Galaxy S26 Eropa Tak Sama, Dua Chip Ini Jadi Pembeda Paling Tajam

Samsung kembali memakai strategi dua chip pada lini Galaxy S26, dan inilah pembeda utama antara model Eropa dan Amerika. Di Eropa, Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus hadir dengan Exynos 2600, sementara varian Amerika menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 “for Galaxy”.

Perbedaan ini tidak berlaku untuk semua model. Galaxy S26 Ultra memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 di semua pasar, sehingga hanya Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus yang benar-benar berbeda antara Eropa dan Amerika.

Apa yang membedakan varian Eropa dan Amerika?

Samsung membagi chip berdasarkan wilayah, bukan desain fisik keseluruhan. Dengan cara itu, pengguna di dua kawasan tetap mendapat seri yang sama, tetapi dengan platform pemrosesan yang berbeda di baliknya.

Berikut ringkasannya:

  1. Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus Amerika: Snapdragon 8 Elite Gen 5
  2. Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus Eropa: Exynos 2600
  3. Galaxy S26 Ultra: Snapdragon 8 Elite Gen 5 di semua pasar
  4. Perangkat lunak: sama, karena memakai Android dengan One UI di atasnya
  5. Konfigurasi lain: hampir identik, termasuk RAM dan kapasitas penyimpanan

Perbedaan chip ini bukan hal baru bagi Samsung. Dalam beberapa seri sebelumnya, perusahaan juga menggunakan pendekatan yang sama untuk pasar yang berbeda.

Snapdragon vs Exynos di Galaxy S26

Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 memakai delapan inti dan dibuat dengan proses 3 nanometer. Pada versi “for Galaxy” yang dipakai di Amerika, kecepatan inti utamanya bahkan ditingkatkan hingga 4,74 GHz.

Exynos 2600 buatan Samsung memakai proses 2 nanometer dan memiliki 10 inti. Susunannya terdiri dari satu inti C1-Ultra 3,8 GHz, tiga inti C1-Pro 3,25 GHz, dan enam inti C1-Pro 2,75 GHz.

Secara angka, Snapdragon terlihat sedikit lebih unggul di hasil benchmark. Namun, di penggunaan harian seperti berkirim pesan, membuka media sosial, kamera, navigasi, dan browsing, perbedaan ini cenderung kecil dan sulit dirasakan banyak pengguna.

Hasil benchmark yang tercatat

Skor Geekbench 6 menunjukkan selisih tipis antara varian Amerika dan Eropa. Berikut data yang tercantum pada pengujian:

Model Wilayah Single-core Multi-core
Galaxy S26 Ultra Amerika 3.645 10.841
Galaxy S26 Ultra Eropa 3.402 10.446
Galaxy S26 Plus Amerika 3.631 10.879
Galaxy S26 Plus Eropa 3.155 11.004
Galaxy S26 Amerika 3.592 10.814
Galaxy S26 Eropa 3.023 10.232

Data tersebut menegaskan bahwa versi Amerika cenderung lebih cepat di single-core. Meski begitu, selisihnya tidak selalu besar dalam pemakaian biasa, terutama karena optimasi perangkat lunak Samsung yang seragam di semua wilayah.

Apakah baterainya juga berbeda?

Samsung memberi estimasi daya tahan yang sama untuk semua model Galaxy S26, yaitu 31 jam untuk pemutaran video. Kapasitas baterainya juga ditentukan berdasarkan model, bukan wilayah: Galaxy S26 4.300 mAh, Galaxy S26 Plus 4.900 mAh, dan Galaxy S26 Ultra 5.000 mAh.

Hasil uji independen memang bisa berbeda. Tom’s Guide mencatat Galaxy S26 Ultra bertahan 16 jam 10 menit dalam uji browsing 5G, sedangkan Galaxy S26 Plus versi Snapdragon bertahan 13 jam 13 menit dan versi Exynos 11 jam 28 menit.

Phone Arena juga menemukan pola yang serupa dalam pengujian gabungan browsing, streaming video, dan gaming. Galaxy S26 Ultra mencatat 7 jam 35 menit, Galaxy S26 Plus Eropa 7 jam 22 menit, dan Galaxy S26 Eropa 6 jam 37 menit.

Hal kecil lain yang ikut membedakan

Selain chip, Samsung juga memberi perbedaan kecil pada dukungan konektivitas. Model Eropa mendukung dua SIM fisik, sedangkan varian Amerika hanya satu SIM fisik.

Di sisi jaringan, model Amerika mendukung 5G mmWave, sementara model Eropa menggunakan 5G Sub6. Bagi pengguna umum, perbedaan ini lebih terasa pada kebutuhan jaringan lokal dan operator daripada pada pengalaman penggunaan harian.

Dengan kombinasi chip, dukungan SIM, dan dukungan jaringan yang berbeda, Galaxy S26 Eropa dan Amerika tetap terlihat serupa di luar tetapi bekerja dengan pendekatan teknis yang tidak sama. Namun untuk sebagian besar pembeli, pilihan paling menentukan tetap ada pada model mana yang dijual resmi di wilayah masing-masing dan bagaimana kebutuhan jaringan serta performanya di lapangan.

Berita Terkait

Back to top button