Samsung Dekati Pesanan Besar AMD, Pertemuan Lisa Su Bisa Ubah Peta Chip dan Memori

Author: Qoo Media

Samsung disebut berpeluang mengamankan pesanan besar dari AMD untuk dua lini bisnis sekaligus, yakni memori dan manufaktur chip. Prospek itu menguat setelah CEO AMD, Lisa Su, dilaporkan berkunjung ke Korea untuk membahas rantai pasok memori dan kerja sama produksi semikonduktor dengan Samsung Electronics.

Laporan Edaily menyebut agenda kunjungan itu dapat mencakup pertemuan dengan Vice Chairman Samsung Electronics, Jeon Young-hyun, yang memimpin divisi Semiconductor (DS). Lisa Su juga dilaporkan berpotensi bertemu Chairman Samsung Electronics, Lee Jae-yong, dalam rangkaian pembicaraan strategis tingkat tinggi.

Fokus pembicaraan: memori untuk AI dan manufaktur chip

Sumber industri yang dikutip media Korea menilai salah satu topik utama adalah kontrak pasokan jangka panjang untuk produk memori. Produk yang kemungkinan dibahas mencakup DRAM dan NAND flash, dua komponen penting untuk server AI, pusat data, dan perangkat komputasi berkinerja tinggi.

Pembahasan lain yang paling disorot adalah peluang pasokan HBM4 generasi keenam dari Samsung untuk akselerator AI terbaru AMD. Chip memori berbandwidth tinggi itu disebut dapat digunakan pada seri MI450, lini akselerator AI yang diposisikan untuk bersaing di pasar komputasi AI kelas atas.

HBM menjadi komponen krusial dalam perlombaan AI karena menentukan seberapa cepat data berpindah antara prosesor dan memori. Dalam beban kerja AI modern, ketersediaan HBM sering menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kemampuan chip utama itu sendiri.

Jika Samsung berhasil masuk lebih dalam ke rantai pasok AMD untuk HBM, dampaknya bisa signifikan bagi bisnis memori perusahaan. Hal itu juga akan memperkuat posisi Samsung di tengah persaingan ketat dengan pemasok memori AI lain, terutama pada segmen HBM yang kini menjadi salah satu area pertumbuhan tercepat di industri semikonduktor.

Peluang baru untuk Samsung Foundry

Selain memori, pembicaraan disebut dapat menyentuh kerja sama manufaktur chip. AMD dikabarkan membuka kemungkinan mengalihkan sebagian produksi chipnya ke Samsung Foundry, sebuah langkah yang dinilai penting bagi upaya Samsung memperkuat bisnis foundry di pasar global.

Samsung sebelumnya pernah memproduksi chip AMD dengan proses 14nm. Namun, menurut laporan referensi, nilai kontrak lama itu tidak tergolong besar dan tidak sebanding dengan kesepakatan berskala besar yang belakangan lebih sering menjadi tolok ukur pasar.

Bila AMD benar-benar menempatkan pesanan baru dalam jumlah besar, Samsung dapat memperoleh dorongan besar di bisnis foundry. Ini penting karena Samsung selama ini masih berupaya memperkecil jarak dengan TSMC, pemain dominan di industri manufaktur chip kontrak.

Salah satu sumber industri mengatakan, “Samsung dan AMD sedang mengoordinasikan rencana untuk mengungkap detail kolaborasi ini kepada publik.” Sumber yang sama menambahkan bahwa arti strategis Samsung Semiconductor berpotensi kembali menjadi sorotan bila kerja sama tersebut terealisasi.

Mengapa kerja sama ini penting bagi pasar

Nilai strategis kerja sama Samsung dan AMD tidak hanya terletak pada volume pesanan. Pasar juga melihatnya sebagai sinyal bahwa Samsung mulai mendapatkan kembali momentum di saat permintaan chip AI dan memori berkecepatan tinggi terus meningkat.

Bagi AMD, diversifikasi pemasok juga penting untuk mengurangi risiko gangguan pasokan. Dalam industri semikonduktor, ketergantungan pada terlalu sedikit mitra produksi atau memori dapat menghambat jadwal peluncuran produk, terutama saat permintaan AI sedang melonjak.

Bagi Samsung, kontrak dari AMD dapat membantu memperbaiki persepsi pasar terhadap kemampuan foundry-nya. Selama ini, Samsung berusaha menunjukkan bahwa mereka tetap relevan sebagai alternatif global selain TSMC, terutama untuk pelanggan besar yang membutuhkan kapasitas tinggi dan rantai pasok yang lebih beragam.

Dampak potensial untuk bisnis Samsung

Pengamat industri menilai pesanan chip dari AMD dapat mempercepat pemulihan unit foundry Samsung. Dalam laporan referensi disebutkan bahwa Samsung Foundry diperkirakan bisa kembali mencatat laba pada tahun depan, setelah mengalami kerugian sekitar 7 triliun won pada tahun lalu.

Sebelumnya, proyeksi pemulihan itu sudah terbantu oleh kontrak dengan Tesla. Jika AMD menambah pesanan substansial, prospek tersebut dinilai bisa membaik lagi karena dua faktor utama: peningkatan utilisasi pabrik dan validasi teknologi dari pelanggan chip kelas dunia.

Berikut area yang paling mungkin terdampak jika kesepakatan berjalan:

  1. Pasokan DRAM dan NAND untuk kebutuhan pusat data AMD.
  2. Peluang Samsung memasok HBM4 untuk akselerator AI seri MI450.
  3. Penambahan volume pesanan ke Samsung Foundry untuk sebagian produksi chip AMD.
  4. Penguatan posisi Samsung sebagai alternatif penting terhadap TSMC.

Apa yang perlu dicermati berikutnya

Pasar kini menunggu apakah pertemuan tingkat tinggi tersebut berujung pada pengumuman resmi. Jika detail kerja sama benar-benar dibuka ke publik, perhatian investor kemungkinan akan tertuju pada dua hal, yaitu skala pesanan memori dan node manufaktur chip yang dipilih AMD untuk Samsung.

Perkembangan ini juga akan menjadi indikator penting bagi arah persaingan di sektor AI hardware. Semakin besar porsi bisnis yang diberikan AMD, semakin kuat pula sinyal bahwa Samsung tidak hanya pulih di bisnis memori, tetapi juga mulai merebut kembali peran strategis di rantai pasok chip global.

Source: sammyguru.com
Terbaru