
Samsung diprediksi akan menaikkan harga Galaxy S26 Ultra secara signifikan. Rumor terbaru menyebut Galaxy S26 Ultra akan dibanderol sekitar 1.399 dollar AS di Amerika Serikat.
Harga ini naik dari Galaxy S25 Ultra yang dijual mulai 1.299 dollar AS tahun lalu. Kenaikan harga ini menandai kembalinya Samsung ke level harga tertinggi setelah enam tahun, dengan nilai konversi ke won Korea Selatan mencapai lebih dari 2 juta won.
Samsung Masih Berhati-hati dalam Menetapkan Harga
Meski rumor kenaikan harga ini beredar, Samsung dilaporkan tetap berhati-hati menentukan harga final Galaxy S26 Ultra. Menurut sumber yang dikutip KompasTekno, Samsung berupaya agar harga model Ultra tidak melewati batas 2 juta won.
Selain itu, Samsung juga tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengontrol harga pasar. Salah satunya adalah memangkas biaya pemasaran dan menyesuaikan insentif penjualan. Program pre-order pun sedang dievaluasi ulang, termasuk promo “free double storage” yang selama ini menjadi daya tarik utama konsumen.
Subsidi tukar tambah juga menjadi salah satu aspek yang sedang ditinjau ulang demi menjaga harga kompetitif. Samsung belum mengumumkan jadwal resmi peluncuran, tapi Galaxy S26 series diperkirakan akan diperkenalkan pada acara Galaxy Unpacked di San Francisco.
Faktor Global yang Mendorong Kenaikan Harga
Kenaikan yang diperkirakan tidak lepas dari kelangkaan memori global. Laporan dari firma riset IDC menyebutkan bahwa pada tahun mendatang, harga smartphone baru kemungkinan naik antara 3 sampai 8 persen.
Kenaikan ini dipengaruhi oleh tekanan pada pasokan komponen penting seperti memori dan chip. Produsen smartphone kelas bawah dan menengah diperkirakan paling terdampak karena margin keuntungan mereka yang lebih tipis.
Sementara itu, produsen flagship seperti Samsung dan Apple diperkirakan lebih mampu menghadapi situasi ini. Mereka memiliki cadangan kas kuat serta kontrak jangka panjang dengan pemasok. Hal ini membuat pasokan komponen mereka relatif stabil untuk satu hingga dua tahun ke depan.
Strategi Samsung menghadapi Tantangan Pasar
Samsung tidak hanya mengandalkan harga tinggi untuk menjaga profit, tetapi juga melakukan efisiensi pada aspek lain. Ini termasuk pengurangan biaya pemasaran dan penyesuaian program insentif pre-order.
Penundaan peningkatan kapasitas RAM pada Galaxy S26 Ultra juga menjadi pertimbangan untuk menghindari lonjakan biaya produksi. IDC memprediksi flagship Samsung masih akan mengusung RAM 12 GB, sama seperti model-model sebelumnya, guna mempertahankan keseimbangan harga dan performa.
Kondisi Pasar Smartphone Global dan Implikasinya
Menurut IDC, kenaikan harga smartphone dapat menyebabkan pertumbuhan pasar global melambat hingga 5,2 persen. Hal ini akan lebih terasa pada merek smartphone yang fokus pada segmen entry-level.
Namun, pasar premium dinilai lebih stabil meski harga naik. Galaxy S26 Ultra dan iPhone 17 Pro Max akan tetap bersaing ketat, khususnya di pasar seperti Korea Selatan, di mana harga kedua flagship tersebut menjadi tolok ukur.
- Harga Galaxy S26 Ultra diperkirakan sekitar 1.399 dollar AS di AS.
- Samsung berupaya menjaga harga di bawah 2 juta won di Korea.
- Promo dan subsidi tukar tambah sedang dievaluasi ulang.
- Kenaikan harga smartphone dapat mencapai 3–8 persen tahun depan.
- Produsen flagship dinilai lebih mampu menyerap kenaikan biaya komponen.
Samsung menghadapi dilema menjaga harga premium agar tidak memicu penurunan minat konsumen. Strategi kombinasinya fokus pada pengelolaan biaya, insentif, serta fitur minimal perubahan untuk menyeimbangkan harga dan kualitas. Dengan kondisi global yang menuntut, langkah ini menjadi kunci agar Galaxy S26 Ultra tetap kompetitif di pasaran dunia.




