Bagi penggemar aviasi, memantau pesawat yang melintas di atas kepala kini tidak harus dilakukan lewat jendela atau aplikasi di ponsel. Sebuah proyek bernama FlightScnr menghadirkan radar pesawat live dalam format perangkat desktop yang ringkas dan siap pakai.
Daya tarik utamanya ada pada kemudahan instalasi. Perangkat ini dirancang tanpa kebutuhan menyolder atau menulis kode, sehingga lebih mudah diakses oleh pengguna yang ingin langsung mencoba pelacak penerbangan di meja kerja.
FlightScnr dibuat oleh Yash Mulgaonkar sebagai perangkat pemantau lalu lintas udara overhead. Sistem ini menampilkan pesawat yang sedang melintas melalui antarmuka radar dengan efek sapuan live dan penanda posisi pesawat di layar.
Perangkat ini menggunakan LilyGO T-Encoder Pro yang ditenagai mikrokontroler ESP32-S3 R8. Komponen tersebut sekaligus menyediakan layar dan roda gulir untuk melihat serta berinteraksi dengan tampilan radar.
Bentuk fisiknya juga disiapkan agar cocok untuk penggunaan di meja. Mulgaonkar merancang cangkang yang bisa dicetak dengan printer 3D, sekaligus berfungsi sebagai dudukan agar perangkat tetap aman dan nyaman dipajang.
Menampilkan data pesawat secara langsung
FlightScnr tidak hanya menunjukkan ada pesawat di atas area pengguna. Perangkat ini juga menampilkan detail untuk setiap pesawat yang terlihat, termasuk bandara asal dan tujuan, model pesawat, ketinggian, serta heading.
Dengan pendekatan itu, perangkat ini bukan sekadar dekorasi meja. Fungsinya mendekati layar informasi penerbangan mini yang terus memperbarui kondisi lalu lintas udara di sekitar lokasi pengguna.
Untuk mendapatkan data penerbangan, FlightScnr melakukan polling ke adsb.fi di latar belakang. Sistem ini juga menyimpan cache hasil lookup rute melalui API seperti AirLabs, FlightAware, dan FR24 di flash maupun RAM.
Strategi cache tersebut penting karena mengurangi jumlah panggilan API. Tujuannya agar penggunaan layanan tetap berada di bawah batas bulanan paket gratis yang disediakan sejumlah platform.
Pendekatan ini membuat perangkat tetap fungsional tanpa membebani pemilik dengan kebutuhan infrastruktur yang rumit. Bagi pengguna rumahan, efisiensi tersebut menjadi nilai tambah karena perangkat dapat berjalan dengan model penggunaan yang lebih ringan.
Setup dibuat ramah untuk pengguna umum
Salah satu bagian yang paling menonjol dari FlightScnr adalah proses penyiapannya. Perangkat ini memakai captive portal untuk konfigurasi Wi-Fi sehingga pengguna bisa menghubungkannya ke jaringan tanpa prosedur teknis yang panjang.
Setelah tersambung, pengaturan lanjutan bisa dilakukan lewat antarmuka web lokal di alamat flightscnr.local. Dari sana, pengguna dapat mengatur koordinat lokasi, jangkauan radar, API key, dan konfigurasi tampilan lainnya.
Model konfigurasi seperti ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mirip perangkat konsumen daripada proyek elektronik mentah. Pengguna tidak perlu membongkar perangkat atau mengubah kode hanya untuk menyesuaikan fungsi dasar.
Tambahan fitur lain juga hadir untuk melengkapi penggunaan sehari-hari. FlightScnr menyertakan jam pada tampilannya, sehingga perangkat ini tetap berguna di meja kerja meski tidak ada pesawat yang sedang menarik perhatian.
Menyasar penggemar aviasi yang juga suka merakit
Dalam konteks proyek hobi, FlightScnr menempati posisi menarik karena memadukan pemantauan penerbangan dan perangkat DIY yang tetap mudah dibuat. Proyek ini ditujukan bagi penggemar aviasi yang ingin merasakan sensasi radar pribadi tanpa hambatan teknis yang tinggi.
Aspek plug-and-play menjadi pembeda paling jelas. Banyak proyek berbasis mikrokontroler menuntut perakitan tambahan atau pemrograman manual, sedangkan FlightScnr dirancang agar pengguna bisa langsung fokus pada hasil akhirnya.
Pengembangnya juga membuka akses bagi siapa pun yang ingin membuat unit sendiri. Kode sumber proyek tersedia di GitHub, sementara skema cangkang untuk pencetakan 3D disediakan melalui Makerworld.
Kombinasi perangkat keras ESP32, tampilan radar live, dan setup lokal yang sederhana membuat proyek ini menonjol di kalangan maker. Bagi penggemar pesawat, hasil akhirnya menawarkan cara baru untuk melihat lalu lintas udara dari kenyamanan meja kerja sendiri.
Source: www.xda-developers.com






