
Perubahan antarmuka task switcher atau menu aplikasi terbaru di ponsel OnePlus memicu keluhan dari sebagian pengguna. Pada OxygenOS 16, OnePlus kini menampilkan tampilan Recents bergaya kartu bertumpuk yang dinilai kurang efisien dibanding desain klasik miliknya.
Kabar baiknya, tampilan lama ternyata belum dihapus. Opsi untuk mengembalikan UI multitasking klasik masih tersedia, tetapi letaknya disembunyikan sehingga tidak mudah ditemukan lewat menu pengaturan biasa.
Cara mengembalikan task switcher klasik OnePlus
Berdasarkan temuan Android Central, pengguna OnePlus yang menjalankan OxygenOS 16 bisa memulihkan tampilan “flat” hanya dalam beberapa langkah. Metode ini berlaku lewat halaman Recents secara langsung.
Berikut langkah-langkahnya.
- Buka menu Recents dengan menekan tombol Recents pada navigation bar, atau geser ke atas dari home bar lalu tahan sebentar.
- Tekan dan tahan tombol Close.
- Pilih opsi Flat di bagian atas.
Android Central juga menyebut ada jalur lain menuju menu yang sama. Pengguna bisa mencubit layar utama, masuk ke Home screen settings, lalu memilih Manage Apps di bagian bawah.
Setelah opsi itu aktif, sistem akan kembali memakai tampilan multitasking klasik khas OnePlus. Dari layar ini, pengguna juga bisa mengunci aplikasi di memori agar tetap siap dibuka saat banyak aplikasi berjalan bersamaan.
Mengapa tampilan lama dianggap lebih baik
Perdebatan soal UI ini bukan hanya soal selera visual. Banyak pengguna lama OnePlus menilai desain lama lebih cepat dipakai untuk berpindah antaraplikasi.
Pada UI klasik, baris ikon aplikasi di bagian bawah memberi akses cepat ke banyak aplikasi sekaligus. Menurut Android Central, pengguna dapat berpindah hingga sekitar 10 aplikasi dengan kombinasi geser dan ketuk yang lebih ringkas.
Sebaliknya, desain baru yang bertumpuk lebih menonjolkan kartu besar seperti pada banyak ponsel lain. Pola ini dinilai membatasi akses instan, karena pengguna hanya melihat sedikit aplikasi tanpa harus menggeser lebih jauh.
Android Central menilai perubahan ini membuat OnePlus meninggalkan salah satu ciri paling kuat dari OxygenOS. Media itu bahkan menyebut desain lama sebagai salah satu UI multitasking terbaik di ponsel Android karena fokus pada kecepatan dan efisiensi.
OnePlus mengikuti tren desain yang lebih umum
Perubahan ini muncul saat banyak produsen Android mulai mengadopsi tampilan antarmuka yang lebih seragam. Dalam artikel referensi disebutkan bahwa sejumlah merek kini memakai pendekatan mirip Apple untuk menu aplikasi terbaru, termasuk dalam tata letak kartu bertumpuk.
Dari sudut pandang strategi produk, pendekatan seperti ini bisa jadi ditujukan untuk memudahkan pengguna yang pindah dari iPhone. Namun bagi pengguna lama OnePlus, keputusan tersebut justru dianggap mengurangi identitas khas OxygenOS.
OnePlus sendiri tidak menghilangkan desain lamanya sepenuhnya. Fakta bahwa opsi “Flat” masih tersedia menunjukkan perusahaan masih mempertahankan alternatif untuk pengguna yang lebih menyukai navigasi cepat.
Dampaknya bagi power user
Keluhan paling besar datang dari pengguna yang sering membuka banyak aplikasi dalam satu waktu. Mereka biasanya berpindah cepat antara chat, browser, dokumen, kamera, galeri, dan aplikasi kerja lain sepanjang hari.
Dalam skenario seperti itu, efisiensi task switcher menjadi sangat penting. Desain yang menambah langkah atau memaksa lebih banyak gesture akan langsung terasa mengganggu, terutama pada perangkat yang selama ini dipasarkan dengan identitas “cepat”.
OnePlus selama bertahun-tahun memang dikenal menonjolkan performa dan kelancaran antarmuka. Karena itu, perubahan pada aspek multitasking menjadi sorotan besar, sebab fitur ini berkaitan langsung dengan pengalaman penggunaan harian.
Opsi tersembunyi yang seharusnya lebih mudah diakses
Masalah utama bukan hanya perubahan default, tetapi juga cara OnePlus menyembunyikan opsi pemulihan UI lama. Pengguna yang tidak mengetahui trik ini kemungkinan akan mengira tampilan baru adalah satu-satunya pilihan yang tersedia.
Dari sisi pengalaman pengguna, pengaturan seperti ini idealnya ditempatkan jelas di menu sistem. Opsi personalisasi task switcher termasuk pengaturan inti, bukan fitur tersembunyi yang harus dicari lewat tekan lama atau submenu yang tidak intuitif.
Bagi pengguna OnePlus yang merasa menu aplikasi terbaru kini lebih lambat atau kurang nyaman, mengaktifkan kembali mode “Flat” bisa menjadi solusi paling praktis. Selama OxygenOS 16 masih menyediakan opsi tersebut, pengguna tetap punya cara untuk mendapatkan kembali gaya multitasking klasik yang selama ini menjadi salah satu keunggulan OnePlus.
Source: www.androidcentral.com








