Lenovo Legion Go Fold Ubah Arti Konsol Genggam, Dilipat Saat Main Jadi Desktop Saat Dibuka

Lenovo kembali memancing perhatian pasar perangkat gim portabel lewat konsep Legion Go Fold. Perangkat ini mencuri sorotan karena memakai layar lipat yang membuatnya bisa dipakai sebagai konsol genggam, layar lebar untuk bermain, hingga komputer mini saat dihubungkan ke aksesori pendukung.

Konsep tersebut menunjukkan arah baru untuk kategori handheld gaming yang kini makin ramai. Bukan hanya mengejar performa, produsen juga mulai menawarkan fleksibilitas bentuk agar satu perangkat bisa menjalankan lebih banyak skenario penggunaan.

Layar lipat jadi pembeda utama

Data dari artikel referensi menyebut Lenovo Legion Go Fold memakai panel POLED fleksibel. Dalam posisi terlipat, ukuran layarnya sekitar 7,7 inci, lalu membesar menjadi 11,6 inci saat dibuka penuh.

Resolusi layar disebut berada di kisaran 2435 x 1712 piksel dengan refresh rate hingga 165Hz. Kombinasi ini penting untuk gim karena refresh rate tinggi biasanya memberi tampilan gerak yang lebih mulus, terutama pada game aksi dan kompetitif.

Pendekatan ini membuat Legion Go Fold berbeda dari handheld gaming biasa yang memakai layar berukuran tetap. Saat ringkas, perangkat tetap nyaman dibawa, tetapi saat dibuka, area visual menjadi jauh lebih luas untuk bermain, menonton, atau membuka beberapa jendela sekaligus.

Spesifikasi yang mengarah ke kelas premium

Berdasarkan referensi, Legion Go Fold ditenagai prosesor Intel Core Ultra 7 258V. Untuk grafis, perangkat ini memakai Intel Arc 140V integrated graphics, dipadukan dengan RAM 32GB LPDDR5X dan media simpan 1TB SSD PCIe Gen 4.

Sistem operasinya menggunakan Windows 11. Pilihan ini membuat Legion Go Fold berpotensi menjalankan ekosistem game PC yang lebih luas dibanding perangkat handheld berbasis sistem tertutup.

Artikel referensi juga menyebut baterainya berada di sekitar 48Wh. Lenovo disebut menyiapkan pengisian cepat melalui USB-C, meski durasi pakai riil tetap akan sangat bergantung pada jenis game, tingkat kecerahan layar, dan mode penggunaan.

Empat mode penggunaan yang disorot

Salah satu daya tarik terbesar perangkat ini adalah fleksibilitas pemakaian. Lenovo disebut menghadirkan empat mode utama yang memperluas fungsi perangkat di luar sekadar konsol genggam.

  1. Handheld Mode untuk bermain seperti konsol portabel biasa.
  2. Split Screen Mode untuk membuka game sekaligus panduan atau siaran.
  3. Horizon Mode untuk menikmati tampilan layar penuh yang lebih luas.
  4. Desktop Mode untuk dipasangkan dengan keyboard dan mouse.

Desktop Mode menjadi elemen yang paling menarik perhatian. Dalam skenario ini, Legion Go Fold tidak lagi hanya berperan sebagai konsol, melainkan mendekati fungsi PC mini untuk produktivitas ringan, browsing, hingga pengelolaan konten.

Kontroler lepas-pasang dan fitur tambahan

Referensi juga menyebut kontroler pada perangkat ini dapat dilepas dan dipasang kembali dalam beberapa posisi. Desain seperti ini membuka kemungkinan ergonomi yang lebih fleksibel, baik untuk bermain langsung maupun saat perangkat diletakkan di meja.

Pada sisi lain, kontroler kanan disebut memiliki layar kecil tambahan. Layar ini dapat menampilkan informasi seperti suhu perangkat dan penggunaan CPU, fitur yang biasanya disukai pengguna yang ingin memantau performa secara real time.

Potensi pasar dan tantangan

Pasar handheld gaming memang sedang tumbuh, termasuk di Indonesia. Kehadiran perangkat seperti Steam Deck dan ROG Ally telah memperlihatkan bahwa konsumen mulai terbuka pada konsol portabel yang mampu menjalankan game PC.

Dalam konteks itu, Legion Go Fold punya peluang menarik perhatian segmen premium. Target utamanya bukan hanya gamer, tetapi juga kreator konten dan penggemar teknologi yang mencari perangkat ringkas dengan fungsi lebih luas.

Namun ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan. Artikel referensi menegaskan bahwa Legion Go Fold masih berupa konsep, sehingga belum ada kepastian soal tanggal peluncuran, ketersediaan global, maupun harga resmi dari Lenovo.

Selain itu, perangkat layar lipat selalu menghadapi pertanyaan yang sama soal durabilitas jangka panjang. Ukuran layar yang membesar saat dibuka juga bisa menjadi nilai tambah untuk visual, tetapi berpotensi mengurangi kenyamanan bila dipakai lama sebagai handheld murni.

Perkiraan harga dan posisi produk

Lenovo belum mengumumkan harga resmi untuk Legion Go Fold. Meski begitu, artikel referensi memperkirakan banderolnya bisa berada di kisaran Rp20 juta – Rp30 juta, mengingat spesifikasinya tinggi dan memakai teknologi layar fleksibel.

Jika benar masuk ke pasar dengan rentang tersebut, produk ini akan bermain di segmen atas. Harga itu menempatkannya bukan sebagai perangkat massal, melainkan produk inovatif untuk pengguna yang mengutamakan desain eksperimental, performa kuat, dan fungsi hibrida dalam satu perangkat.

Dari data yang beredar, Legion Go Fold memperlihatkan upaya Lenovo untuk menggabungkan handheld gaming, tablet lipat, dan desktop mini dalam satu desain. Selama statusnya masih konsep, perhatian pasar akan tertuju pada satu hal utama, yakni apakah Lenovo mampu membawa ide ambisius ini ke produk komersial tanpa mengorbankan ketahanan, kenyamanan, dan performa.

Berita Terkait

Back to top button