Kementerian Agama membuka kesempatan beasiswa S2 Double Degree Split-Site Master’s Program Cohort-10 tahun 2026. Program ini memberikan peluang bagi tenaga pendidik, dosen, pegawai Kemenag, dan alumni perguruan tinggi keagamaan untuk menempuh studi magister secara gratis di Indonesia dan Australia.
Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara LPDP, Kemenag, dan Australia Awards Indonesia. Calon peserta akan menjalani studi dua tahun di dua negara berbeda dengan mendapatkan dua gelar magister sekaligus.
Platform Pendaftaran Resmi
Untuk tahun 2026, pendaftaran dilakukan melalui platform terintegrasi antara Kemenkeu dan LPDP di alamat resmi: https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id. Pendaftaran resmi dibuka sejak 25 Januari dan ditutup pada 15 Februari pukul 23.59 WIB. Penting agar calon pendaftar menggunakan link resmi demi keabsahan data dan keamanan proses.
Informasi resmi juga dipublikasikan melalui akun Instagram @puspenma.kemenag_official sehingga pendaftar dapat mengikuti perkembangan program dengan cepat dan tepat.
Detail Program Studi dan Model Split-Site
Program beasiswa ini mengusung skema Split-Site, yang artinya peserta akan menempuh studi selama dua tahun di dua institusi berbeda. Tahun pertama kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya dengan program Pendidikan Bahasa Inggris. Tahun kedua peserta melanjutkan studi di University of Canberra Australia dalam program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL). Lulusan akan meraih dua gelar magister yang memiliki nilai kompetitif di bidang pendidikan global.
Syarat Peserta dan Persyaratan Lengkap
Beasiswa ini khusus ditujukan untuk keluarga besar Kemenag, meliputi guru, ustadz, kiai, tenaga kependidikan di madrasah atau pesantren, dosen PTK, alumni perguruan tinggi keagamaan, serta pegawai negeri sipil lingkungan Kemenag. Berikut persyaratan utama yang harus dipenuhi:
- Berstatus tenaga pendidik, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, atau alumni PTK.
- Usia maksimal 40 tahun pada 31 Desember 2026.
- Lulusan S1/D4 dengan IPK minimal 3.00 (skala 4.00).
- Belum pernah atau sedang menempuh studi S2 di institusi lain.
- Memiliki kemampuan bahasa Inggris minimal IELTS 6.0 atau TOEFL ITP 500 (skor diminta di tahap seleksi lanjutan).
- Surat rekomendasi dari institusi terkait atau tokoh masyarakat yang kredibel.
- Menyusun personal statement dan study plan yang menjelaskan tujuan dan kontribusi setelah selesai studi.
- Tidak menerima beasiswa lain selama proses seleksi dan studi berlangsung.
- Tidak menjadi ASN aktif selama proses seleksi dan studinya.
- Menyetujui komitmen integritas, termasuk tidak melakukan plagiarisme.
Skor IELTS atau TOEFL tidak wajib saat pendaftaran awal, namun wajib disiapkan untuk tahap seleksi berikutnya oleh Australia Awards Indonesia.
Tahapan Seleksi yang Ketat
Seleksi beasiswa ini terdiri dari beberapa tahap berikut:
- Seleksi administrasi untuk verifikasi dokumen dan persyaratan.
- Tes bakat skolastik yang mengukur kemampuan kognitif dan logika.
- Wawancara oleh tim Kemenag yang menilai motivasi dan komitmen pengabdian.
- Seleksi substansi oleh Australia Awards, termasuk tes IELTS dan wawancara panel internasional.
Hanya peserta yang lolos ke semua tahap yang akan ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
Fasilitas dan Manfaat Beasiswa
Penerima beasiswa diperkirakan akan memperoleh biaya kuliah penuh di kedua universitas, tunjangan hidup bulanan selama studi di Indonesia dan Australia, tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan internasional, serta biaya penelitian dan seminar. Program ini juga menyediakan pelatihan akademik dan budaya yang mendukung pengalaman belajar peserta.
Tips Mendaftar dan Persiapan
Untuk meningkatkan peluang lolos seleksi, calon pendaftar perlu mempersiapkan dokumen dengan baik dan segera mendaftar tanpa menunda. Personal statement harus dipersiapkan secara jujur dan menjelaskan secara konkret kontribusi peserta pasca studi. Surat rekomendasi harus berasal dari pihak yang mengenal profil pendaftar secara profesional. Kemampuan bahasa Inggris perlu dilatih meskipun skor belum wajib di awal.
Pantau terus update resmi melalui akun Instagram Kemenag agar tidak terlewat informasi terbaru terkait proses seleksi.
Pendaftaran program beasiswa S2 Double Degree Kemenag tahun 2026 akan ditutup pada tanggal 15 Februari pukul 23.59 WIB. Bagi yang memenuhi syarat, kesempatan ini sangat berharga untuk mengembangkan karier di bidang pendidikan dan keagamaan dengan wawasan global. Segera daftarkan diri melalui laman resmi dan manfaatkan kesempatan belajar di Indonesia dan Australia tanpa biaya pribadi.
