Pertumbuhan Pasar Smartphone Naik 8% Tahun Ini, CMF dan Vivo Catatkan Laju Tertinggi

Author: Qoo Media

Perkembangan pasar smartphone di India menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan lonjakan nilai penjualan sebesar 8% secara tahunan pada 2025. Hal ini mencerminkan bahwa permintaan konsumen di segmen ponsel pintar masih kuat, didukung oleh kondisi ekonomi yang relatif stabil dan strategi harga yang tepat dari para produsen. Di sisi volume, terjadi peningkatan 1% dibandingkan tahun sebelumnya, meski pada kuartal terakhir ada penyusutan pengiriman akibat faktor musiman dan kenaikan harga komponen.

Salah satu pemain yang menonjol dalam pertumbuhan ini adalah merek CMF, anak perusahaan Nothing, yang mengalami lonjakan luar biasa sebesar 83% YoY (year-on-year) selama 2025. CMF bahkan tumbuh 59% hanya dalam kuartal keempat saja. Keberhasilan ini sebagian besar didukung oleh peluncuran CMF Phone 2 Pro yang diterima dengan baik oleh pasar domestik serta langkah strategis pembangunan jaringan ritel dan inisiatif “Make in India” yang dijalankan oleh Nothing.

Kunci Pertumbuhan CMF dan Nothing

Nothing yang berbasis di London berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dengan peningkatan penjualan 32% secara tahunan pada kuartal terakhir, menjadikannya OEM (original equipment manufacturer) dengan pertumbuhan tercepat. Kemitraan strategis dengan Optiemus senilai $100 juta untuk mendirikan fasilitas produksi lokal semakin memperkokoh posisi CMF di pasar India. Upaya ini membantu CMF menjadi merek independen yang kuat melalui dukungan manufaktur lokal sehingga mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan kualitas produk.

Strategi ritel juga menjadi faktor penting. Nothing membuka gerai flagship pertama di Bengaluru sebagai langkah memperkuat kehadiran offline dan memberikan pengalaman langsung kepada konsumen. Perpaduan antara inovasi produk, strategi manufaktur lokal, dan ekspansi jaringan penjualan menjadikan CMF sebagai sosok penantang utama di pasar smartphone India.

Vivo Masih Memimpin dengan Strategi Diversifikasi

Meski ada pertumbuhan signifikan dari pemain baru seperti CMF, posisi pemimpin pasar masih dipegang Vivo dengan pangsa volume sebesar 20%, tidak termasuk merek sub iQOO. Vivo menjalankan strategi dualisasi produk yang berhasil, yakni seri Y dan T untuk segmen penjualan massal serta seri X sebagai lini premium. Vivo X200 FE menjadi andalan utama di segmen atas dengan pertumbuhan luar biasa hingga 185% secara tahunan pada 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi diversifikasi produk dan fokus pada segmen premium menjadi salah satu kunci kesuksesan Vivo dalam menghadapi persaingan ketat pasar. Kinerja apik seri X yang mengusung spesifikasi dan teknologi mutakhir turut mendongkrak citra merek sebagai pilihan utama konsumen kelas menengah ke atas.

Perkembangan Segmentasi Pasar dan Preferensi Konsumen

Tren pasar menunjukkan adanya pergeseran signifikan menuju segmen smartphone premium di India. Lebih dari satu dari setiap lima smartphone yang terjual tahun lalu masuk dalam kategori premium dengan harga sekitar Rs 30.000. Segmen ini mencatat pertumbuhan volume sebesar 11% YoY dan menyumbang 22% dari total pengiriman smartphone.

Ketersediaan opsi pembiayaan yang lebih mudah menjadi faktor pendukung utama konsumen memilih perangkat premium. Kondisi inflasi yang terkendali serta penurunan suku bunga repo memudahkan produsen dalam menyesuaikan portofolio produk untuk memberikan nilai lebih pada segmen harga ini. Dengan demikian, preferensi konsumen bergeser ke produk dengan fitur lebih lengkap dan performa tinggi meski harus merogoh kocek lebih dalam.

Dampak Kenaikan Harga RAM dan Tantangan Masa Depan

Meski pertumbuhan positif tercatat secara keseluruhan, laporan mencatat adanya penurunan pengiriman smartphone sebesar 4% di kuartal keempat akibat tingginya permintaan pasca-festival dan kenaikan harga RAM. Harga RAM rata-rata meningkat 5% karena tren aplikasi kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan proses AI on-device yang makin meluas. Hal ini berimbas pada kenaikan biaya produksi dan harga jual smartphone, terutama untuk produk dengan kapasitas RAM lebih besar.

Dalam aspek chipset, MediaTek memimpin dengan pangsa pasar sebesar 47%, sedangkan Qualcomm berada di posisi kedua dengan 29%. Dominasi MediaTek menandai preferensi produsen terhadap chipset yang menawarkan keseimbangan ekonomi dan performa yang memadai.

Counterpoint Research memprediksi bahwa tren kenaikan biaya komponen akan berimbas pada penurunan volume pasar smartphone di India pada tahun berikutnya. Konsumen diperkirakan akan cenderung menahan pembelian dan memanfaatkan perangkat yang sudah ada lebih lama. Segmen smartphone dengan harga di bawah Rs 15.000 diprediksi akan menjadi yang paling terdampak akibat kekhawatiran kenaikan harga.

Data Penting Pasar Smartphone India 2025

  1. Pertumbuhan nilai pasar smartphone: 8% YoY
  2. Pertumbuhan volume pasar: 1% YoY
  3. CMF, merek dengan pertumbuhan tercepat: 83% YoY
  4. Pertumbuhan Nothing secara keseluruhan: 32% YoY di Q4 2025
  5. Vivo pangsa pasar volume: 20% (eksklusif iQOO)
  6. Vivo X series meningkat sebesar 185% YoY
  7. Pangsa RAM MediaTek: 47%, Qualcomm: 29%
  8. Porsi smartphone premium (sekitar Rs 30.000): 22% dari total pengiriman

Pertumbuhan pasar smartphone India di 2025 mencerminkan dinamika yang kompleks antara faktor ekonomi makro, pola konsumsi, dan inovasi teknologi. Merek seperti CMF dan Nothing menunjukkan bahwa kombinasi manufaktur lokal dan strategi branding yang tepat dapat menghasilkan pertumbuhan pesat. Sementara itu, pemain lama seperti Vivo juga mempertahankan posisi dengan penyesuaian produk yang cermat. Kenaikan harga komponen menjadi tantangan yang harus diantisipasi agar pasar tetap stabil secara volume dan nilai di masa mendatang.

Terbaru