Unik! PC Pentium III Berubah Modern dengan SSD NVMe via Adaptor PCI, Begini Cara dan Performa-nya

Seorang penggemar perangkat keras lawas melakukan eksperimen menarik dengan memasang SSD NVMe modern pada komputer berbasis Intel Pentium III. Komputer jadul ini hanya memiliki slot PCI paralel yang kecepatan transfernya jauh lebih rendah dibandingkan PCI Express, yang biasanya digunakan oleh SSD NVMe.

Pengguna Reddit tersebut menggunakan serangkaian adaptor untuk menghubungkan SSD M.2 PCIe 3.0 ke slot PCI 66 MHz di motherboard Pentium III. Proses adaptor ini melibatkan kartu add-in M.2 ke PCIe, lalu kartu PCIe diubah menjadi sinyal PCI lewat adaptor PCIe-to-PCI yang dibeli secara online.

Metode dan Alur Koneksi

  1. SSD M.2 NVMe yang biasa memanfaatkan PCIe dihubungkan ke kartu adaptor M.2 ke PCIe 3.0.
  2. Kartu adaptor PCIe ini kemudian disambungkan ke adaptor PCIe-to-PCI.
  3. Adaptor PCIe-to-PCI dipasang ke slot PCI standar di motherboard Pentium III.

Karena slot PCI lawas tidak mendukung kecepatan tinggi PCIe, SSD NVMe ini harus bekerja dalam keterbatasan bandwidth antara 66 MHz sampai 133 MHz di antar muka paralel PCI. Hal tersebut memaksa performa SSD jauh berada di bawah potensi aslinya.

Eksperimen ini berhasil; SSD NVMe terdeteksi dan berfungsi layaknya perangkat penyimpanan biasa. Meskipun demikian, kecepatan baca dan tulis SSD tersebut menurun drastis menjadi sekitar 208 MB/s untuk read dan 58 MB/s untuk write. Angka ini jauh dari kecepatan normal SSD PCIe 3.0 yang bisa mencapai ribuan MB/s pada PC modern.

Analisis Performa dari Percobaan

Bandingkan dengan hard disk berkecepatan tinggi 15.000 RPM yang populer sekitar tahun 2006, kecepatannya rata-rata mencapai 110 MB/s. Meskipun SSD di PC Pentium III ini kecepatannya tidak lebih tinggi dari HDD tersebut, latency atau waktu akses SSD jauh lebih rendah. Pengguna bisa merasakan sistem yang jauh lebih responsif dan lancar dibanding menggunakan HDD mekanik konvensional.

Pengujian dilakukan dengan menjalankan benchmark pada OS Windows 10, meskipun PC Pentium III aslinya tidak mampu menjalankan sistem operasi modern ini. Benchmark ini lebih bersifat simulasi guna memperlihatkan batas kemampuan komunikasi SSD lewat slot PCI klasik.

Bagaimana SSD NVMe Bisa Berfungsi di PCI Lama?

Keberhasilan ini berkat adaptor PCIe-to-PCI yang mampu mengkonversi sinyal PCI Express serial menjadi sinyal paralel PCI standar. Secara teknis, adaptor ini memetakan hardware ID SSD menjadi perangkat PCI yang dikenal OS. Ini memungkinkan SSD berfungsi tanpa perlu driver khusus. Evolusi teknologi melihat PCI diluncurkan sejak 1992, dan pada 2004 PCI Express mulai menggantikan PCI paralel karena kecepatan dan efisiensinya.

Kini sistem modern mengganti sebagian besar slot PCI lama dengan slot PCIe berkecepatan tinggi. Namun inovasi adaptor ini membuka peluang menggunakan perangkat storage terbaru pada sistem kuno tanpa modifikasi besar.

Pentingnya Eksperimen Teknologi Antargenerasi

Eksperimen ini menunjukkan kreativitas komunitas penggemar hardware retro dalam memperpanjang usia perangkat lama. Lewat metode sederhana, teknologi mutakhir bisa dijembatani ke solusi klasik. Ini sekaligus mengingatkan bahwa performa tinggi SSD sangat bergantung pada kecepatan bus komunikasi.

Pengalaman tersebut juga menggambarkan kemajuan teknologi storage selama tiga dekade, dari hard disk mekanik dengan transfer terbatas hingga SSD berbasis PCIe yang meroket kecepatan baca tulisnya. Meskipun PC Pentium III dengan SSD NVMe tidak praktis untuk penggunaan sehari-hari saat ini, eksperimen ini membuka wawasan tentang kompatibilitas perangkat dan potensi membuat perangkat lawas hidup kembali.

Dari sisi edukasi dan riset, pemasangan SSD modern ke motherboard jadul mewakili jembatan ilmu teknologi komputer lama dan baru. Ini bisa menjadi inspirasi bagi penggemar retro dan pengembang hardware inovatif untuk mengkombinasikan teknologi lintas generasi dengan solusi kreatif.

Baca selengkapnya di: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button