Gangguan serius dilaporkan menimpa sebagian laptop dan PC desktop Samsung setelah aplikasi Galaxy Connect bermasalah di Windows 11. Insiden ini membuat sejumlah pengguna tidak bisa membuka drive sistem, menjalankan aplikasi penting, atau melakukan tugas administratif dasar.
Microsoft mengonfirmasi aplikasi tersebut sempat ditarik sementara dari Microsoft Store setelah bug berat memicu error “C:\ is not accessible – Access denied”. Versi yang disebut stabil kini sudah dipublikasikan kembali, tetapi dampak pada sebagian perangkat sudah lebih dulu terjadi.
Bug Galaxy Connect memicu pembatasan akses sistem
Masalah ini bukan sekadar gangguan aplikasi biasa. Pada perangkat yang terdampak, sistem dapat menolak akses ke folder dan fungsi penting, sehingga penggunaan komputer terganggu secara luas.
Menurut keterangan Microsoft, bug dapat muncul saat pengguna menjalankan aktivitas rutin dan tidak memerlukan tindakan khusus untuk memicunya. Dalam beberapa kasus, pengguna bahkan tidak dapat menaikkan hak akses, mengumpulkan log, atau menghapus pembaruan yang diduga berkaitan dengan masalah.
Daftar aplikasi dan fungsi yang dilaporkan terdampak mencakup beberapa layanan inti yang umum dipakai setiap hari. Berikut yang disebut dalam laporan Microsoft:
- Outlook
- Office
- Quick Assist
- Utilitas sistem
- Browser web
Dampaknya menjadi besar karena error terjadi pada level akses sistem, bukan hanya pada satu aplikasi. Saat drive utama tidak bisa diakses normal, pekerjaan kantor, aktivitas belajar, dan proses pemulihan perangkat dapat ikut terhambat.
Windows 11 yang terdampak dan penjelasan dari Microsoft
Laporan awal muncul setelah sebagian pengguna memasang pembaruan keamanan Windows 11 KB5077181. Namun hasil investigasi Microsoft menyebut sumber masalah bukan berasal dari pembaruan bulanan Windows saat ini maupun sebelumnya.
Meski begitu, bug ini tetap terpantau memengaruhi perangkat yang menjalankan Windows 11 versi 24H2 dan 25H2. Penjelasan ini penting karena membantu membedakan antara korelasi waktu kejadian dan akar masalah teknis yang sebenarnya.
Dengan kata lain, kemunculan error terjadi setelah sebagian perangkat menerima update keamanan, tetapi Microsoft tidak menyebut update tersebut sebagai penyebab langsung. Fokus investigasi justru mengarah pada interaksi aplikasi Galaxy Connect dengan konfigurasi sistem tertentu di perangkat Samsung.
Model Samsung yang dilaporkan terdampak
Microsoft menyebut gangguan teramati pada beberapa Galaxy Book dan desktop PC Samsung tertentu. Tidak semua perangkat Samsung ikut terkena dampak, sehingga pengguna perlu mencocokkan model perangkat lebih dulu.
Berikut daftar model yang disebut terdampak:
| Kategori | Model |
|---|---|
| Galaxy Book 4 | NP750XGJ, NP750XGL, NP754XGJ, NP754XGK |
| Galaxy Book 3 | NP754XFG |
| Desktop Samsung | DM500SGA, DM500TDA, DM500TGA, DM501SGA |
Di sisi lain, perangkat yang lebih baru tampak aman dari bug ini. Microsoft menyebut Galaxy Book 5 dan Galaxy Book 6 sejauh ini tidak teridentifikasi terpengaruh.
Informasi tersebut memberi gambaran bahwa cakupan bug bersifat selektif. Hal ini sering terjadi pada masalah kompatibilitas perangkat lunak, terutama ketika aplikasi vendor berinteraksi dengan lapisan keamanan dan izin di sistem operasi.
Apa yang perlu dilakukan pengguna Samsung
Untuk pengguna yang memakai model terdampak, langkah paling aman adalah memeriksa apakah aplikasi Galaxy Connect masih menggunakan versi lama. Jika perangkat masih mengalami error akses pada drive C:, penanganan mandiri bisa menjadi sulit karena sebagian fungsi administratif ikut terkunci.
Microsoft menyatakan Samsung dan Microsoft sedang bekerja sama untuk mengembangkan serta memvalidasi perbaikan. Sementara proses itu berjalan, pengguna yang terdampak disarankan menghubungi dukungan Samsung untuk bantuan yang lebih spesifik sesuai model perangkat.
Jika komputer masih dapat masuk ke desktop, pengguna dapat mencoba memeriksa pembaruan aplikasi melalui Microsoft Store. Namun langkah ini hanya relevan bila sistem masih memberi akses yang cukup untuk membuka toko aplikasi dan memasang versi terbaru.
Bila perangkat tidak dapat menjalankan utilitas penting atau akses administrator ikut terblokir, opsi pemulihan bisa lebih terbatas. Dalam kondisi seperti itu, dokumentasi resmi dan bantuan teknis pabrikan menjadi jalur paling realistis untuk mengurangi risiko kerusakan lanjutan atau kehilangan akses data.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa aplikasi pendamping dari vendor perangkat dapat memengaruhi fungsi inti Windows saat terjadi bug pada izin atau integrasi sistem. Karena itu, pengguna perangkat Samsung yang menjalankan Windows 11 24H2 atau 25H2 perlu memantau pembaruan resmi dari Microsoft dan Samsung, terutama bila memakai Galaxy Book 3, Galaxy Book 4, atau desktop Samsung yang masuk daftar pengamatan.
Source: www.sammobile.com