Polytron memanfaatkan panggung Indonesia Open 2026 untuk membawa pesan yang lebih besar dari sekadar kehadiran merek di arena olahraga. Melalui Polytron G3+ Series, perusahaan ini memperkenalkan dua skema yang langsung menyasar keraguan umum calon pengguna kendaraan listrik, yakni program buy back dan sewa baterai.
Langkah itu tampil menonjol karena diperkenalkan di salah satu turnamen bulutangkis paling bergengsi di Indonesia. Di ajang yang berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Polytron juga resmi dipercaya sebagai Official Electric Vehicle Partner.
Bagi pengunjung, kehadiran Polytron di Indonesia Open 2026 tidak berhenti pada tampilan produk. Perusahaan mengusung konsep “Beyond Badminton” yang menggabungkan olahraga, teknologi, dan hiburan dalam satu pengalaman di area acara.
Momentum ini memberi ruang bagi Polytron untuk mendekatkan kendaraan listrik kepada publik yang lebih luas. Alih-alih hanya berbicara soal spesifikasi dan teknologi, perusahaan memilih mengenalkannya lewat pengalaman langsung yang lebih mudah diterima pengunjung.
Fokus pada akses dan rasa aman
Salah satu sorotan utama adalah skema sewa baterai atau battery rental. Program ini dirancang agar konsumen bisa mendapatkan harga kendaraan yang lebih terjangkau, sekaligus memperoleh dukungan garansi baterai seumur hidup.
Selain itu, Polytron juga memperkenalkan Buy Back Guarantee. Melalui skema ini, kendaraan dijamin dapat dibeli kembali hingga 70 persen dari harga awal setelah pemakaian selama tiga tahun.
Dua program tersebut ditempatkan sebagai jawaban atas pertimbangan masyarakat yang masih menunda peralihan ke kendaraan listrik. Dengan biaya awal yang lebih ringan dan kepastian nilai jual kembali, Polytron mencoba membangun rasa aman di tahap pengambilan keputusan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa tantangan kendaraan listrik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kepercayaan konsumen. Karena itu, skema pembiayaan dan jaminan purna pakai menjadi bagian penting dari strategi pengenalan produk.
Tampil di turnamen kelas dunia
Indonesia Open 2026 menjadi panggung yang besar untuk langkah tersebut. Turnamen ini diikuti 248 atlet dari 22 negara dan memperebutkan total hadiah 1,45 juta dolar AS atau sekitar Rp23,6 miliar.
Ajang itu berlangsung hingga 7 Juni 2026 di Istora GBK. Skala internasional turnamen memberi eksposur yang kuat bagi merek yang ingin menempatkan diri dekat dengan publik nasional maupun tamu dari luar negeri.
Kehadiran Polytron sebagai mitra kendaraan listrik resmi juga memberi konteks yang berbeda. Posisi itu tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap penyelenggaraan acara, tetapi juga memperlihatkan upaya perusahaan menempatkan kendaraan listrik dalam ruang publik yang ramai dan relevan.
Di tengah atmosfer kompetisi kelas dunia, Polytron memilih membawa kendaraan listrik ke hadapan penonton dengan pendekatan yang lebih kasual. Ini membuat isu mobilitas masa depan terasa lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
Booth interaktif dan konsep sportstainment
Selama turnamen berlangsung, Polytron menghadirkan berbagai aktivitas di booth yang bisa diikuti pengunjung. Sejumlah tantangan interaktif seperti Speed Typing Challenge, Smash & Reflex Challenge, serta berbagai permainan berhadiah disiapkan untuk menarik perhatian penonton di lokasi.
Pendekatan ini memperkuat konsep sportstainment yang diusung perusahaan. Pengunjung tidak hanya datang untuk menonton pertandingan, tetapi juga diajak terlibat dalam aktivitas yang menghubungkan hiburan dengan pengenalan teknologi.
Suasana acara juga diperkuat dengan penampilan musisi Indonesia. Maliq & D’Essentials dan Marion Jola termasuk di antara nama yang turut memeriahkan area kegiatan selama Indonesia Open 2026.
Format seperti ini menunjukkan perubahan cara merek memperkenalkan teknologi kepada publik. Kendaraan listrik tidak lagi diposisikan semata sebagai produk teknis, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup dan pengalaman acara.
Bagian dari komitmen jangka panjang
General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, menyatakan partisipasi perusahaan dalam Indonesia Open 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan teknologi lebih dekat kepada masyarakat. Menurutnya, konsep sportstainment menjadi cara efektif untuk menghubungkan teknologi dengan pengalaman nyata yang bisa dirasakan langsung oleh pengunjung.
Diantika juga menempatkan langkah ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Polytron dalam membangun ekosistem kendaraan listrik nasional. Dengan kata lain, kehadiran di turnamen ini bukan agenda promosi sesaat, melainkan bagian dari strategi yang lebih luas.
Momentum tersebut hadir menjelang usia Polytron yang akan memasuki 51 tahun pada September mendatang. Di fase ini, perusahaan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain penting di industri kendaraan listrik Indonesia.
Melalui Polytron G3+ Series, perusahaan mencoba menunjukkan bahwa transformasi kendaraan listrik dapat hadir di ruang yang akrab bagi masyarakat. Di Indonesia Open 2026, pesan itu disampaikan lewat kombinasi pertandingan bulutangkis kelas dunia, hiburan, dan tawaran solusi kepemilikan yang lebih mudah diakses.
