Strategi Vivo Hadirkan V70 Series untuk Menang di Pasar Smartphone Mid-Range Rp7 Jutaan

Author: Qoo Media

Vivo menghadapi persaingan ketat di segmen smartphone mid-range dengan mengandalkan seri V70 sebagai andalan utama. Seri ini membawa pendekatan ‘flagship-feel’ yang mengintegrasikan pengalaman teknologi kelas premium ke dalam harga sekitar Rp7 juta ke atas.

Strategi tersebut bertujuan memberikan diferensiasi pada produk Vivo yang berkompetisi di pasar sangat kompetitif saat ini. Product Manager Vivo Indonesia, Fendy Tanjaya, menyatakan bahwa persaingan di harga Rp6 juta ke atas semakin sengit, sehingga fitur premium perlu dihadirkan agar produk tetap menarik dan kompetitif.

Persaingan Ketat di Pasar Mid-Range

Beberapa produsen lain juga agresif meluncurkan smartphone di segmen yang sama. OPPO misalnya, menghadirkan Reno 15 dengan layar AMOLED 120 Hz dan kamera unggul. Xiaomi memperkuat lini Redmi Note 15 Pro+ dengan kamera 200 MP OIS dan baterai besar. Huawei Nova 14 Pro menawarkan layar LTPO OLED 120 Hz, sedangkan Poco F7 diposisikan sebagai “flagship killer” dengan Snapdragon kelas atas.

Dalam konteks ini, Vivo berusaha memahami kebutuhan konsumen dengan membawa fitur-fitur premium ke V70 Series. Fitur seperti telephoto zoom dan AI Stage Mode yang sebelumnya eksklusif di flagship X Series kini tersedia di V70. Selain itu, teknologi pemindai sidik jari ultrasonik generasi terbaru turut meningkatkan kenyamanan pengguna.

Fokus pada Desain dan Produktivitas

Desain menjadi salah satu keunggulan yang disorot Vivo pada lini V70. Fendy menyebut bahwa material metal dan desain yang premium membuat perangkat ini terlihat dan terasa eksklusif, mendekati level flagship. Hal ini penting untuk menyasar segmen pekerja profesional atau white collar yang menginginkan perangkat dengan performa dan tampilan mendukung aktivitas sehari-hari.

Vivo menargetkan perangkat ini untuk pekerja dengan posisi supervisor hingga manajer yang membutuhkan produktivitas dengan fitur Drag & Go dan Vivo Office Kit pada sistem operasi OriginOS. Varian V70 FE lebih fokus untuk pengguna muda yang aktif di media sosial dan konten digital.

Potensi Pasar Kelas Menengah di Indonesia

Indonesia masih dianggap pasar yang potensial untuk smartphone mid-range. Besarnya populasi kelas menengah yang ingin merasakan fitur premium dengan harga terjangkau menjadi peluang besar. Fendy menegaskan bahwa walau kondisi ekonomi sedang menantang, minat terhadap smartphone dengan pengalaman seperti flagship tetap tinggi.

Menurutnya, banyak pengguna berharap memiliki perangkat premium namun dengan budget terbatas. Oleh sebab itu, smartphone kelas menengah dengan fitur flagship seperti V70 memiliki posisi yang strategis dan relevan.

Fokus Pengembangan Vivo ke Depan

Vivo akan terus menyasar dua aspek utama dalam pengembangan produk kelas menengah, yaitu inovasi kamera dan desain. Kedua aspek ini selama ini sudah menjadi identitas dan keunggulan lini V Series baik di pasar global maupun di Indonesia.

Posisi Vivo di Pasar Indonesia

Meski menghadirkan inovasi, posisi Vivo di pasar Indonesia masih tertinggal dari beberapa kompetitor besar. Data Canalys pada kuartal I/2025 menunjukkan Xiaomi memimpin dengan 19,5%, diikuti Transsion, Oppo, Samsung, dan Vivo di posisi kelima dengan pangsa pasar 15,7%.

Laporan Counterpoint pada kuartal III/2025 juga mencatat Samsung berada di posisi teratas dengan 20%, disusul Xiaomi dan Oppo. Vivo berada di posisi empat atau lima bersama Infinix, dengan catatan kurang agresif dibanding pesaing seperti Samsung dan Xiaomi. Kondisi ini menjadi tantangan bagi Vivo untuk terus berinovasi dan memperkuat posisinya di pasar mid-range.

Dengan menghadirkan V70 Series yang mengusung pengalaman flagship dalam harga terjangkau, Vivo berusaha merebut minat konsumen yang mendambakan performa dan desain premium tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Strategi ini diperkirakan akan memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan Vivo di segmen smartphone mid-range di Indonesia yang semakin dinamis.

Baca selengkapnya di: teknologi.bisnis.com
Terbaru