Apple mencatat rekor penjualan iPhone dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa pada kuartal pertama tahun fiskal 2026. Pendapatan dari lini iPhone mencapai 85,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.430 triliun, naik 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan penjualan ini melampaui rekor sebelumnya sebesar 71,6 miliar dollar AS yang dicatat pada kuartal pertama tahun fiskal 2022. Lonjakan ini menandai titik balik penting bagi Apple setelah empat tahun stagnasi penjualan iPhone.
Dukungan Kuat dari iPhone 17 Series
CEO Apple, Tim Cook, menyatakan bahwa pertumbuhan penjualan ini sebagian besar didorong oleh seri iPhone 17. Seri terbaru ini mendapat respons positif dari konsumen di berbagai negara. Cook menyebut iPhone 17 Series sebagai “keluarga iPhone paling laris dan populer yang pernah ada,” meskipun tidak mengungkap model tertentu yang paling diminati.
Permintaan untuk iPhone 17 Series yang tinggi menyebabkan tim Apple menghadapi tantangan pasokan. Saat ini Apple dalam kondisi “supply chase mode,” yaitu upaya untuk memenuhi kebutuhan stok dan komponen bagi produk tersebut.
Persebaran Penjualan yang Merata di Berbagai Wilayah
Lonjakan penjualan tidak hanya terjadi di wilayah tertentu, tetapi merata di seluruh pasar utama Apple seperti China, Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan India. India mencatat rekor penjualan kuartalan tertinggi untuk iPhone sepanjang sejarah Apple di negara itu.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa popularitas iPhone bukan hanya stabil di pasar tradisional, tetapi juga tumbuh cepat di pasar negara berkembang. Kinerja yang merata memperkuat posisi iPhone sebagai produk unggulan Apple secara global.
Kontribusi iPhone terhadap Pendapatan Apple
Secara keseluruhan, Apple mencatat pendapatan sebesar 143,8 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2.412 triliun pada kuartal pertama FY26. Angka ini naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total pendapatan tersebut, penjualan iPhone menyumbang terbesar, yakni 85,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.429 triliun. Sektor layanan Apple (Apple Services) memberikan kontribusi sebesar 30 miliar dollar AS (sekitar Rp 503 triliun).
Berikut kontribusi lini bisnis Apple lainnya pada kuartal pertama FY26:
- Wearables, Home, and Accessories: 11,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 192 triliun)
- iPad: 8,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 144,3 triliun)
- Mac: 8,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 139 triliun)
Data ini menggarisbawahi bahwa meskipun Apple memiliki berbagai produk, iPhone tetap menjadi penopang utama pendapatan dan pertumbuhan perusahaan.
Inovasi Sebagai Kunci Kesuksesan iPhone
Kesuksesan iPhone 17 Series tidak terlepas dari kemampuan Apple dalam berinovasi. Perusahaan berhasil menarik minat konsumen dengan fitur dan desain baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Respons konsumen yang positif menunjukkan bahwa inovasi Apple mampu menjaga dominasi iPhone di pasar smartphone premium.
Dengan pencapaian pendapatan tertinggi ini, Apple memperkuat posisinya sebagai salah satu raksasa teknologi dunia. iPhone sebagai produk utama tetap menjadi mesin penggerak utama kinerja dan pertumbuhan perusahaan. Apple diprediksi akan terus mengoptimalkan lini iPhone untuk mendorong pendapatan di masa depan.
Baca selengkapnya di: www.beritanusa.com