
Samsung memperkuat posisinya di bisnis semikonduktor global dengan mendapatkan kepercayaan dari Ubitium, sebuah startup asal Jerman. Ubitium memilih Samsung untuk memproduksi prosesor universal berbasis arsitektur RISC-V menggunakan teknologi manufaktur 8 nanometer. Pengembangan desain chip atau tape-out ini telah diselesaikan pada akhir tahun lalu.
Kolaborasi ini menjadi momentum penting di tengah stagnasi kinerja foundry Samsung yang sempat mengalami penurunan. Meski fokus banyak pesaing mengarah ke proses manufaktur terbaru seperti 2nm, teknologi 8nm milik Samsung tetap diminati untuk berbagai aplikasi industri yang membutuhkan efisiensi, kestabilan, dan biaya produksi lebih rendah. Utilitas pabrik Samsung diperkirakan akan meningkat hingga 60% pada paruh pertama tahun depan, sejalan dengan permintaan dari klien-klien besar dan startup inovatif seperti Ubitium.
Langkah Strategis Ubitium dalam Pengembangan Prosesor Universal
Ubitium secara resmi mengumumkan bahwa desain prosesor universal milik mereka telah selesai dan siap untuk tahap produksi massal setelah tape-out di pabrik Samsung. Dalam industri semikonduktor, tahap tape-out menandakan seluruh tahapan desain chip telah rampung, sehingga chip siap diproduksi secara fisik. Komponen utama pada chip Ubitium mencakup Universal Processing Array yang dapat dikonfigurasi ulang secara runtime, serta interface memori LPDDR5 untuk mendukung performa tinggi.
Menurut pihak Ubitium, produksi massal direncanakan mulai dilakukan pada dua tahun mendatang, dengan satu tahap tape-out tambahan direncanakan pada tahun ini. ADTechnology, mitra yang ikut mendukung Ubitium dari sisi eksekusi backend, menegaskan bahwa disiplin eksekusi pada tahapan pengujian waktu, konsumsi daya, dan proses signoff sangat penting agar chip dapat memenuhi standar mutakhir.
Manfaat Prosesor Universal Berbasis RISC-V
Konsep utama yang diusung oleh Ubitium adalah menyederhanakan arsitektur komputasi dalam sistem tertanam seperti robot, drone, serta mesin-mesin industri. Umumnya, perangkat semacam ini memanfaatkan beberapa prosesor khusus dengan perangkat lunak dan ekosistem terpisah. Prosesor universal RISC-V dari Ubitium diharapkan mampu menggantikan beberapa chip sekaligus dalam satu solusi terpadu. Hal ini dapat memangkas biaya produksi dan menekan kompleksitas sistem.
Chip Ubitium didasarkan pada arsitektur open-source RISC-V. Prosesor ini dapat menjalankan sistem operasi Linux maupun RTOS secara bersamaan. Keunggulan lain adalah kemampuannya memproses data radar serta sinyal audio secara real time, sekaligus menjalankan beban kerja kecerdasan buatan langsung di perangkat (AI at the edge). Dengan fitur ini, tidak diperlukan lagi akselerator tambahan atau coprocessor terpisah, sehingga perangkat bisa menjadi lebih ringkas dan efisien.
Peran Penting Proses 8nm dan Permintaan Pasar
Teknologi 8nm milik Samsung meski bukan yang paling canggih saat ini, masih sangat relevan untuk produk-produk dengan siklus hidup panjang dan kebutuhan stabilitas tinggi. Beberapa alasan mengapa proses 8nm tetap diminati:
- Biaya produksi lebih kompetitif untuk skala besar.
- Dukungan infrastruktur dan ekosistem desain yang matang.
- Ketersediaan kapasitas produksi dan waktu tunggu lebih pendek dibanding node lebih baru.
- Keandalan tinggi untuk aplikasi industri dan otomotif.
Kebijakan Samsung untuk tetap menawarkan node-node lama sejalan dengan kebutuhan pasar, khususnya bagi startup dan perusahaan yang membutuhkan solusi fleksibel dan biaya rendah untuk mengembangkan produk inovatif.
Dampak pada Lanskap Industri Semikonduktor Global
Kerjasama antara Samsung dan Ubitium menandai pergeseran tren di mana efisiensi manufaktur dan fleksibilitas desain mengimbangi perlombaan menuju node terkecil. Dengan prosesor universal RISC-V, Ubitium memberi alternatif baru untuk pelaku industri yang ingin mengurangi ketergantungan pada banyak chip khusus.
Pihak Samsung optimis proyek ini akan menarik lebih banyak klien dari bidang otomotif, otomasi industri, hingga robotika, sekaligus memperkuat utilisasi fasilitas manufaktur mereka di masa mendatang. Pengembangan ini juga menggambarkan pentingnya kolaborasi lintas negara dan integrasi teknologi baru seperti open-source RISC-V dalam mempercepat transformasi digital.
Seiring roadmap menuju produksi massal pada dua tahun mendatang, pemain industri dan konsumen diperkirakan akan melihat proliferasi chip universal yang lebih hemat biaya, fleksibel, dan mudah dikustomisasi sesuai kebutuhan berbagai segmen pasar. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem produk-produk cerdas yang semakin berkembang pesat di seluruh dunia.
Source: sammyguru.com








