Samsung Galaxy S26 Ultra Bakal Alami Kenaikan Harga Karena Krisis Pasokan Cip

Samsung dikabarkan menaikkan harga Galaxy S26 standar akibat tingginya biaya produksi yang dipicu krisis pasokan chip canggih untuk teknologi kecerdasan buatan (AI). Harga model dasar Galaxy S26 diperkirakan mulai dari US$1.338 atau sekitar Rp22 juta dengan kapasitas penyimpanan 256GB, lebih mahal dibandingkan Galaxy S25 yang hanya menyediakan 128GB pada model dasarnya.

Kenaikan harga ini seiring dengan peningkatan dua kali lipat kapasitas penyimpanan pada versi standar, memberi nilai lebih kepada konsumen meski dengan biaya yang lebih tinggi. Untuk varian dengan kapasitas 512GB, Samsung mematok harga tambahan sekitar US$224 atau Rp3,7 juta, menyesuaikan kebutuhan penyimpanan yang lebih besar.

Harga Varian Galaxy S26 Plus dan Ultra

Galaxy S26 Plus dengan penyimpanan 256GB diperkirakan dibanderol sekitar US$1.617 (Rp27 juta). Harga ini relatif stabil dibanding model tahun lalu, tetapi untuk kapasitas 512GB, harganya naik menjadi US$1.896 atau sekitar Rp31 juta, mengalami peningkatan sekitar US$112.

Menariknya, Galaxy S26 Ultra justru dibanderol dengan harga lebih murah dibanding Galaxy S25 Ultra. Varian Ultra 256GB dijual sekitar US$1.896 (Rp31,6 juta), sementara versi 512GB dihargai sekitar US$2.120 (Rp35,4 juta). Namun, varian tertinggi 1TB tetap mempertahankan harga sebesar US$2.510 atau Rp41,9 juta.

Dampak Global dan Strategi Pre-Order

Jika harga ini diterapkan secara global, termasuk di Amerika Serikat, Galaxy S26 standar kemungkinan tidak akan lagi tersedia dengan harga lama yang selama ini dianggap standar oleh konsumen. Sementara itu, Galaxy S26 Ultra dapat menjadi pilihan menarik bagi pengguna karena membawa penurunan harga yang signifikan.

Sayangnya, Samsung kemungkinan tidak akan menawarkan promo pra pemesanan berupa upgrade penyimpanan gratis yang telah menjadi ciri khas beberapa tahun terakhir. Sampai saat ini, Samsung belum mengumumkan bonus pra-pemesanan resmi untuk seri Galaxy S26.

Faktor Krisis Chip dan Pengaruhnya pada Harga

Krisis kelangkaan chip canggih menjadi penyebab utama kenaikan biaya produksi yang berimbas pada harga jual Galaxy S26. Chip AI yang semakin kompleks menambah beban produksi, sehingga harga jual perangkat turut naik untuk menutupi peningkatan biaya.

Samsung berupaya menyeimbangkan penawaran produk dengan harga yang kompetitif, terutama di varian Ultra yang menawarkan daya tarik harga lebih rendah dibanding generasi sebelumnya. Strategi ini diharapkan mampu mempertahankan daya saing produk di tengah situasi pasar yang penuh tantangan.

Perbandingan Harga Seri Galaxy S26

  1. Galaxy S26 standar 256GB: US$1.338 (±Rp22 juta)
  2. Galaxy S26 standar 512GB: US$1.562 (±Rp25,7 juta)
  3. Galaxy S26 Plus 256GB: US$1.617 (±Rp27 juta)
  4. Galaxy S26 Plus 512GB: US$1.896 (±Rp31 juta)
  5. Galaxy S26 Ultra 256GB: US$1.896 (±Rp31,6 juta)
  6. Galaxy S26 Ultra 512GB: US$2.120 (±Rp35,4 juta)
  7. Galaxy S26 Ultra 1TB: US$2.510 (±Rp41,9 juta)

Samsung secara strategis menyesuaikan harga dan kapasitas penyimpanan agar tetap menarik, meskipun situasi global menghadirkan tekanan biaya yang signifikan. Pengguna yang menginginkan penyimpanan besar kini harus mempersiapkan anggaran lebih, terutama untuk varian standar dan Plus, sementara Ultra tetap kompetitif.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com

Terkait