Samsung Browser dilaporkan akan menerima sejumlah peningkatan besar bersama One UI 9. Fitur yang paling mencuri perhatian adalah mode multitasking berbasis multi-window, dukungan AI lewat fitur Ask AI, dan satu opsi baru bernama Enable Cross Device Resume.
Informasi ini penting karena Samsung Browser masih menjadi salah satu alternatif populer di Android, terutama di perangkat Galaxy. Browser ini terpasang bawaan di ponsel dan tablet Samsung, serta juga tersedia gratis di Google Play Store untuk pengguna Android lain.
Menurut data yang dikutip dari artikel referensi, Google Chrome masih mendominasi pasar browser global dengan sekitar 3,83 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Chrome juga disebut menguasai pangsa penggunaan seluler sekitar 68-69 persen, dan bahkan mencapai 89 persen di Android.
Di tengah dominasi tersebut, Samsung Browser tetap punya posisi kuat berkat integrasi sistem dan fitur tambahan yang tidak selalu ada di browser lain. Dukungan kustomisasi yang luas dan fitur ekstensi menjadi salah satu nilai jual yang membuatnya relevan bagi pengguna Galaxy.
Multitasking browser makin dekat
Laporan menyebut Samsung Browser akan segera mendukung pengalaman penjelajahan multi-window dan split-screen. Fitur ini memungkinkan pengguna membuka dua jendela browser aktif secara bersamaan, sehingga dua situs bisa dipantau tanpa harus bolak-balik antar tab.
Fitur seperti ini sangat berguna untuk aktivitas harian yang sering dilakukan di ponsel layar besar. Misalnya, pengguna dapat membuka halaman belanja di satu sisi sambil membandingkan ulasan produk di sisi lain.
Pada perangkat dengan layar lebih luas, kemampuan ini disebut bisa lebih jauh lagi. Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan Android Authority, perangkat seperti Galaxy Z Fold 7 bahkan dapat menampilkan tiga jendela Samsung Browser yang aktif secara bersamaan.
Kemunculan fitur ini sejalan dengan tren Android yang makin menekankan produktivitas di layar besar. Artikel referensi juga mencatat bahwa Chrome versi Android sudah lebih dulu memiliki pendekatan serupa, sehingga kemungkinan fitur Samsung ini bukan perubahan yang sepenuhnya terikat pada antarmuka One UI saja.
Ask AI disebut lebih dalam dari sekadar fitur browser
Selain multitasking, Samsung Browser juga dilaporkan akan membawa fitur Ask AI. Dari informasi awal yang beredar, fitur ini diduga ditenagai oleh Perplexity dan bekerja dengan cara membaca konteks halaman yang sedang dibuka untuk memberi jawaban serta saran yang relevan.
Konsepnya bukan hanya memindai teks yang tampak di layar. Berdasarkan laporan dan video yang sempat diuji oleh SammyGuru, AI ini disebut terintegrasi langsung ke browser dan dapat menarik data dari aktivitas penjelajahan secara lebih mendalam.
Artinya, sistem bisa memahami isi halaman, riwayat penjelajahan, dan mungkin informasi lain yang terkait dengan konteks browsing. Di sisi lain, pendekatan seperti ini langsung memunculkan pertanyaan soal privasi dan pengelolaan data pengguna.
Dalam video yang dirujuk artikel sumber, terlihat ada toggle untuk mengatur berapa lama data aktivitas disimpan. Detail ini menunjukkan Samsung tampaknya menyiapkan kontrol tertentu agar pengguna bisa mengelola jejak data yang dipakai AI.
Jika diterapkan dengan benar, Ask AI dapat menjadi pembeda penting bagi Samsung Browser. Fitur ini berpotensi membantu pengguna merangkum artikel, menjawab pertanyaan tentang halaman yang dibuka, atau memberi saran lanjutan tanpa perlu berpindah ke aplikasi lain.
Cross Device Resume masih misterius
Satu fitur lain yang ikut ditemukan dalam versi bocoran Samsung Browser adalah Enable Cross Device Resume. Hingga kini, opsi tersebut disebut belum menunjukkan fungsi yang benar-benar aktif, tetapi namanya memberi petunjuk tentang arah pengembangan Samsung.
Secara sederhana, fitur ini diduga akan memungkinkan sesi browsing berpindah cepat dari satu perangkat ke perangkat lain. Pengguna bisa saja meneruskan halaman atau bahkan seluruh sesi penjelajahan dari ponsel ke tablet atau perangkat lipat tanpa harus membuka ulang secara manual.
Masih belum jelas bagaimana fitur ini akan dibedakan dari Continue on other device yang sudah lebih dulu ada di ekosistem Samsung. Karena itu, fungsi finalnya masih perlu ditunggu saat versi beta atau rilis resminya tersedia.
Jadwal kemunculan One UI 9
Program beta One UI 9 diperkirakan dimulai pada Mei. Menurut laporan yang sama, gelombang awal akan hadir lebih dulu untuk lini Galaxy S26, lalu menyusul ke seri Galaxy S25.
Versi final One UI 9 disebut ditargetkan siap hadir bersama Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8 pada musim panas. Jika jadwal itu tidak berubah, maka Samsung Browser kemungkinan menjadi salah satu aplikasi sistem yang paling banyak mendapat sorotan karena membawa perubahan nyata untuk produktivitas dan pengalaman AI di perangkat Galaxy.
Berikut ringkasan fitur yang dilaporkan hadir:
- Multi-window untuk membuka beberapa jendela browser aktif.
- Split-screen browsing untuk memantau dua situs sekaligus.
- Ask AI untuk memahami konten halaman dan memberi jawaban.
- Opsi kontrol durasi penyimpanan data aktivitas AI.
- Enable Cross Device Resume untuk melanjutkan sesi di perangkat lain.
Bila semua fitur ini benar-benar dirilis, Samsung Browser akan bergerak lebih jauh dari sekadar aplikasi penjelajah web bawaan. Browser ini akan makin menonjol sebagai pusat multitasking, AI, dan kesinambungan lintas perangkat di ekosistem Galaxy.
Source: www.gsmarena.com