iPhone Air menghadirkan desain yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 5,64mm. Sayangnya, desain tipis ini memaksa Apple mengambil beberapa kompromi pada hardware internal, terutama pada sektor kamera dan baterai.
Apple menempatkan sebagian besar komponen internal serta kamera utama di bagian tonjolan kamera. Hal ini dilakukan agar baterai dapat dibuat lebih besar. Namun, penempatan seluruh hardware di satu area membuat perangkat hanya bisa menggunakan satu kamera belakang. Ini menjadi keluhan utama bagi pengguna yang mengharapkan konfigurasi kamera ganda di iPhone Air.
Dalam pengujian, daya tahan baterai iPhone Air hanya mencapai sekitar 12 jam. Angka ini cukup jauh jika dibandingkan dengan iPhone 17 yang mampu bertahan hingga 17 jam. Ini menunjukkan bahwa meskipun baterai lebih besar, efisiensi keseluruhan perangkat masih belum optimal.
Dari sisi harga, iPhone Air juga mendapat sorotan. Versi standar dengan kapasitas 256GB dibanderol seharga $999, lebih mahal $200 dari iPhone 17 dan hanya $100 lebih murah daripada iPhone 17 Pro yang menawarkan fitur jauh lebih lengkap. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal nilai yang didapat oleh konsumen dari iPhone Air.
Namun, sebuah bocoran terbaru dari akun Weibo bernama Instant Digital mengungkapkan kemungkinan perubahan signifikan pada Face ID iPhone Air 2. Apple disebut-sebut meminta komponen Face ID ultra-tipis dari pemasoknya. Tujuannya adalah memberikan ruang tambahan di dalam perangkat. Ruang ini nantinya digunakan untuk menambahkan kamera ultrawide di belakang, melengkapi kamera utama.
Jika bocoran ini benar, fitur Face ID baru bisa menjadi dua keuntungan sekaligus. Pertama, teknologi Face ID ultra-tipis memungkinkan desain yang lebih efisien. Kedua, ruang ekstra di belakang dapat memperbaiki keluhan soal jumlah kamera pada seri sebelumnya. Ini menunjukkan Apple berusaha menjawab kritik terkait hardware iPhone Air.
Namun ada data lain yang menunjukkan kemungkinan berbeda. Bocoran lain menyebut upgrade iPhone Air 2 merupakan peningkatan rutin dengan perubahan kecil saja. Model baru ini diprediksi hanya membawa chip yang diperbarui dan pembaruan software tanpa fitur besar. Dengan begitu, penambahan kamera ultrawide mungkin tidak akan terjadi.
Selain itu, Instant Digital juga menyebut kemungkinan teknologi Face ID ultra-tipis ini bisa digunakan pada MacBook di masa depan. Meskipun masih spekulasi, ini menandakan Apple bereksperimen dengan modul Face ID lebih ramping yang dapat menghadirkan desain lebih tipis dan minimalis pada perangkatnya.
Selain Face ID, rumor juga mengindikasikan bahwa Apple akan fokus mengintegrasikan Touch ID pada perangkat lipat iPhone mereka daripada menggunakan Face ID. Perubahan pada Face ID iPhone Air 2 ini memberi harapan akan inovasi yang mengatasi keterbatasan desain sebelumnya.
Meski begitu, semua informasi ini masih berupa spekulasi sampai peluncuran resmi perangkat berlangsung. Ada rumor baru yang menyebut bahwa Apple dapat merilis iPhone Air 2 pada musim gugur, berpotensi lebih cepat dari perkiraan yang sebelumnya menyatakan peluncuran ditunda hingga tahun depan.
Dengan adanya teknologi Face ID ultra-tipis yang memungkinkan penambahan kamera belakang lebih dari satu, iPhone Air 2 berpotensi menghilangkan salah satu kekurangan terbesar pendahulunya. Ini dapat meningkatkan daya tarik iPhone Air dan membuatnya lebih kompetitif dalam pasar smartphone premium.
Jika Apple berhasil mengimplementasikan kombinasi Face ID baru dan kamera ganda dengan desain tetap tipis, ini akan menjadi pembaruan penting yang menjawab kritik pengguna. Keberhasilan inovasi ini sangat dinantikan para penggemar dan pengamat teknologi.
