Samsung, yang telah menjadi pemimpin pasar TV global selama dua dekade berturut-turut dari segi pengiriman unit, menghadapi tantangan serius dari merek China, khususnya TCL. Pada Desember, data terbaru menunjukkan TCL berhasil menggeser posisi Samsung dalam pengiriman TV secara bulanan, menandai sebuah perubahan signifikan dalam lanskap pasar global.
Menurut laporan riset dari Counterpoint Research, TCL menguasai pangsa pasar global TV sebesar 16% pada Desember, sedangkan Samsung berada di posisi kedua dengan 13%. Meskipun demikian, Samsung masih memimpin dalam angka pengiriman kuartalan dan tahunan. Hal ini menegaskan bahwa TCL belum bisa disebut pemimpin pasar secara keseluruhan sampai mampu unggul dalam data tahunan.
Pertumbuhan TCL dan Tantangan bagi Samsung
Direktur Riset Counterpoint, Bob O’Brien, menjelaskan bahwa TCL sudah menunjukkan peningkatan konsisten sepanjang tahun. "Lonjakan pengiriman di akhir tahun mendorong TCL melewati Samsung pada bulan Desember," ujarnya. O’Brien menambahkan, pertumbuhan pengiriman TCL terus berkembang secara tahunan, sementara pengiriman Samsung cenderung stagnan.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran strategi pasar antara kedua perusahaan. Samsung dan LG, sebagai dua pemain utama asal Korea Selatan, mengalihkan fokus dari TV LCD ke model OLED yang lebih mahal dan berkelas premium. Namun, segmentasi LCD yang ditinggalkan ini dengan cepat diisi oleh merek-merek China seperti TCL.
Segmentasi Pasar: LCD vs OLED
TV LCD memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan OLED, sehingga penjualan dalam volume besar lebih memungkinkan. TCL memanfaatkan celah ini dengan agresif, yang memperkuat angka pengirimannya secara global. Pergeseran jenis produk ini mendorong persaingan yang semakin ketat di pasar LCD, di mana Samsung tidak lagi mengambil porsi dominan.
Akan tetapi, jika dilihat dari segi pendapatan dan laba, situasinya mungkin berbeda. Produk OLED yang berharga lebih tinggi berpotensi memberikan margin keuntungan lebih besar bagi Samsung, dibandingkan penjualan volume tinggi dari segmen LCD yang berbiaya lebih rendah.
Potensi Kerjasama TCL dan Sony
TCL juga dikabarkan tengah memperkuat posisi di segmen premium melalui kemitraan dengan Sony. Aliansi ini memungkinkan TCL untuk memasuki pasar TV premium yang selama ini didominasi oleh merek Korea dan Jepang, sehingga menyajikan tantangan baru bagi Samsung.
Dengan strategi tersebut, TCL berpotensi meningkatkan daya saingnya tidak hanya dalam jumlah penjualan, tetapi juga dalam segmen premium yang menghasilkan keuntungan lebih tinggi. Hal ini dapat mengubah dinamika persaingan di industri TV global dalam beberapa tahun ke depan.
Perkembangan Pasar dan Tren Industri
Perubahan preferensi konsumen terhadap teknologi TV menuntut produsen untuk terus berinovasi. Samsung yang selama ini fokus pada OLED sedang menghadapi tekanan dari produsen China yang memilih menggarap pasar volume dengan LCD yang lebih ekonomis. Di sisi lain, strategi TCL yang menggabungkan produk volume tinggi dan penetrasi ke premium memberi mereka kekuatan baru.
Data ini memberikan gambaran bahwa persaingan di pasar TV global kini jauh lebih ketat dan dinamis. Keberhasilan TCL menyalip Samsung dalam pengiriman bulanan menjadi indikator bahwa dominasi lama dapat terus tergeser oleh pemain baru yang adaptif.
Tabel Perbandingan Pangsa Pasar Pengiriman TV Bulanan Desember
| Merek TV | Pangsa Pasar (%) |
|---|---|
| TCL | 16 |
| Samsung | 13 |
| Lainnya | 71 |
Data di atas menunjukkan TCL mampu mendahului Samsung dalam pengiriman bulanan, namun posisi tahunan masih belum berubah. Hal ini menunjukkan peluang dan tantangan tersendiri pada persaingan di industri.
Pemantauan tren pengiriman kuartalan dan tahunan akan menjadi kunci untuk melihat apakah TCL mampu mempertahankan dan memperluas keunggulannya atas Samsung. Tahun 2026 diperkirakan menjadi tahun yang menentukan dalam persaingan pangsa pasar TV global.
Perubahan strategi dan kemitraan yang dijalankan TCL juga wajib diperhatikan sebagai faktor krusial yang dapat mengubah peringkat pasaran TV dunia. Sementara Samsung harus beradaptasi untuk mempertahankan posisinya dalam menghadapi gempuran kompetitor baru tersebut.



