Produsen perangkat keras, terutama di sektor kartu grafis, memberi peringatan keras terkait tren harga yang sulit terkendali. Zotac, melalui memo internal di divisi Korea Selatan, menyampaikan kekhawatiran bahwa harga kartu grafis bisa melonjak tajam sepanjang 2026 karena kelangkaan pasokan yang dipicu krisis memori global.
Harga GPU seperti Nvidia RTX 50 series dan AMD RX 9000 series memang sudah mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Model-model seperti RTX 5090 dan RTX 5060 menjadi contoh yang paling terlihat kenaikan harganya, menandakan akan adanya kelangkaan yang jauh lebih serius di pasar ke depannya.
Tekanan Krisis Memori DRAM dan NAND
Krisis ini disebabkan oleh lonjakan harga kontrak memori DRAM dan NAND yang tidak biasa. Saat kapasitas produksi global terbatas, permintaan dari sektor data center justru melonjak drastis. Pembangunan infrastruktur AI yang masif menjadi faktor utama, sehingga produsen memori memfokuskan pengiriman ke server dan komputasi skala besar.
Samsung dan SK Hynix, dua produsen memori terbesar, bahkan berencana menaikkan harga komponen DRAM dan NAND hingga 70 persen. Kondisi ini memperberat biaya produksi GPU sekaligus mengancam kestabilan pasokan di pasar konsumen.
Dampak pada Pasokan dan Produsen GPU
Zotac mengakui timnya kemungkinan tidak mampu menjaga stabilitas pasokan GPU dalam waktu dekat, yang mempengaruhi keberlangsungan produsen dan distributor kartu grafis. Bila tekanan biaya terus meningkat, kelangkaan GPU akan semakin parah, bahkan berpotensi membahayakan rantai pasok secara keseluruhan.
Untuk mengurangi tekanan dari produksi, Nvidia dikabarkan mempertimbangkan kembali pembuatan RTX 3060 yang menggunakan proses manufaktur Samsung berbasis arsitektur Ampere. GPU ini dinilai lebih matang dan mungkin akan menjadi solusi untuk sebagian kebutuhan pasar.
Kenaikan Harga GPU dan Komponen Lain
Selain GPU, harga SSD dan hard disk juga dilaporkan melonjak, terutama untuk kapasitas besar. Hal ini membuat produsen smartphone berpotensi menyesuaikan target produksi mereka akibat biaya komponen yang semakin tinggi.
Nvidia juga dirumorkan akan mengumumkan kenaikan harga RTX 50 series segera, mengikuti langkah mitra manufakturnya. Dengan demikian, konsumen harus bersiap menghadapi peningkatan harga produk grafis dan perangkat terkait lain dalam waktu dekat.
Faktor-Faktor Penyebab Krisis Memori
- Lonjakan permintaan dari sektor AI dan data center.
- Kapasitas produksi memori DRAM dan NAND yang terbatas.
- Kebijakan kenaikan harga oleh produsen memori utama hingga 70 persen.
- Pemusatan produksi komponen untuk server besar dan komputasi skala industri.
Situasi ini memberikan gambaran bahwa harga kartu grafis akan mengalami tekanan berat sepanjang 2026, bahkan diprediksi akan berpotensi langka di berbagai lini pasar. Konsumen perlu mencermati perkembangan ini karena berdampak langsung pada ketersediaan dan harga GPU di pasaran.
Terlepas dari tantangan tersebut, para produsen dan distributor akan berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi krisis ini agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Namun, bagi pengguna biasa maupun gamer, kenyataan harga harian yang lebih tinggi kemungkinan tidak dapat dihindarkan dalam jangka waktu mendatang.




