MediaTek telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri chipset smartphone selama hampir dua dekade. Meskipun banyak seri chipset MediaTek yang masih terus dipakai dan dikembangkan, ada beberapa seri yang sudah tidak lagi digunakan atau digantikan oleh seri yang lebih baru dan lebih baik. Seri-seri ini biasanya dianggap usang karena keterbatasan teknologi, performa, atau efisiensinya.
1. MediaTek Helio A series
Seri Helio A terdiri dari Helio A20, A22, dan A25 yang diproduksi untuk segmen entry-level. Seri ini memakai fabrikasi 12 nm yang terbilang kuno untuk standar saat ini, sehingga kurang hemat daya. GPU yang digunakan adalah PowerVR, yang performanya cukup lemah untuk kebutuhan multitasking dan gaming masa kini. Oleh karena itu, seri Helio A sudah banyak digantikan oleh Helio G series yang menawarkan performa lebih tinggi dan efisiensi lebih baik.
2. MediaTek Helio P series
Helio P series sempat menjadi andalan MediaTek di kelas menengah dengan dukungan kamera hingga 64 MP dan kemampuan perekaman video 4K 30fps. Namun, seperti Helio A, seri ini juga menggunakan GPU PowerVR dan fabrikasi 12 nm yang membuatnya kalah bersaing dari seri baru. Seri Helio P berakhir dengan Helio P95 dan sejak saat itu tidak dilanjutkan lagi karena hadirnya chipset dengan fabrikasi lebih kecil serta performa lebih unggul.
3. MediaTek Dimensity 1000 series
Dimensity 1000 merupakan chipset 5G penting yang dulu banyak dipakai di ponsel flagship killer, seperti POCO X3 GT dan OnePlus Nord 2T. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 7 hingga 6 nm sehingga cukup efisien dan bertenaga untuk main game berat hingga frame rate 90 FPS. Namun, MediaTek mengembangkan seri Dimensity berikutnya yang menawarkan kinerja lebih tinggi dan fitur terbaru. Akibatnya, Dimensity 1000 mulai jarang dipakai di perangkat baru.
4. MediaTek MT series
Seri MT merupakan generasi paling awal dari chipset MediaTek, dengan contoh model MT6252 dan MT6750. Chipset ini hanya mendukung RAM maksimal 4GB dan kamera hingga 16MP. Selain itu, clock speed-nya juga di bawah 1 GHz sehingga sangat terbatas untuk aplikasi dan pengalaman pemakaian zaman sekarang. Setelah maju ke seri lain yang lebih canggih, MT series perlahan ditinggalkan dan hanya cocok untuk perangkat yang sangat dasar dan murah.
5. MediaTek Helio X series
Helio X series hadir di pertengahan 2010-an dan mengusung performa kelas atas dengan dukungan kamera 20 MP dan GPU Mali yang cukup kuat. Meskipun performanya cukup baik saat itu, seri ini hanya diproduksi selama beberapa tahun saja. Fabrikasinya yang masih di atas 12 nm membuatnya cepat usang. Seri ini akhirnya disuntik mati dan digantikan oleh seri lain yang lebih modern dan hemat energi.
MediaTek terus berinovasi melalui pengembangan teknologi fabrikasi yang lebih kecil serta peningkatan AI dan performa GPU. Meskipun sejumlah seri chipset dahulu sudah tidak dipakai lagi, pengalaman dari seri-seri tersebut jadi bahan pembelajaran penting untuk menghadirkan chipset kekinian yang lebih efisien dan bertenaga. Kini, seri-seri terbaru MediaTek seperti Dimensity 9000 dan Helio G series menjadi pilihan utama bagi pabrikan ponsel untuk menghadirkan performa terbaik di berbagai kelas harga.
Bagi pengguna yang ingin memilih smartphone dengan chipset MediaTek, penting memahami evolusi seri chipset ini. Seri lawas seperti Helio A dan P sudah tidak cocok lagi untuk kebutuhan aplikasi dan game terbaru. Sedangkan Dimensity 1000 ke atas lebih relevan meski agak mulai tergantikan oleh seri Dimensity yang lebih baru dengan fabrikasi lebih kecil dan AI lebih canggih.
Pengembangan chipset MediaTek yang konsisten membuat perusahaan ini terus bersaing ketat dengan produsen chipset lain. Seri chipset yang sudah usang menjadi saksi kemajuan dan teknologi yang terus diperbarui untuk memenuhi tuntutan pasar smartphone yang semakin kompleks dan cepat berubah.



