Moto Watch Tangguh Dengan Baterai Super, Tapi Apakah Cukup Untuk Android Power User?

Author: Qoo Media

Moto Watch menghadirkan opsi smartwatch yang cukup menarik bagi pengguna Android yang mencari perangkat kebugaran dan jam tangan pintar terjangkau. Produk terbaru Motorola ini dipasarkan dengan harga $150 dan menawarkan keunggulan baterai tahan lama serta fitur pelacakan kesehatan yang komprehensif.

Desain Moto Watch mengusung bentuk bulat dengan bezel yang cukup tebal, memberikan nuansa kokoh dan elegan. Ukurannya mencapai 47 x 47 x 12 mm dengan berat 40 gram, lebih besar dan sedikit lebih berat dibandingkan Samsung Galaxy Watch 8 yang berukuran 42,7 x 40,4 x 8,6 mm dan 30 gram. Namun, bobot ekstra tersebut tidak mengganggu kenyamanan saat digunakan, baik untuk aktivitas olahraga maupun tidur.

Layar OLED berukuran 1,43 inci pada Moto Watch dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3. Lapisan ini efektif mengurangi risiko goresan pada layar berwarna-warni tersebut. Untuk mulai menggunakan perangkat, pengguna cukup mengunduh aplikasi Moto Watch di ponsel dan melakukan pairing dengan langkah mudah sehingga smartwatch siap dipakai dalam hitungan menit.

Ketangguhan perangkat ini juga didukung oleh sertifikasi tahan air dan debu IP68. Moto Watch dapat bertahan terhadap debu, cipratan air, dan sementara waktu terendam air tawar hingga kedalaman satu meter. Meski demikian, Motorola menyarankan untuk melepasnya saat berenang atau mandi guna menjaga daya tahan perangkat.

Navigasi di Moto Watch bersifat intuitif dengan gesture praktis. Mengusap layar ke bawah membuka panel pengaturan cepat, sementara mengusap ke atas menampilkan notifikasi. Menggeser ke kiri atau kanan memungkinkan pengaksesan widget seperti pedometer dan prakiraan cuaca. Tombol crown di sisi kanan atas menghadirkan akses ke mode olahraga, dial telepon, remote shutter kamera ponsel, serta aplikasi bawaan lainnya. Tombol khusus di bawahnya dapat disesuaikan untuk meluncurkan fitur favorit, secara default membuka mode olahraga.

Sistem operasi pada Moto Watch bukan Wear OS dari Google, melainkan sistem proprietary yang dikembangkan bersama Polar, brand khusus perangkat kebugaran. Sistem ini mengadopsi algoritma kesehatan Polar, sehingga fitur fitness dan pelacakan jadi andalan utama. Meski antar muka terlihat mirip dengan Wear OS terutama dari segi grid aplikasi, performa responsif dan navigasinya cukup bersih dan mudah dipahami.

Daya tahan baterai memang jadi salah satu keunggulan utama Moto Watch. Dalam pengujian selama lima hari, baterai masih bertahan sampai 49%. Motorola menyatakan jam tangan pintar ini mampu bertahan hingga 13 hari dalam sekali isi ulang, jauh melebihi rata-rata pesaing sekelas Galaxy Watch FE yang maksimal sekitar 30 jam. Perlu diketahui, tidak ada mode penghemat baterai khusus, sehingga pemakaian hemat tetap bergantung pada membatasi penggunaan fitur tertentu.

Fitur pelacakan kesehatan pada Moto Watch meliputi berbagai mode olahraga dengan hampir 100 jenis latihan yang bisa dipilih. Perangkat mampu merekam detak jantung puncak, kalori terbakar, hingga sumber energi yang digunakan tubuh selama beraktivitas. Data juga tersedia untuk treadmill dan olahraga kardio dengan informasi mendalam terkait kecepatan rata-rata, cadence, dan jarak tempuh.

Selain itu, fitur Nightly Recharge membantu menilai kualitas pemulihan tubuh saat tidur dengan analisis sederhana. Misalnya, data dapat menunjukkan apakah istirahat malam “terganggu” atau tidak. Sayangnya, fitur pendamping seperti panduan atau saran tidur masih terasa minim dan kurang mendalam, sehingga pengguna memerlukan instruksi yang lebih jelas untuk memaksimalkan manfaat.

Keterbatasan utama Moto Watch terletak pada sisi perangkat lunak dan penyimpanan. Tidak ada dukungan aplikasi pihak ketiga sehingga pengalaman pengguna jadi lebih terbatas dibanding smartwatch lain yang memakai Wear OS. Kapasitas penyimpanan hanya 512MB, cukup untuk menyimpan satu audiobook atau beberapa lagu saja. Karena tidak ada aplikasi streaming musik bawaan, pengunggahan file secara manual melalui aplikasi ponsel masih diperlukan.

Untuk membeli Moto Watch saat ini tersedia dalam warna Volcanic Ash (hitam) dengan pilihan tali jam universal 22mm sehingga pengguna bisa mengganti dengan opsi pihak ketiga. Walaupun berbagai fitur kebugaran dan kenyamanan penggunaan menjadi keunggulan, pengguna dengan kebutuhan fitur lebih kompleks mungkin menganggap perangkat ini kurang memadai dan bisa mempertimbangkan alternatif lain seperti Samsung Galaxy Watch FE dengan banderol yang sedikit lebih tinggi.

Moto Watch tetap menjadi pilihan kuat bagi pengguna Android yang ingin smartwatch dengan baterai tahan lama dan kemampuan pelacakan fitness lengkap, meskipun dengan fitur dasar dan penyimpanan terbatas. Kelebihannya di desain nyaman dan sistem operasi yang optimal untuk kebutuhan olahraga menjadi nilai tambah utama dari perangkat seharga $150 ini.

Terbaru