Asus Hentikan Produksi RTX 5070 Ti Akibat Krisis RAM, Ini Penjelasannya

Produsen perangkat keras komputer global kini menghadapi krisis baru terkait ketersediaan memori. Asus sebagai salah satu produsen kartu grafis besar telah mengambil langkah drastis dengan menghentikan produksi GeForce RTX 5070 Ti. Keputusan ini bukan hanya mengejutkan konsumen, namun juga menyoroti masalah rantai pasok yang semakin mengkhawatirkan di industri hardware.

Kabar penghentian produksi ini diungkap kanal Hardware Unboxed setelah mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Asus. Dalam pernyataan tersebut dijelaskan bahwa kendala utama berasal dari pasokan memori yang terkena dampak krisis global. Akibatnya, kartu grafis populer seperti RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16GB versi Asus menjadi sulit ditemukan di sejumlah pasar, termasuk di Australia.

Faktor Krisis RAM Global

Tekanan pasokan memori, terutama RAM, saat ini terjadi secara luas akibat meningkatnya permintaan di segmen komputasi dan AI. Ben Berraondo, Direktur PR Global GeForce Nvidia, mengungkapkan bahwa permintaan GPU saat ini berada di titik puncaknya sementara pasokan memori begitu terbatas. "Permintaan GeForce RTX sangat kuat dan pasokan memori sedang tertekan. Kami tetap mengirim seluruh SKU GeForce dan bekerja sama dengan pemasok untuk memaksimalkan ketersediaan memori," ujar Ben Berraondo dalam wawancara yang dikutip dari The Verge.

Sementara Nvidia memastikan produksi chip GPU masih berjalan lancar, keluhan utama datang dari mitra manufaktur seperti Asus yang tidak mendapat suplai memori cukup. Hal ini berdampak langsung pada kelanjutan lini produk tertentu yang akhirnya harus masuk status end-of-life.

Dampak pada Ketersediaan Pasar

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan gamer dan pengguna profesional yang membutuhkan performa grafis tinggi. Di pasar Australia, para peritel melaporkan sulitnya mencari RTX 5070 Ti dan RTX 5060 Ti 16GB dari Asus. Namun, tidak semua produsen mengalami nasib serupa. PNY, salah satu rival Asus di pasar kartu grafis, memastikan produk RTX 5070 Ti Dual-Slot Slim tetap sesuai jadwal pengiriman dan akan tersedia di berbagai retailer besar seperti Best Buy, Micro Center, serta Amazon.

Berdasarkan pemantauan Hardware Unboxed, beberapa produsen memang memiliki peluang lebih baik dalam mengamankan suplai RAM. Namun, risiko kelangkaan tetap mengancam selama krisis memori global belum sepenuhnya teratasi.

Peran Krisis AI dan Penyederhanaan Linimasa Produk

Christopher Moore, Wakil Presiden Micron untuk pemasaran bisnis mobile dan klien, mengakui krisis memori yang berlangsung saat ini tidak lepas dari lonjakan permintaan akibat ekspansi kecerdasan buatan (AI). Banyak pabrik memori sekarang memfokuskan upaya untuk menyederhanakan variasi produksi dan memilih kapasitas memori tertentu yang paling efisien.

Moore menekankan bahwa perubahan kapasitas memori dari 12GB ke 16GB atau 24GB, justru bisa mengurangi volume produksi. Dengan keterbatasan kapasitas produksi, hanya varian memori tertentu yang diprioritaskan untuk mencapai jumlah produksi maksimal.

Perbandingan Status Produksi Kartu Grafis RTX

ProdusenModelStatus ProduksiKetersediaan
AsusRTX 5070 TiDihentikan (EOL)Sulit didapat
AsusRTX 5060 Ti 16GBTerkendala pasokanStok terbatas
PNYRTX 5070 Ti DSSOn scheduleSegera tersedia

Langkah Mitra Nvidia Menghadap Krisis

Penghentian produksi oleh Asus tidak berarti seluruh mitra Nvidia ikut terdampak secara langsung. Keputusan diambil berdasarkan kemampuan masing-masing produsen dalam mengamankan pasokan RAM dari pemasok utama seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix. Ketersediaan pasokan dan strategi bisnis setiap AIB (add-in-board partner) menjadi penentu utama kelangsungan lini produk terbaru.

Bagi konsumen, situasi ini berpotensi memicu naiknya harga kartu grafis di pasar global. Jika krisis RAM berlangsung lebih lama, tidak menutup kemungkinan kelangkaan bakal meluas ke model lain dan berdampak pada ekosistem PC secara keseluruhan. Pengguna dan pelaku industri kini diminta mengikuti perkembangan terbaru terkait pasokan dan strategi produsen perangkat keras dalam beberapa bulan mendatang.

Terkait