India sedang menyiapkan skema insentif baru untuk manufaktur ponsel setelah program Production Linked Incentive atau PLI berakhir pada akhir Maret. Kebijakan lanjutan ini dinilai penting untuk menjaga laju ekspansi produksi smartphone di negara tersebut, terutama ketika rantai pasok global perlahan bergeser dari China.
Laporan Reuters menyebut pemerintah India tengah merancang format baru subsidi bagi industri ponsel yang kemungkinan mulai berlaku pada April. Arah kebijakan ini diperkirakan tidak lagi hanya mengejar kenaikan output domestik, tetapi juga memberi bobot lebih besar pada ekspor dan penggunaan komponen buatan lokal.
Fokus baru setelah PLI berakhir
Program PLI untuk smartphone diperkenalkan pada masa pandemi sebagai bagian dari strategi “Make in India”. Skema ini memberikan insentif keuangan berdasarkan pertumbuhan produksi tambahan, dengan tujuan menarik investasi produsen elektronik global dan pemasok mereka.
Nilai program ini dilaporkan mencapai sekitar $21 billion atau sekitar Rs 175,000 crore. Dalam beberapa tahun berjalan, PLI menjadi salah satu fondasi utama yang mendorong merek besar seperti Apple dan Samsung memperluas kapasitas produksi mereka di India.
Reuters melaporkan bahwa rancangan kebijakan baru bisa menjadi fase kedua dari strategi manufaktur smartphone India. Jika pada fase awal penekanannya ada pada peningkatan produksi lokal, fase berikutnya diperkirakan akan lebih erat mengaitkan insentif dengan kinerja ekspor dan kandungan lokal.
Pendekatan ini mencerminkan perubahan prioritas pemerintah India. Negara itu kini tidak hanya ingin menjadi lokasi perakitan, tetapi juga memperdalam rantai pasok elektronik di dalam negeri.
Apa yang sedang dibahas pemerintah
Menurut Reuters, pejabat di Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India telah berkonsultasi dengan pelaku industri untuk merampungkan struktur kebijakan baru. Konsultasi ini menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga transisi agar tidak menimbulkan jeda setelah PLI resmi berakhir.
Ada dua unsur yang disebut berpotensi menjadi fokus utama. Pertama, subsidi yang lebih terkait langsung dengan pengiriman ke pasar luar negeri, dan kedua, insentif yang mendorong penggunaan komponen yang diproduksi di India.
Secara sederhana, arah baru ini dapat dibaca melalui poin berikut:
- Mendorong ekspor smartphone dalam skala lebih besar.
- Meningkatkan penggunaan komponen lokal dalam proses produksi.
- Memperkuat ekosistem pemasok dalam negeri.
- Mengurangi ketergantungan pada impor komponen tertentu.
Model seperti ini memberi manfaat ganda bagi India. Negara tersebut bisa memperbesar nilai tambah industri domestik sekaligus memperkuat posisi dalam rantai pasok global.
Dampak pada Apple, Samsung, dan produsen lain
Apple disebut sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dari dorongan manufaktur India dalam beberapa tahun terakhir. Produksi iPhone secara bertahap meningkat, sejalan dengan strategi diversifikasi perusahaan dari China ke negara lain di Asia.
Bloomberg sebelumnya melaporkan bahwa langkah “Made in India” Apple mencapai tonggak baru, dengan sekitar 25% iPhone global kini dirakit secara lokal. Angka itu menunjukkan India bukan lagi sekadar alternatif, tetapi sudah menjadi basis produksi strategis untuk produk bernilai tinggi.
Samsung juga berada pada posisi yang diuntungkan jika insentif baru benar-benar diberlakukan. Sebagai salah satu produsen ponsel terbesar di India, perusahaan ini berpotensi memanfaatkan skema baru untuk meningkatkan ekspor sekaligus memperluas integrasi rantai pasok lokal.
Bagi pemasok komponen, kebijakan lanjutan ini juga penting. Jika subsidi benar-benar dikaitkan dengan kandungan lokal, maka peluang investasi di sektor komponen, sub-rakitan, dan manufaktur pendukung akan ikut terbuka.
India makin sentral dalam peta produksi smartphone
Data yang dikutip Reuters menunjukkan skala pertumbuhan industri ini sudah sangat besar. India memproduksi ponsel senilai hampir $60 billion pada tahun fiskal 2024-2025, sementara ekspornya mencapai sekitar $21.7 billion.
Capaian itu menempatkan smartphone sebagai kategori ekspor terbesar India pada 2025. Bagi pemerintah, angka tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan industri yang agresif telah mengubah India dari pasar konsumsi besar menjadi pusat produksi dan ekspor.
Berikut gambaran singkatnya:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Nilai program PLI smartphone | $21 billion |
| Produksi ponsel India 2024-2025 | Hampir $60 billion |
| Ekspor ponsel India 2024-2025 | Sekitar $21.7 billion |
| Porsi iPhone global yang dirakit di India | Sekitar 25% |
Meski demikian, tantangan tetap ada. India masih perlu memperdalam industri komponen, memperbaiki efisiensi logistik, dan menjaga kepastian regulasi agar produsen global tidak hanya merakit, tetapi juga membangun basis pasok jangka panjang.
Jika kebijakan baru resmi berlaku pada April, maka itu akan menjadi penentu arah tahap berikutnya dari ambisi manufaktur India. Dengan fokus yang lebih kuat pada ekspor dan kandungan lokal, pemerintah tampaknya ingin memastikan pertumbuhan industri smartphone tidak berhenti setelah PLI berakhir, melainkan naik ke level yang lebih strategis dalam persaingan manufaktur global.
Source: gadgets.beebom.com