
Samsung Electronics mencatatkan kinerja kuartal keempat 2025 yang luar biasa dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Keberhasilan ini didorong terutama oleh lonjakan permintaan dan harga DRAM yang melonjak tajam, seiring dengan berkembangnya kebutuhan data pusat AI di seluruh dunia.
Dalam rilis resminya, Samsung mengumumkan pendapatan kuartal mencapai 93,8 triliun won Korea Selatan, setara dengan sekitar Rp 598 triliun. Laba bersih juga mencetak rekor tertinggi, mencapai 20,1 triliun won atau sekitar Rp 128 triliun. Kontribusi utama berasal dari Divisi Memori dan Divisi Mobile dari Samsung.
Kinerja Divisi Memori
Divisi Device Solutions (DS), yang bertanggung jawab atas produk memori, menunjukkan kenaikan penjualan sebesar 33% dibanding kuartal sebelumnya. Penjualan modul memori DDR5 menjadi penggerak utama, terutama setelah Samsung menaikkan harga memorinya hingga 80% pada November 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi lonjakan permintaan dan krisis kekurangan pasokan akibat kebutuhan besar di pusat data AI.
Sebagai contoh, harga modul server DDR5 kapasitas 32 GB naik dari US$149 menjadi US$239. Modul dengan kapasitas lain seperti 16 GB dan 128 GB juga melonjak sekitar 50%, sedangkan modul 64 GB dan 96 GB meningkat lebih dari 30%. Kenaikan harga ini berhasil mendorong pendapatan kuartal divisi memori sebesar 44 triliun won (sekitar Rp 290 triliun) dengan laba operasi mencapai 16,4 triliun won (sekitar Rp 104 triliun).
Samsung kini menjadi salah satu pemasok utama komponen memori DDR5, SOCAMM2, dan GDDR7 secara global. Permintaan yang sangat tinggi dari pasar AI menjadi pemicu utama pertumbuhan bisnis ini.
Performa Divisi Mobile
Di sisi lain, Divisi Mobile Experience (MX) Samsung juga mencatatkan kontribusi pendapatan yang signifikan. Meskipun penjualan seri Galaxy S26 kurang memenuhi ekspektasi, model lipat Galaxy Z Fold 7 justru mengalami permintaan yang melampaui pasokan. Pada peluncurannya, pre-order model ini menyumbang 60% dari nilai total pesanan dengan pengiriman unit mencapai lebih dari 2,4 juta.
Samsung juga meluncurkan Galaxy Z TriFold yang mendapat sambutan luar biasa di Korea Selatan. Meski harga resmi perangkat ini mencapai US$2.899 (sekitar Rp 26,5 juta) di Amerika Serikat, stok produk langsung habis terjual dalam hitungan menit. Keberhasilan seri perangkat lipat ini menegaskan posisi Samsung sebagai pelopor inovasi di segmen smartphone premium.
Pendapatan Lain dan Prospek Masa Depan
Selain memori dan mobile, divisi lain seperti Visual Display (VD) dan Digital Appliances (DA) turut memberikan kontribusi terhadap profit kuartal ini. Namun, gabungan pendapatan kedua divisi tersebut hanya mencapai 16% dari total laba bersih kuartal keempat 2025.
Dengan peluncuran seri Galaxy S26 yang dijadwalkan pada Februari 2026, perhatian pasar dan investor kini tertuju pada kinerja Samsung di kuartal pertama tahun depan. Keunggulan perusahaan dalam menghadapi krisis pasokan dan permintaan AI yang melonjak tinggi menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan.
Ringkasan Poin Penting Samsung Kuartal 4 2025:
- Pendapatan kuartal: 93,8 triliun won (~Rp 598 triliun).
- Laba bersih kuartal: 20,1 triliun won (~Rp 128 triliun).
- Penjualan divisi memori naik 33% QoQ, didukung harga DDR5 naik hingga 80%.
- Pendapatan Divisi Memori: 44 triliun won (~Rp 290 triliun) dengan laba operasi 16,4 triliun won (~Rp 104 triliun).
- Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z TriFold menunjukkan permintaan yang sangat tinggi.
- Divisi display dan peralatan digital memberikan kontribusi 16% dari total laba.
Peningkatan pesat permintaan untuk produk memori berkualitas tinggi, khususnya di sektor AI, menunjukkan tren kuat yang dimanfaatkan Samsung dengan sangat baik. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Samsung sebagai raksasa teknologi global yang mampu menjawab kebutuhan pasar dengan cepat dan tepat sasaran.





