Oppo Terus Turun di Asia Tenggara, Dari Raja Smartphone Indonesia ke Posisi Terancam, Apa Sebab di Balik Kehilangan Tahta?

Pasar smartphone di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu merek yang dulu mendominasi, Oppo, kini terus mengalami penurunan pangsa pasar. Data dari Omdia menunjukkan penurunan ini tidak hanya berlangsung di Indonesia, tapi juga di berbagai negara tetangga dalam kawasan tersebut.

Menurut laporan Omdia untuk kuartal ketiga tahun 2025, pasar smartphone Asia Tenggara turun sebesar 1 persen dengan total pengiriman mencapai 25,6 juta unit. Penurunan ini tercatat sebagai kuartal ketiga berturut-turut yang mengalami kontraksi tahunan. Di tengah kondisi pasar yang menantang, Samsung tetap memimpin dengan pengiriman 4,6 juta unit atau pangsa pasar 18 persen di kawasan tersebut.

Transsion, yang memiliki merek Infinix, Tecno, dan Itel, juga mempertahankan posisi kuat dengan pengiriman 4,6 juta unit dan pangsa pasar 18 persen, menunjukkan pertumbuhan moderat setiap tahunnya. Xiaomi menduduki posisi ketiga dengan 4,3 juta unit dan pangsa pasar 17 persen, didukung oleh keberhasilan seri POCO, khususnya model entry-level yang baru diluncurkan.

Sementara itu, Oppo berada di peringkat keempat dengan pengiriman 3,8 juta unit dan pangsa pasar 15 persen. Ini menandai penurunan signifikan jika dibandingkan masa lalu ketika Oppo bisa menguasai pasar Indonesia dan wilayah sekitar. Penyebab utama penurunan tersebut adalah melemahnya permintaan dan koreksi pada saluran distribusi yang dilakukan Oppo.

Penurunan Oppo di Pasar Indonesia dan Asia Tenggara

Di Indonesia, yang dulu menjadi pasar utama Oppo, posisi merek ini kini menurun ke posisi ketiga bahkan keempat jika dihitung dengan gabungan merek Transsion. Hal ini juga dialami di negara seperti Filipina dan Vietnam, di mana Oppo menduduki posisi keempat di bawah merek seperti Samsung, Xiaomi, dan Transsion. Di Malaysia, Oppo berada di posisi kelima di bawah Xiaomi, Samsung, Honor, dan Vivo. Hanya di Thailand Oppo masih mempertahankan posisi kedua, tepat di bawah Samsung.

Situasi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi Oppo dalam mempertahankan relevansi di pasar yang sangat kompetitif. Le Xuan Chiew, Manajer Riset di Omdia, menyebutkan bahwa produk Oppo tampak mirip dengan Vivo, di mana keduanya lebih memprioritaskan nilai dibandingkan volume penjualan. Sebaliknya, merek-merek seperti HONOR dan Xiaomi fokus pada peningkatan volume untuk memperluas penetrasinya secara agresif.

Faktor Penyebab Tergerusnya Pangsa Pasar Oppo

Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan Oppo di pasar Asia Tenggara antara lain:

  1. Strategi Produk yang Kurang Diferensiasi
    Produk Oppo dianggap kurang memiliki keunikan yang membedakan dengan merek pesaing, terutama Vivo yang memiliki kemiripan segmentasi harga dan fitur.

  2. Persaingan Ketat dari Pesaing yang Agresif
    Xiaomi dan HONOR mengutamakan volume dan penetrasi pasar dengan menawarkan produk entry-level yang menarik lebih banyak konsumen.

  3. Perubahan Preferensi Konsumen
    Konsumen di kawasan ini kini lebih memilih merek yang menawarkan nilai lebih dengan harga lebih kompetitif, sekaligus teknologi yang inovatif.

  4. Koreksi pada Saluran Distribusi
    Oppo melakukan penyesuaian distribusi yang berdampak pada penurunan jumlah pengiriman unit di pasar utama.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Walaupun mengalami penurunan, Oppo masih memiliki peluang untuk bangkit dengan menyesuaikan strategi bisnisnya. Pengembangan produk yang lebih inovatif dan penyesuaian harga menjadi kunci utama. Selain itu, peningkatan saluran distribusi yang efisien dan kampanye pemasaran yang tepat sasaran dapat menjadi faktor penting dalam memulihkan posisi Oppo di pasar Asia Tenggara.

Performa Oppo yang fluktuatif di kawasan ini juga mencerminkan bagaimana dinamisnya pasar smartphone saat ini. Merek harus terus berinovasi dan memahami kebutuhan konsumen agar mampu bertahan dan tumbuh dalam kondisi kompetisi yang sangat ketat. Data Omdia ini memberikan gambaran jelas bahwa tanpa langkah strategis tepat, Oppo akan terus tergerus.

Perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada bagaimana Oppo menanggapi tantangan ini dan merancang strategi bisnis baru. Pengamat pasar juga mengamati bahwa fokus pada segmen yang tepat dan perbaikan produk menjadi hal penting untuk mengembalikan posisi dominan Oppo di pasar smartphone Asia Tenggara.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: selular.id
Exit mobile version