Memaksa Perubahan Industri Chip, Prosesor Universal Ubitium Pilih Samsung dan Tantang Dominasi Arm

Ubitium, sebuah startup asal Jerman yang bergerak di bidang semikonduktor, mengambil langkah penting dengan memilih Samsung sebagai mitra manufaktur chip universal berbasis RISC-V. Langkah ini menandakan kemitraan strategis antara inovasi Eropa dan kekuatan manufaktur Asia, serta menjadi tonggak baru dalam lanskap industri chip global.

Startup ini telah menyelesaikan tahap tape-out untuk UB410, chip universal pertamanya, menggunakan teknologi proses 8nm milik Samsung Foundry. Dalam industri semikonduktor, tahap tape-out berarti desain chip telah selesai dan siap dikirim ke pabrik untuk diproduksi, menandai transisi dari pengembangan ke proses fabrikasi.

Inovasi Chip Universal Ubitium

Ubitium mengklaim telah merancang prosesor universal pertama di dunia berbasis arsitektur terbuka RISC-V. Desain ini dirancang sebagai solusi pengganti banyak prosesor khusus yang saat ini umum digunakan dalam sistem embedded modern, seperti pada otomotif dan industri elektronik lainnya. Menurut data industri, sebuah mobil modern rata-rata menggunakan lebih dari 200 chip berbeda yang menjalankan perangkat lunak dan alat pengembangan sendiri-sendiri.

Keberadaan banyak prosesor ini menyebabkan kompleksitas sistem dan eskalasi biaya pengembangan. Ubitium menawarkan solusi dengan satu prosesor universal yang bisa menggantikan sejumlah chip khusus, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, menyederhanakan rantai pasok, serta menurunkan biaya integrasi.

Keunggulan Platform RISC-V

Arsitektur RISC-V menjadi fondasi utama prosesor Ubitium. RISC-V, sebagai standar terbuka, memungkinkan pengembang chip untuk bebas royalti dan lisensi. Hal ini berbeda dengan arsitektur lain seperti Arm, yang mengenakan biaya lisensi. Dengan RISC-V, startup seperti Ubitium dapat menekan biaya pengembangan dan menawarkan fleksibilitas lebih dalam berinovasi.

Chip ini mampu menjalankan sistem operasi Linux dan RTOS secara bersamaan, serta dapat memproses audio dan sinyal radar secara real time. Keunggulan lain dari UB410 adalah kemampuannya menjalankan jaringan saraf (neural networks) langsung di perangkat (edge AI), cocok untuk beban kerja kecerdasan buatan di perangkat IoT dan otomotif cerdas.

Proses Pengembangan dan Target Produksi

Tahap tape-out UB410 telah tuntas pada Desember. Proses ini menjadi validasi bahwa desain mereka siap diproduksi secara fisik. Ubitium telah menargetkan tape-out berikutnya dalam tahun ini, dengan rencana produksi massal pada tahun 2027.

Proses ini berlangsung menggunakan node 8nm milik Samsung, salah satu perusahaan semikonduktor terbesar dunia yang juga baru saja mempelopori produksi massal chip 2nm. Kerja sama ini mempertegas kepercayaan startup Eropa terhadap kualitas manufaktur Samsung.

Pernyataan Petinggi Ubitium dan Samsung

Martin Vorbach, CTO Ubitium, menyampaikan bahwa keberhasilan tape-out ini membuktikan visi jangka panjang mereka di bidang teknologi chip. Vorbach menilai arsitektur lama yang menjadi andalan industri embedded kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan tugas kerja modern yang semakin kompleks. Menurutnya, konsolidasi arsitektur bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan pada era perangkat lunak yang mendefinisikan hardware.

Sementara itu, Taejoong Song, Vice President dan Head of the Foundry Technology Planning Team Samsung Electronics, mengonfirmasi bahwa tren menuju komputasi yang dapat dikonfigurasi ulang semakin cepat. Samsung merasa bangga bisa memproduksi silicon pertama untuk Ubitium, yang dianggap sejalan dengan arah masa depan sistem embedded.

Implikasi dan Prospek Masa Depan

Konsep prosesor universal seperti UB410 berpotensi membawa perubahan besar dalam industri, termasuk otomotif, perangkat pintar, dan berbagai sistem IoT. Dengan mengurangi jumlah prosesor khusus, perusahaan dapat memangkas waktu pengembangan, mengefisienkan perangkat, dan meningkatkan kemampuan AI tanpa tergantung pada ekosistem tertutup.

Keputusan Ubitium memilih Samsung juga memberikan sinyal penting bagi startup teknologi di Eropa agar lebih terbuka memilih mitra dari Asia untuk produksi tingkat lanjut. Dengan rencana produksi massal pada 2027, pasar kini menantikan kiprah lanjutan Ubitium di tengah persaingan ketat antara platform RISC-V, Arm, dan arsitektur lain di era baru komputasi universal.

Source: www.sammobile.com

Terkait