
PlayStation sedang menyiapkan teknologi yang setara dengan Frame Generation untuk platformnya. Informasi ini muncul setelah CEO sekaligus arsitek utama PlayStation, Mark Cerny, menyebut bahwa pustaka frame generation “setara” sedang dikembangkan bersama AMD.
Kabar itu langsung memicu satu pertanyaan besar di kalangan gamer konsol. Jika teknologi ini hadir, apakah game PlayStation akan bergerak menuju 120 FPS sebagai standar baru?
Teknologi baru untuk ekosistem PlayStation
Dalam wawancara eksklusif dengan Digital Foundry, Mark Cerny menjelaskan bahwa Sony dan AMD memang bekerja bersama dalam sejumlah teknologi grafis baru. Ia tidak hanya membahas peningkatan upscaling, tetapi juga pengembangan teknologi frame generation untuk “platform PlayStation”.
Pilihan istilah itu penting karena tidak menyebut satu perangkat saja. Artinya, arah pengembangan ini berpotensi menyasar lebih dari satu perangkat di ekosistem PlayStation, termasuk PS5 standar dan PS5 Pro.
Cerny juga memberi penjelasan teknis yang cukup jelas soal hubungan teknologi Sony dan AMD. Menurut dia, PSSR generasi baru memakai algoritma inti yang sama dengan teknologi upscaling AMD yang dikembangkan bersama.
Dalam kutipannya kepada Digital Foundry, Cerny mengatakan, “FSR Frame Generation is also based on co-developed technology.” Ia menambahkan bahwa pekerjaan itu berjalan baik, dan pustaka frame generation yang setara akan hadir “pada suatu titik” di platform PlayStation.
Apa arti Frame Generation bagi pemain
Frame Generation adalah teknik yang membuat frame tambahan di antara frame yang dirender secara asli. Hasilnya, gerakan di layar terlihat lebih halus dan angka FPS bisa meningkat signifikan.
Di PC, pendekatan seperti ini dikenal lewat Nvidia DLSS Frame Generation dan AMD FSR Frame Generation. Dalam banyak kasus, teknologi tersebut memang dapat menggandakan frame rate yang tampil di layar.
Namun, kenaikan angka FPS itu tidak sama dengan peningkatan performa dasar mesin game. Game tetap berjalan berdasarkan frame asli yang dirender oleh GPU dan CPU, lalu sistem menambahkan frame sintetis untuk memperhalus tampilan.
Karena itu, tampilan 120 FPS dari frame generation tidak selalu terasa sama dengan 120 FPS native. Latensi input juga bisa bertambah, terutama bila implementasinya tidak didampingi teknik pengurang lag yang efektif.
Apakah 120 FPS akan jadi standar baru
Jawaban singkatnya belum tentu. Teknologi ini bisa membantu lebih banyak game mencapai output visual mendekati 120 FPS, tetapi belum cukup untuk menjadikannya standar mutlak di seluruh katalog PlayStation.
Ada beberapa alasan utama yang membuat 120 FPS kemungkinan tetap menjadi fitur selektif. Faktor itu berkaitan dengan desain game, kemampuan perangkat keras, dan prioritas pengembang.
- Banyak game modern masih mengejar kualitas visual tinggi seperti ray tracing dan resolusi besar. Target ini sering kali lebih berat daripada sekadar mengejar frame rate tinggi.
- Frame Generation tidak mengubah beban kerja inti game secara fundamental. Jika performa dasar rendah, hasil akhirnya tetap memiliki keterbatasan.
- Tidak semua genre membutuhkan 120 FPS. Game kompetitif mungkin lebih diuntungkan, sementara game sinematik sering memprioritaskan grafis.
- Implementasi tiap studio akan berbeda. Sebagian game bisa mendapat mode 120 FPS, sementara yang lain mungkin tetap bertahan di 30 FPS atau 60 FPS.
Dengan kata lain, kehadiran Frame Generation lebih realistis dipandang sebagai alat tambahan. Teknologi ini memberi opsi baru bagi pengembang, bukan jaminan bahwa semua game PlayStation akan otomatis berjalan di 120 FPS.
Peran PS5 Pro dan PS5 standar
PS5 Pro disebut-sebut sebagai kandidat paling logis untuk memanfaatkan teknologi ini secara agresif. Perangkat itu memang diposisikan untuk mendorong peningkatan visual dan performa lewat PSSR serta tenaga grafis yang lebih kuat.
Meski begitu, pernyataan Cerny tentang “platform PlayStation” membuka peluang bahwa PS5 standar juga akan kebagian versi tertentu. Jika benar demikian, Sony bisa memperluas manfaat teknologi ini tanpa membatasi pada satu perangkat premium saja.
Tetap ada batas teknis yang harus diperhitungkan. Konsol standar memiliki ruang performa yang lebih sempit, sehingga hasil implementasinya kemungkinan tidak akan seragam dengan PS5 Pro.
Hal penting yang sudah dikonfirmasi
Berikut poin yang bisa dipastikan dari pernyataan dan laporan yang ada:
| Poin | Status |
|---|---|
| Sony mengembangkan teknologi setara Frame Generation | Dikonfirmasi oleh Mark Cerny |
| Pengembangan dilakukan bersama AMD | Dikonfirmasi |
| Teknologi disebut untuk “platform PlayStation” | Dikonfirmasi |
| Akan meluncur tahun ini | Belum, dan Cerny menyebut tidak ada rencana rilis tahun ini |
| Semua game akan jadi 120 FPS | Tidak dikonfirmasi |
Bagi pasar konsol, langkah Sony ini memperlihatkan arah industri yang makin bergeser ke rekonstruksi frame berbasis perangkat lunak dan machine learning. Fokusnya bukan hanya tenaga mentah, tetapi juga cara cerdas memaksimalkan hardware yang sudah ada.
Jika implementasinya matang, lebih banyak game PlayStation bisa menawarkan mode visual yang lebih halus di layar 120Hz. Namun untuk saat ini, teknologi tersebut lebih tepat dilihat sebagai pendorong opsi performa baru, bukan tanda bahwa 120 FPS akan langsung menjadi standar tunggal bagi seluruh game PlayStation.
Source: tech.sportskeeda.com







