
Pembangunan pusat data AI yang kian masif mulai menekan pasar komponen komputer, terutama memori DRAM dan NAND. Situasi ini membuat produsen memperkirakan harga RAM akan naik, sementara pasokan untuk PC, server, dan perangkat konsumen ikut menyempit.
Permintaan infrastruktur AI menyerap kapasitas produksi yang sebelumnya banyak dialokasikan untuk kebutuhan perangkat umum. Ketika pusat data AI membutuhkan memori dalam jumlah besar, pabrikan chip harus membagi kapasitas manufaktur ke segmen yang menawarkan margin dan permintaan lebih tinggi.
Mengapa pusat data AI memicu kelangkaan RAM
Pusat data AI tidak berjalan hanya dengan GPU berperforma tinggi. Sistem tersebut juga memerlukan RAM, DRAM, NAND, serta CPU dalam volume besar untuk menopang proses komputasi, penyimpanan, dan transfer data.
Kondisi itulah yang membuat produsen memori mengalihkan kapasitas produksi dari pasar PC konsumen dan elektronik lain. Akibatnya, pasokan komponen untuk perangkat sehari-hari ikut tertekan saat permintaan dari sektor AI terus bertambah.
Tekanan juga terasa di pasokan CPU
Masalah tidak berhenti pada memori saja karena pusat data AI juga mengonsumsi CPU dalam jumlah besar. Produsen PC dan server bahkan menyebut kepada Nikkei Asia bahwa mereka tidak lagi menerima cukup prosesor dari Intel dan AMD untuk memenuhi permintaan.
Dampaknya mulai terlihat pada potensi penundaan produksi server dan PC OEM, serta kenaikan harga perangkat sekitar 10% hingga 15%. “Perusahaan seperti Dell dan HP melaporkan bahwa penundaan dan kekurangan pasokan telah memburuk dalam beberapa bulan terakhir,” tulis Tech Spot yang dikutip pada Jumat (27/3).
Tanda gangguan sudah muncul di pasar
Sejumlah produsen server melaporkan waktu tunggu yang melonjak dari dua minggu menjadi beberapa bulan. Sumber lain memperkirakan penundaan dan kekurangan pasokan bisa memburuk lagi pada kuartal kedua 2026.
TrendForce juga mencatat gangguan pada rantai pasok CPU Intel dan AMD memicu kenaikan harga laptop pada awal bulan ini. Dampaknya cukup terasa di segmen laptop kelas bawah yang disebut mulai ditinggalkan pasar karena tekanan biaya.
Daftar dampak utama yang sudah terlihat
- Harga DRAM dan NAND berpotensi naik karena kapasitas produksi tersedot ke AI.
- Pasokan CPU untuk PC dan server menipis sehingga produksi tertunda.
- Harga laptop dan komputer diperkirakan ikut naik sekitar 10% hingga 15%.
- Waktu tunggu pengiriman server membesar dari hitungan minggu menjadi beberapa bulan.
- Laptop kelas bawah makin sulit dijual karena margin makin tertekan.
DDR5 ikut mahal, pengguna bertahan dengan perangkat lama
Lonjakan harga DDR5 membuat siklus peningkatan PC melambat. Banyak pengguna akhirnya memilih bertahan dengan prosesor dan motherboard lama yang masih mendukung DDR4 agar bisa menahan biaya upgrade.
Kondisi ini menciptakan efek berantai di pasar komputer. Ketika memori baru makin mahal, permintaan terhadap perangkat baru turun, tetapi kekurangan pasokan tetap bertahan karena produksi lebih banyak terserap untuk kebutuhan pusat data AI.
Efek komersial mulai meluas ke industri lain
Krisis pasokan komponen juga memengaruhi pemain besar di ekosistem teknologi. Valve dilaporkan menunda peluncuran mini PC Linux yang akan datang, sedangkan Micron menutup bisnis RAM konsumen yang telah berjalan hampir tiga dekade.
Sejumlah produsen bahkan memperkirakan kondisi pasar ini dapat berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan banyak pihak. Dalam laporan yang beredar, ada pandangan bahwa tekanan pasokan bisa berlanjut hingga 2030 jika pembangunan pusat data AI terus tumbuh agresif.
Arm melihat peluang di tengah krisis
Di saat banyak produsen menghadapi tekanan biaya dan pasokan, Arm justru melihat peluang baru. Perusahaan yang selama ini dikenal melalui lisensi IP itu baru meluncurkan produk independen pertamanya dalam 35 tahun perjalanan bisnisnya, yakni CPU AGI.
Langkah tersebut mendapat dukungan dari sejumlah nama besar seperti Meta, Cloudflare, SK Telecom, Lenovo, dan OpenAI. Dukungan itu menunjukkan pasar sedang mencari alternatif prosesor yang bisa menjawab kebutuhan komputasi AI berbasis agen, terutama ketika pasokan CPU dan memori untuk server semakin ketat.
Source: www.gadgetdiva.id







