Rumor mengenai kemungkinan OnePlus menarik diri dari beberapa pasar global seperti Eropa dan Inggris semakin menguat. Spekulasi yang awalnya tampak tidak mungkin ini kini memicu diskusi lebih dalam soal masa depan merek yang dikenal dengan produk ponsel berkualitas dan persaingan yang sehat dengan Samsung, Google, Motorola, serta Apple.
Salah satu kondisi yang bisa diterima untuk keluarnya OnePlus adalah jika Oppo mengambil alih peran OnePlus di pasar global. Hal ini bukan ide yang jauh dari kemungkinan mengingat kedekatan OnePlus dan Oppo dalam pengembangan teknologi serta produk mereka.
Kesamaan DNA OnePlus dan Oppo
OnePlus dan Oppo memiliki hubungan yang sangat dekat, berbagi riset dan pengembangan baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunak. Sistem operasi ColorOS yang digunakan Oppo dan OxygenOS pada OnePlus sebenarnya sangat mirip, meski OnePlus berusaha menonjolkan perbedaannya. Hal ini menunjukkan erosi identitas OnePlus yang perlahan mulai menyatu dengan Oppo.
Sebagai contoh, OnePlus memiliki kerja sama dengan Hasselblad dalam pengembangan kamera, namun kontrak ini kini hanya diperpanjang untuk Oppo. Sementara itu, Oppo telah mendapatkan posisi kuat dengan dukungan kamera Hasselblad yang menghasilkan fitur dan kualitas yang sangat kompetitif di kelas flagship saat ini.
OnePlus yang dulu dijuluki “flagship killer” sudah kehilangan definisinya karena kini produknya sebanding dengan harga flagship biasa. Bahkan perangkat OnePlus terbaru, seperti OnePlus 15, tidak menawarkan sesuatu yang istimewa dibandingkan Galaxy S26 Ultra atau Google Pixel 10 Pro.
Oppo: Penantang Flagship Sesungguhnya
Oppo dalam beberapa tahun terakhir memperkuat diri sebagai pemain utama dalam segmen flagship, terutama dari sisi kamera. Model seperti Oppo Find X8 Ultra mendapat pujian tinggi, termasuk skor tinggi dari DXOMark, menempatkannya sebagai salah satu kamera smartphone terbaik di dunia.
Selain itu, Oppo Find N6, ponsel lipat mereka, dianggap sebagai yang terbaik di kelasnya dan menggantikan posisi yang ditinggalkan OnePlus pada akhir tahun lalu. Oppo juga tengah mempersiapkan Find X9 Ultra yang akan menawarkan fitur-fitur mutakhir, termasuk zoom optik 10x dan kualitas zoom optik 20x dengan teknologi teleconverter, yang secara langsung menantang kemampuan Samsung.
Peluang Oppo Mengisi Kekosongan OnePlus di Eropa
Jika OnePlus benar-benar menarik diri dari pasar utama seperti Eropa dan Inggris, Oppo punya peluang emas untuk menggantikan posisi tersebut. Oppo sudah memiliki kehadiran di pasar ini meskipun belum dikenal luas sebagai merek flagship.
Oppo pernah menguji pasar dengan ponsel mid-range buatan pusat pengembangan di Jerman sekaligus bekerja sama dengan MediaTek. Namun, kehadiran Oppo sebagai pemain utama flagship baru benar-benar terlihat saat ini dengan produk-produk premiumnya yang kuat.
Peluncuran global Find X9 Ultra oleh Oppo, yang sudah dikonfirmasi akan diumumkan pada April, menandakan bahwa perusahaan sedang menyiapkan langkah ekspansi lebih agresif. Penundaan peluncuran Find N6 di Eropa pun bisa dibaca sebagai strategi menunggu keputusan akhir terkait posisi OnePlus.
Tantangan di Pasar Amerika Serikat
Situasi di pasar AS lebih rumit. OnePlus selama ini beruntung karena tidak terdampak pembatasan terhadap produk China seketat saat ini. Namun, Oppo sebagai merek yang lebih terkait asal-usulnya dengan China akan sulit mendapat perlakuan serupa.
Regulasi yang ketat dan iklim politik di AS membuat pendatang baru sangat sulit masuk. Oppo harus memulai dari awal dan menghadapi biaya besar serta waktu yang lama untuk membangun merek, berbeda dengan situasi di Eropa yang sudah memiliki sedikit fondasi bagi Oppo.
Jika OnePlus akhirnya hanya fokus pada pasar tertentu dan ponsel kelas menengah di AS, maka persaingan akan makin berat dan sulit mendapatkan perhatian konsumen.
Strategi dan Masa Depan OnePlus-Oppo
Menurut data Counterpoint Research, Oppo mengalami penurunan pangsa pasar sebesar 4% dan kini berada di posisi kelima secara global. Namun rencana integrasi Realme ke dalam Oppo dapat mendongkrak angka tersebut dan menambah kekuatan pada merek ini. Jika OnePlus ikut bergabung, hal ini bisa memperkuat posisi Oppo secara signifikan.
Sayangnya, konsolidasi tersebut kadang berdampak negatif terhadap variasi produk dan pilihan konsumen. Terlebih pasar AS sudah lebih terbatas dibanding Eropa dan wilayah lainnya dalam menghadirkan merek smartphone.
Pilihan terbaik agar konsumen tetap mendapat akses pada produk unggulan adalah jika Oppo benar-benar menggantikan posisi OnePlus di pasar utama. Dengan perangkat flagship berkualitas tinggi dan strategi pemasaran yang kuat, Oppo bisa menjadi alternatif nyata bagi konsumen yang selama ini mengandalkan OnePlus.
Dengan berbagai perubahan ini, para penggemar dan pelanggan OnePlus harus bersiap menghadapi realitas baru. Oppo, dengan kemajuan teknologi dan lini produknya yang kuat, tampak sebagai penerus yang layak jika OnePlus benar-benar hengkang dari pasar global utama.
