Samsung menegaskan posisinya sebagai produsen display komersial terbesar di dunia. Berdasarkan data terbaru yang diumumkan perusahaan, Samsung menguasai 35,2 persen pasar display komersial global dan mengirimkan sekitar 2,5 juta unit.
Capaian itu juga memperpanjang rekor kepemimpinan Samsung selama 17 tahun berturut-turut di pasar digital signage dan commercial display. Posisi puncak ini disebut telah dipertahankan sejak perusahaan pertama kali menjadi nomor satu pada 2009.
Samsung masih dominan di pasar display komersial
Dominasi Samsung di segmen ini menunjukkan bahwa pasar display komersial masih sangat bergantung pada kombinasi skala produksi, inovasi visual, dan dukungan solusi untuk pelanggan bisnis. Di kategori ini, kebutuhan pelaku usaha berbeda dari pasar TV konsumen karena menuntut keandalan tinggi, kemudahan pengelolaan, dan efisiensi operasional.
Data pangsa pasar 35,2 persen memberi gambaran bahwa lebih dari sepertiga pasar global berada di tangan Samsung. Angka pengiriman 2,5 juta unit juga memperlihatkan kemampuan perusahaan dalam menjaga suplai untuk berbagai sektor, mulai dari ritel, perkantoran, transportasi, pendidikan, hingga ruang publik.
Menurut Samsung, pencapaian tersebut bukan hanya ditopang oleh perangkat keras. Perusahaan menilai keberhasilan ini datang dari pendekatan yang mengikuti perubahan kebutuhan pelanggan B2B.
Hyoung Jae Kim, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, mengatakan 17 tahun di puncak pasar display komersial merupakan hasil dari mendengarkan pelanggan bisnis dan berkembang bersama mereka. Ia juga menegaskan bahwa bisnis saat ini membutuhkan teknologi yang andal, mudah dikelola, dan siap menjawab kebutuhan berikutnya.
Produk baru disiapkan untuk berbagai kebutuhan bisnis
Untuk menjaga momentum, Samsung menyatakan akan meluncurkan lebih banyak display komersial dalam berbagai ukuran. Strategi ini penting karena kebutuhan instalasi digital signage sangat beragam, dari layar kecil untuk informasi produk hingga panel besar untuk ruang presentasi dan promosi imersif.
Salah satu produk yang disorot adalah Spatial Signage. Layar ini dirancang untuk menciptakan ilusi visual tiga dimensi, sebuah pendekatan yang makin relevan di sektor pemasaran karena mampu menarik perhatian audiens di area lalu lintas tinggi seperti pusat perbelanjaan dan ruang pamer.
Samsung juga menyiapkan beberapa model layar berukuran besar untuk fase berikutnya. Perusahaan mengungkap rencana menghadirkan display 105 inci QPDX-5K, 115 inci QHFX, dan 130 inci Micro RGB signage dengan model QPHX.
Daftar model yang diumumkan Samsung meliputi:
- 105 inci QPDX-5K
- 115 inci QHFX
- 130 inci Micro RGB signage QPHX
Kehadiran ukuran besar ini memperlihatkan fokus Samsung pada pengalaman visual premium di lingkungan komersial. Segmen seperti control room, ruang konferensi, studio, showroom, dan premium retail biasanya membutuhkan layar besar dengan ketajaman tinggi serta visibilitas optimal.
Fokus efisiensi energi dan material ramah lingkungan
Selain ukuran dan kualitas visual, Samsung juga menonjolkan aspek keberlanjutan pada jajaran barunya. Color E-Paper disebut hadir dengan bodi yang sangat tipis dan ringan, sekaligus mengonsumsi hampir tanpa daya listrik.
Karakter ini membuat Color E-Paper menarik untuk penggunaan signage statis atau konten yang tidak perlu berubah setiap saat. Dalam praktiknya, model seperti ini dapat membantu bisnis menekan konsumsi energi sambil tetap mempertahankan tampilan informasi yang jelas.
Samsung juga menyebut perangkat tersebut akan diproduksi dengan lebih banyak plastik daur ulang dan bio-resin berbasis fitoplankton. Langkah ini menandakan bahwa persaingan di industri display kini tidak hanya soal ukuran layar dan kualitas gambar, tetapi juga efisiensi material serta jejak lingkungan.
Makna posisi nomor satu bagi industri
Status sebagai pemimpin pasar selama 17 tahun berturut-turut memberi sinyal kuat tentang kestabilan bisnis Samsung di ranah B2B. Di pasar komersial, konsistensi kerap menjadi faktor kunci karena perusahaan pembeli biasanya mempertimbangkan umur produk, layanan purna jual, dan integrasi jangka panjang.
Bagi pasar global, dominasi Samsung juga menunjukkan bahwa permintaan digital signage tetap kuat meski kebutuhan sektor bisnis terus berubah. Perusahaan, institusi, dan pengelola ruang publik masih menjadikan display komersial sebagai alat utama untuk komunikasi visual, promosi, navigasi, dan pengalaman pelanggan.
Pernyataan Samsung tentang investasi berkelanjutan pada display dan solusi pendukung mengindikasikan arah persaingan berikutnya. Bukan hanya layar yang lebih besar atau lebih tajam, melainkan juga sistem yang lebih mudah dikelola dan mampu membantu mitra bisnis bekerja lebih efisien di berbagai jenis ruang.
