LG mulai menggulirkan jajaran TV terbarunya untuk pasar kelas premium dengan membawa pembaruan di lini OLED, LCD, dan TV wireless. Fokus utamanya ada pada OLED evo W6 yang serba nirkabel, seri Micro RGB evo yang menjadi pendekatan baru di layar LCD, serta jajaran OLED evo G6, C6, dan B6 yang mendapat peningkatan di sisi kecerahan, warna, dan pemrosesan AI.
Langkah ini memperlihatkan arah strategi LG yang makin menekankan pengalaman menonton tanpa kabel, kualitas gambar yang lebih presisi, dan integrasi fitur pintar yang lebih dalam. Dalam peluncuran ini, LG juga memperluas opsi layar besar untuk pengguna yang mengincar TV premium di ruang keluarga atau setup home cinema.
OLED evo tetap jadi tulang punggung lini premium
Lini OLED evo terbaru terdiri dari seri G6, C6, dan B6. LG menyebut panel ini dirancang untuk meningkatkan brightness, akurasi warna, kontras, dan waktu respons, sekaligus tetap mempertahankan karakter utama OLED seperti contrast nyaris tak terbatas.
Perusahaan juga mengatakan layar OLED evo memakai teknologi Hyper Radiant Color yang mampu menghasilkan kecerahan hingga 3,9 kali lebih tinggi dibanding OLED standar, dengan B6 digunakan sebagai acuan. Untuk pengguna yang sering menonton di ruangan terang, LG menambahkan Reflection Free Premium display yang diklaim mengurangi silau dengan cara meniadakan pantulan cahaya, bukan sekadar menyebarkannya.
Kinerja AI lebih cepat dan fitur gambar otomatis
Seluruh model OLED evo ditenagai prosesor α11 AI Processor 4K Gen3. LG menyebut chip ini memberikan performa AI 5,6 kali lebih tinggi, yang dipakai untuk pemrosesan gambar, pengenalan konten, dan penyesuaian tampilan secara real time.
Berikut fitur utama yang disiapkan LG pada lini ini:
- AI Dual 4K Upscaling untuk menaikkan kualitas konten beresolusi lebih rendah.
- Hyper Bright Booster untuk mengatur tingkat kecerahan sesuai adegan.
- AI Picture and Sound Wizard untuk penyesuaian gambar dan audio otomatis.
- Dolby Atmos FlexConnect untuk pengalaman audio spasial.
- LG Sound Suite untuk dukungan multi-speaker.
Dengan kombinasi itu, LG tampak ingin menjangkau pengguna yang tidak hanya mengejar panel dengan kualitas tinggi, tetapi juga kemudahan pengaturan tanpa banyak penyesuaian manual.
webOS 26 bawa Copilot dan Gemini
Dari sisi perangkat lunak, TV ini menjalankan webOS 26. Platform tersebut mengintegrasikan Microsoft Copilot dan Google Gemini untuk pencarian dan interaksi yang lebih kontekstual.
LG juga menyematkan AI Concierge untuk rekomendasi konten, AI Search untuk hasil pencarian yang lebih relevan, AI Chatbot untuk bantuan penggunaan, serta Voice ID agar pengalaman tiap pengguna bisa dipersonalisasi. Di sisi keamanan, LG Shield menangani perlindungan sistem, sementara LG Gallery+ menambahkan gambar buatan AI dan audio latar.
Kombinasi layanan ini menunjukkan bahwa TV LG sekarang diposisikan bukan hanya sebagai layar hiburan, melainkan pusat kontrol rumah digital yang lebih cerdas dan adaptif.
OLED evo W6 hadir sebagai TV wallpaper wireless
Sorotan lain datang dari OLED evo W6. Model ini mengusung desain wallpaper super tipis dengan ketebalan sekitar 9 mm, sehingga tampil nyaris menempel di dinding.
LG memakai Zero Connect Box untuk transmisi AV secara nirkabel, termasuk dukungan 4K pada 165Hz dengan sinyal yang diklaim lossless dan berlatensi rendah. Box tersebut juga disebut 35 persen lebih kecil dibanding generasi sebelumnya, yang membuat instalasi terlihat lebih rapi. Model ini bahkan sudah meraih beberapa penghargaan di CES 2026, menandakan perhatian besar terhadap desain dan pendekatan wireless yang ditawarkannya.
Micro RGB evo jadi langkah baru di sisi LCD premium
Di luar OLED, LG memperkenalkan Micro RGB evo sebagai pendekatan LCD premium baru. Berbeda dari LCD biasa yang memakai white LED backlight, seri ini mengganti sumber cahaya dengan RGB LEDs dan memakai unit cahaya yang lebih kecil untuk kontrol yang lebih presisi.
Seri ini juga menggunakan α11 AI Processor 4K Gen3 dengan dual AI engine, serta teknik kontrol cahaya yang diadaptasi dari OLED. LG menyebut layar ini mendapat sertifikasi warna 100 persen untuk BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB, yang menjadi nilai penting bagi pengguna yang mengincar akurasi warna tingkat tinggi. Varian besar yang disiapkan bahkan mencapai 100 inci, menandai ambisi LG di segmen layar jumbo.
Harga dan ketersediaan
Penjualan di Korea Selatan dijadwalkan dimulai pada 25 Maret, lalu dilanjutkan ke pasar global. Untuk lini OLED evo, ukuran yang tersedia berada di rentang 42 hingga 97 inci.
Berikut ringkasan harga yang diumumkan LG:
| Seri | Ukuran | Harga |
|---|---|---|
| G6 | 55 inci | KRW 3,059,700 ($2,027) |
| G6 | 97 inci | KRW 37,900,000 ($25,110) |
| C6 | 48 inci | KRW 1,897,200 ($1,257) |
| C6 | 77 inci | KRW 6,190,000 ($4,107) |
| B6 | 65 inci | KRW 3,290,000 ($2,180) |
| B6 | 77 inci | KRW 5,690,000 ($3,770) |
| B6 | 83 inci | KRW 7,900,000 ($5,234) |
LG menyebut W6 wireless OLED TV dan Micro RGB evo series akan hadir pada paruh pertama 2026. Seiring itu, perusahaan juga mendorong pasar layar besar dengan Micro RGB hingga 100 inci dan QNED TV yang mencapai 115 inci, menegaskan bahwa kompetisi TV premium kini bergerak ke kombinasi desain minimalis, ukuran ekstrem, serta pemrosesan gambar berbasis AI.
Source: www.gizmochina.com