Brax open_slate hadir sebagai tablet Android yang menonjol di tengah tren perangkat modern yang makin sulit diperbaiki. Perangkat ini dirancang modular, sehingga komponen utama bisa diganti, ditingkatkan, dan dibongkar dengan bantuan obeng Phillips standar.
Pendekatan tersebut menarik karena banyak tablet saat ini masih mengandalkan desain tertutup yang menyulitkan servis mandiri. Brax mencoba menawarkan alternatif yang lebih ramah perbaikan, sekaligus memberi opsi bagi pengguna yang ingin perangkat lebih awet dan fleksibel.
Tablet modular dengan pendekatan berbeda
Brax sebelumnya merilis BraX3, ponsel Android berfokus privasi yang tidak memakai layanan Google. Kini perusahaan itu membawa bahasa desain serupa ke open_slate, tetapi dengan target penggunaan yang lebih luas melalui tablet Android dan Linux.
open_slate tampil sebagai perangkat yang benar-benar modular, mirip filosofi produk Framework di kategori laptop. Artinya, pengguna tidak hanya bisa mengganti baterai atau penyimpanan, tetapi juga mengakses hampir semua komponen internal secara langsung.
Spesifikasi utama yang ditawarkan
Tablet ini mengusung layar 12 inci dengan dua pilihan panel, yakni IPS LCD 2.4K 90Hz atau OLED 2.8K 120Hz. Di sisi performa, Brax membekali open_slate dengan prosesor MediaTek Genio 720 dan GPU Mali-G57 MC2.
Untuk konektivitas, perangkat ini menyediakan dua port USB 3.2 Type-C, satu USB 2.0 Type-A, mini DisplayPort, jack audio 3,5 mm, dan konektor pogo 5 pin untuk aksesori. Sektor kamera juga cukup lengkap untuk kelas tablet, dengan dua kamera belakang 16MP dan kamera depan 8MP.
Komponen yang mudah diganti
Salah satu daya tarik terbesar open_slate ada pada baterainya. Tablet ini membawa baterai besar 8.000mAh yang disebut bisa dilepas dengan mudah lewat slider switch, sehingga proses penggantian tidak menuntut peralatan rumit.
Penyimpanan internal juga bisa ditingkatkan melalui slot M.2 2280. Brax bahkan menyebut slot tersebut bisa dibuka menggunakan sekrup Phillips biasa, sehingga pengguna tidak perlu alat servis khusus untuk melakukan upgrade.
Apa saja yang bisa dimodifikasi
Berikut komponen dan fungsi yang menonjol dari desain modular open_slate:
- Baterai 8.000mAh yang dapat dilepas dengan slider switch.
- Slot penyimpanan M.2 2280 untuk upgrade kapasitas.
- Akses komponen internal memakai obeng Phillips standar.
- Dukungan modul tambahan seperti modem seluler.
- Opsi untuk kartu AI accelerator, RNG card, dan modul lain yang tersedia di pasar.
Desain seperti ini membuat open_slate lebih dekat ke perangkat yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jangka panjang. Bagi pengguna yang mengutamakan reparabilitas, pendekatan ini memberi nilai lebih dibanding tablet yang tertutup rapat.
Perangkat lunak juga dibuat lebih terbuka
Di sisi software, Brax memasang braxOS, yaitu versi Android kustom yang bersifat open source dan sudah di-deGoogle. Sistem ini ditujukan bagi pengguna yang ingin pengalaman Android tanpa ketergantungan pada ekosistem Google.
Brax juga menyebut open_slate akan mendukung Ubuntu, Ubuntu Touch, dan Yocto Linux saat peluncuran. Dukungan lintas sistem operasi itu memperkuat posisi tablet ini sebagai perangkat yang tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga eksplorasi teknis dan produktivitas.
Harga dan ketersediaan
Saat ini open_slate sudah muncul di Indiegogo dan melampaui target pendanaan lebih dari 900%. Harga early bird dipatok $469 untuk varian 8GB RAM, 128GB storage, dan layar IPS, sedangkan model Pro dibanderol $629 dengan 16GB RAM, 256GB storage, serta layar OLED.
Harga ritel nanti akan berada di angka $600 untuk model dasar dan $800 untuk model Pro. Brax menargetkan pengiriman tablet ini pada September 2026, dengan positioning yang jelas sebagai tablet modular bagi pengguna yang ingin perangkat Android yang lebih mudah di-upgrade dan diperbaiki.







