari TV hingga smartphone, bahkan pada perangkat rumah tangga seperti kulkas pintar. Namun, perkembangan pesat ini menimbulkan pertanyaan mendasar: Sejauh mana keamanan dan privasi data pengguna benar-benar dijaga?

Dunia industri kini menaruh perhatian besar pada isu kepercayaan terhadap AI. Samsung, bersama sejumlah pakar teknologi global, menyampaikan bahwa tanpa fondasi keamanan dan privasi yang kuat, AI sulit benar-benar dipercaya, walaupun menawarkan kecanggihan di berbagai perangkat.

AI dan Kebutuhan Privasi di Era Digital

Perangkat berbasis AI kini memproses data pengguna dalam skala besar. Konten yang dipilih TV, preferensi suara di rumah pintar, hingga data kesehatan di wearable device—semua tersimpan dan dikelola sistem AI. Ketika data tersebut berinteraksi lintas perangkat, muncul risiko kebocoran atau penyalahgunaan jika tidak dilindungi dengan standar keamanan tinggi.

Transparansi menjadi kunci utama dalam membangun relasi kepercayaan antara pengguna dan teknologi AI. CEO Open Machine, Allie K. Miller, menekankan, “Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan kontrol. Visibilitas seperti ini membangun rasa percaya.” Pernyataan ini diamini dalam diskusi teknis di ajang CES yang memperjelas perlunya trust by design AI, yakni sistem yang sejak awal dirancang aman dan memberi kontrol penuh ke pengguna.

Prinsip-Prinsip AI yang Dapat Dipercaya

Ada tiga prinsip penting dalam pengembangan AI yang ingin dipercaya masyarakat:

  1. Transparansi dalam pemrosesan data.
  2. Keamanan sejak tahap perancangan.
  3. Opsi kontrol dan visibilitas untuk pengguna.

Transparansi mencakup penjelasan mengenai apakah AI bekerja secara lokal di perangkat atau melalui cloud. Pengguna pun berhak tahu jenis data apa yang dikumpulkan dan bagaimana data tersebut diolah serta dilindungi. Dengan begitu, pengguna dapat mengambil keputusan lebih sadar terkait data pribadi mereka.

On-Device AI dan Perlindungan Data

Samsung memperkenalkan strategi on-device AI sebagai langkah nyata meminimalkan risiko kebocoran data. Data pengguna diolah langsung di perangkat, bukan sepenuhnya dikirim ke server eksternal. Cloud tetap dimanfaatkan saat dibutuhkan, namun perusahaan mewajibkan adanya pemahaman dan kontrol penuh dari pengguna sebelum data berpindah keluar perangkat.

Langkah ini menjadi kompromi antara kenyamanan, performa, dan keamanan privasi. Data pribadi tidak otomatis tersebar ketika fitur AI diaktifkan. Pengguna diajak untuk selalu sadar dan aktif memantau bagaimana informasi mereka diperlakukan.

Inovasi Sistem Keamanan Samsung Knox

Menjawab tantangan keamanan AI, Samsung memperkuat perangkat keras dan lunak mereka melalui platform Samsung Knox. Platform ini berfungsi dari tingkat chipset untuk melindungi data sejak tahap paling awal pengolahan. Dengan dukungan fitur Knox Matrix, keamanan ditingkatkan ke level ekosistem. Seluruh perangkat Samsung saling autentikasi, memantau, dan bisa memberikan notifikasi dini jika muncul anomali atau potensi risiko keamanan.

Konsep ini memungkinkan, misalnya, satu perangkat mendeteksi masalah keamanan dan secara otomatis memperingatkan perangkat Samsung lain dalam satu ekosistem. Perlindungan ini memperkecil peluang terjadinya pelanggaran privasi di antara perangkat yang saling terhubung.

Fakta dan Kutipan Penting tentang Keamanan AI

Tanda AI Dapat Dipercaya: Cek Daftar Ini

Berikut ciri perangkat AI yang mengedepankan privasi dan keamanan:

  1. Pemrosesan data sebagian besar dilakukan on-device.
  2. Tersedia kontrol penuh terhadap pengelolaan data.
  3. Sistem keamanan terintegrasi sejak chip hingga aplikasi.
  4. Pengguna mudah memahami dan mengelola fitur privasi.
  5. Ekosistem perangkat saling melindungi dan memberikan alert jika ada ancaman.

Penggunaan AI secara luas harus didukung ekosistem digital yang memperhatikan keamanan serta privasi sejak tahap desain. Inovasi yang dilakukan Samsung lewat solusi Knox dan Knox Matrix menandai tren baru tanggung jawab korporasi terhadap teknologi berbasis AI. Pengguna kini lebih kritis dalam memilih perangkat cerdas, dan hanya teknologi yang mampu membangun kepercayaan jangka panjang melalui keamanan, transparansi, dan akses kontrol data, yang akan tetap digunakan secara berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com
Exit mobile version