TECNO Pova Curve 2 akan meluncur perdana di pasar India pada 13 Februari 2026. Smartphone ini membawa sejumlah peningkatan signifikan, terutama pada layar dan kapasitas baterai yang sangat besar. Perangkat ini hadir dengan layar AMOLED 6,78 inci beresolusi 1.5K dan refresh rate 144Hz, menawarkan tampilan super halus yang cocok untuk gaming dan aktivitas multimedia.
Layar Pova Curve 2 menggunakan panel AMOLED dengan kontras tinggi dan warna yang lebih akurat. Resolusi sekitar 1440 x 3120 piksel memberikan pengalaman visual yang tajam. Refresh rate 144Hz menjamin animasi mulus saat bermain game atau men-scroll media sosial. Ini merupakan peningkatan penting dari pendahulunya yang sudah populer di kalangan pengguna muda.
Pada sektor performa, TECNO Pova Curve 2 ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7100 yang diproduksi dengan teknologi 6nm. Chipset ini mengusung CPU octa-core (4x Cortex-A78 berkecepatan 2,2 GHz dan 4x Cortex-A55 di 2,0 GHz) serta GPU Mali-G610 MC6. Perpaduan ini memberikan performa solid dan efisiensi daya yang baik, ideal untuk multitasking dan menjalankan game berat tanpa lag.
Pova Curve 2 juga menawarkan RAM hingga 12 GB yang kemungkinan besar mengadopsi teknologi virtual RAM untuk meningkatkan kapasitas memori secara efektif. Konfigurasi ini membuat ponsel cocok bagi pengguna yang aktif dengan berbagai aplikasi sekaligus atau game AAA. Media penyimpanan serta kapasitasnya belum diinformasikan secara lengkap.
Dalam hal fotografi, ponsel ini dibekali kamera utama 50 MP yang mungkin menggunakan sensor Sony IMX766 atau setara. Kamera ini dapat diandalkan untuk pengambilan gambar berkualitas tinggi dengan bantuan fitur AI seperti mode malam, potret, dan HDR otomatis. Kamera depan 13 MP juga mendukung kebutuhan selfie dan video call dengan cukup baik. Namun, modul kamera tambahan tampaknya mengutamakan estetika karena belum dipastikan fungsi spesifiknya, kemungkinan sebagai depth sensor.
Salah satu keunggulan paling menonjol dari TECNO Pova Curve 2 adalah kapasitas baterai monster sebesar 7750 mAh. Angka ini termasuk salah satu yang terbesar di kelas smartphone mid-range saat ini. Baterai besar ini didukung teknologi fast charging 45W yang mampu mengisi daya dari nol hingga 70% dalam waktu sekitar 45 menit. Optimalisasi perangkat lunak berbasis HiOS dengan Android 16 juga membantu memberikan efisiensi penggunaan energi, sehingga baterai dapat bertahan hingga dua hari untuk pemakaian normal.
Ponsel ini juga membawa sertifikasi IP64, yang berarti tahan percikan air dan debu. Fitur tersebut jarang ditemukan pada perangkat di segmen harga menengah, sehingga menambah nilai jual TECNO Pova Curve 2. Sistem operasi yang digunakan adalah Android 16, versi terbaru dari Google, menjadikannya salah satu smartphone pertama yang langsung menggunakan OS mutakhir saat peluncuran.
Desain menjadi salah satu nilai tambah, dengan bodi yang tipis dan panel belakang melengkung berlapis finishing matte. Hal ini memberikan kesan premium sekaligus mengurangi noda sidik jari. Tiga varian warna disediakan yaitu Silver, Hitam, dan Ungu. Warna ungu hadir untuk menarik perhatian kalangan muda, terutama generasi Z yang menginginkan ponsel dengan gaya khas.
Peluncuran awal di India dengan harga yang diperkirakan sekitar Rp 2,5 hingga 3,5 juta menunjukkan strategi TECNO untuk menembus segmen mid-range dengan fokus pada pasar negara berkembang. Harapannya perangkat ini akan segera hadir di Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara lainnya.
Bersamaan dengan fitur-fitur utama tadi, TECNO Pova Curve 2 menyasar pengguna yang mengutamakan kombinasi antara daya tahan baterai panjang, performa gaming memadai, serta tampilan layar yang menarik. Perangkat ini dapat menjadi alternatif menarik di tengah persaingan yang ketat dengan merek seperti Redmi, Realme, dan Infinix.
Secara keseluruhan, TECNO Pova Curve 2 menawarkan peningkatan signifikan dari generasi sebelumnya. Dengan desain unik, spesifikasi hardware kuat, sistem operasi terbaru, dan kapasitas baterai jumbo, ponsel ini berpeluang besar mendapatkan tempat di pasar smartphone mid-range global. Pengguna yang mengutamakan kecepatan layar dan daya tahan baterai tentu menantikan kehadiran resmi ponsel ini di Indonesia.
