Games Workshop, perusahaan di balik franchise Warhammer, baru saja menegaskan posisi tegas terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produk dan proses kreatifnya. Sikap ini terungkap dari laporan keuangan setengah tahun yang disampaikan langsung oleh CEO Kevin Rountree.
Rountree mengklarifikasi bahwa tidak ada satupun manajer senior di perusahaan yang benar-benar antusias dengan teknologi AI saat ini. Meski telah ada beberapa eksplorasi, Games Workshop memilih menerapkan kebijakan internal yang sangat hati-hati terhadap AI.
Kebijakan Internal Games Workshop Terhadap AI
Games Workshop secara eksplisit melarang penggunaan konten yang dihasilkan AI dalam desain produk, proses pengembangan, maupun pemakaian AI tanpa izin di luar perusahaan. Termasuk di antaranya pelarangan dalam kompetisi seperti Golden Demon, setelah kasus penggunaan AI di salah satu karya pemenang sebelumnya terungkap tahun lalu.
Menurut pernyataan resmi Rountree, kebijakan ini bertujuan menjaga standar kualitas dan orisinalitas karya. Pihak perusahaan menegaskan tidak mengizinkan AI menggantikan peran kreator manusia dalam konsep, seni, penulisan, hingga pemodelan 3D di lini bisnis mereka.
Fokus pada Kreativitas Manusia, Bukan Otomasi Mesin
Alih-alih memanfaatkan AI untuk menekan biaya produksi, Games Workshop justru mengalokasikan anggaran untuk merekrut lebih banyak tenaga kreatif. Selama enam bulan periode laporan, perusahaan aktif melakukan perekrutan di berbagai disiplin, mulai dari konseptor, ilustrator, penulis, sampai pematung.
Langkah ini menunjukkan preferensi Games Workshop dalam mempertahankan sentuhan manusia dan otentisitas karya. Tidak ada rencana untuk merumahkan pekerja demi menggantinya dengan sistem otomatisasi seperti chatbot atau alat desain berbasis AI.
Kritik Terhadap Penetrasi AI di Produk Konsumen
Rountree juga menyinggung fenomena di mana fitur AI atau machine learning kini otomatis terinstal di banyak perangkat pintar, baik ponsel maupun laptop, tanpa opsi menolak. Keresahan serupa ternyata dirasakan oleh CEO perusahaan besar sekalipun terkait keterpaksaan menerima AI di kehidupan sehari-hari.
Kutipan dari laporan resmi menyatakan bahwa kehadiran AI di perangkat pribadi “dilakukan tanpa persetujuan, terlepas dari relevansi atau kebutuhan pengguna.” Sentimen ini menandakan kekhawatiran terhadap laju perkembangan teknologi yang terlalu agresif dan berdampak langsung pada privasi maupun tatanan kerja kreatif.
Konteks Warhammer, In-Game dan Dunia Nyata
Menariknya, dalam semesta Warhammer 40,000, konsep AI diistilahkan sebagai “Abominable Intelligence” dan dianggap bid’ah teknologi oleh Adeptus Mechanicus. Sikap tegas Games Workshop di dunia nyata seolah menggemakan narasi di dalam lore mereka.
Walaupun demikian, tidak ada indikasi bahwa perusahaan mendukung praktik ekstrim seperti yang digambarkan di cerita, seperti mengubah bagian tubuh pegawai menjadi perangkat drone.
Daftar Kebijakan AI Games Workshop
- Melarang penggunaan konten yang dihasilkan AI di seluruh proses desain dan pengembangan.
- Menegaskan AI tidak boleh digunakan tanpa izin di produk atau kompetisi resmi.
- Meningkatkan perekrutan tenaga kreatif manusia di semua lini.
- Tidak merumahkan kreator untuk digantikan alat otomatisasi.
- Memantau perkembangan AI secara terbatas oleh segelintir manajer senior untuk tujuan investigasi saja.
Pendapatan Games Workshop sendiri terus tumbuh, berdasarkan laporan setengah tahun yang mencatat pemasukan sebesar £332,1 juta, naik dari £299,5 juta periode sebelumnya. Tren positif ini semakin memperkuat argumen bahwa pendekatan fokus pada kreativitas manusia dinilai efektif dan diterima pasar.
Keputusan Games Workshop menjadi contoh menarik di tengah polemik global tentang manfaat dan dampak AI di industri kreatif. Banyak penggemar dan pelaku industri menilai kebijakan tegas ini bisa menjaga nilai orisinalitas serta mempertahankan kepercayaan komunitas, khususnya di tengah ketidakpastian yang dibawa gelombang inovasi otomatisasi.
