Samsung Display tengah meningkatkan kapasitas produksinya untuk panel OLED lipat yang akan digunakan di seri iPhone foldable terbaru milik Apple. Langkah ini diambil sebagai persiapan untuk peluncuran perangkat lipat yang sangat dinanti tersebut dalam waktu dekat. Selain itu, Apple juga sedang meninjau ulang bahan ultra-thin glass (UTG) yang akan dipakai sebagai layar pada ponsel lipatnya.
Peningkatan Kapasitas Produksi Samsung Display
Samsung Display berencana melakukan investasi pada fasilitas pabrik A4 yang terletak di Asan, Provinsi South Chungcheong. Investasi ini akan fokus pada peningkatan proses thin-film transistor (TFT) untuk memperbesar kapasitas produksi. Menurut laporan ETNews, ekspansi ini diperkirakan akan dimulai pada kuartal kedua tahun 2026 setelah tahap finalisasi skala investasi selesai.
Saat ini, Samsung telah menyiapkan jalur produksi khusus di pabrik A3 yang mampu menghasilkan sekitar 15 juta panel OLED lipat berukuran 7 inci per tahun. Proses produksi untuk panel iPhone Fold pertama diperkirakan akan dimulai pada Juni 2026. Samsung Display telah menyelesaikan persiapan peralatan dan fasilitas agar produksi dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
Permintaan yang Meningkat dari Apple
Apple menargetkan produksi awal sebanyak 10 juta unit iPhone lipat pada tahun pertama peluncurannya. Namun, jika Apple meluncurkan model foldable tambahan di tahun-tahun berikutnya, permintaan panel OLED dari Samsung diprediksi akan meningkat. Hal ini menjadi alasan utama di balik keputusan Samsung Display untuk memperluas kapasitas produksinya lebih jauh.
Model iPhone foldable pertama kemungkinan akan mengusung desain infolding dengan rasio aspek layar utama sebesar 4:3 dan ukuran layar sekitar 7,58 inci. Layar bagian luar diperkirakan memiliki ukuran sekitar 5,35 inci. Desain tersebut mirip dengan Galaxy Wide Fold yang juga dibuat oleh Samsung.
Material Ultra-Thin Glass (UTG) pada iPhone Lipat
Apple berencana menggunakan film poliamida (polyimide/PI) sebagai lapisan pelindung untuk UTG di iPhone lipatnya. Penggunaan PI memang lebih mahal, namun menawarkan perlindungan yang lebih baik terhadap goresan. Strategi ini diyakini akan membedakan iPhone lipat dari produk lipat Samsung terbaru di pasaran.
Samsung sendiri telah memanfaatkan film PI sebagai lapisan pelindung pada Galaxy Fold, ponsel lipat pertamanya. Dengan menggunakan material serupa, Apple diperkirakan ingin menjaga kualitas layar sekaligus menghadirkan daya tahan yang maksimal pada perangkat lipat pertamanya.
Dampak bagi Industri Panel OLED
Ekspansi produksi Samsung Display tidak hanya menjadi kabar baik bagi rantai pasokan Apple, tetapi juga menandakan pertumbuhan signifikan pasar panel OLED lipat. Permintaan yang naik tajam dari Apple ini diyakini akan mengakselerasi inovasi teknologi di bidang layar lipat dan meningkatkan skala produksi global.
Dengan kapasitas produksi Samsung yang terus bertambah dan teknologi bahan pelindung baru yang diaplikasikan Apple, persaingan di pasar smartphone lipat diprediksi akan semakin ketat. Konsumen juga akan mendapatkan pilihan perangkat dengan teknologi layar lipat yang lebih matang dan tahan lama.
Fakta Utama:
- Samsung Display akan meningkatkan kapabilitas produksi panel OLED di pabrik A4, dimulai kuartal kedua 2026.
- Jalur produksi di pabrik A3 mampu memproduksi 15 juta panel OLED lipat 7 inci per tahun.
- Apple menargetkan produksi 10 juta unit iPhone foldable pada tahun pertama.
- Desain layar iPhone lipat utama diperkirakan 7,58 inci dengan rasio 4:3, layar luar 5,35 inci.
- Apple menggunakan film polyimide (PI) untuk lapisan pelindung Ultra-Thin Glass (UTG).
Langkah Samsung dalam meningkatkan kapasitas produksi OLED untuk iPhone lipat merupakan indikasi kuat bahwa perangkat tersebut akan meluncur secara serius dan ambisius. Kolaborasi teknologi antara dua raksasa ini diharapkan memberikan pengalaman layar lipat terbaik dan membuka babak baru di industri smartphone.
