Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green pada 10 Juni memicu perhatian karena terjadi di luar pola penyesuaian yang umumnya dilakukan pada awal bulan. Pertamina Patra Niaga menyatakan perubahan ini bukan keputusan mendadak tanpa dasar, melainkan hasil evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah.
Dampaknya langsung terasa pada papan harga di SPBU. Pertamax kini menjadi Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green naik menjadi Rp 17.000 per liter dari sebelumnya Rp 12.900 per liter.
Alasan Pertamina
Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga dua BBM nonsubsidi itu dilakukan setelah proses evaluasi. Evaluasi tersebut mengacu pada formula harga yang sudah ditetapkan pemerintah.
Menurut Pertamina, keputusan penyesuaian harga juga tidak diambil sendiri. Perusahaan menyebut penetapan harga jual tetap dikoordinasikan dengan pemerintah selaku regulator.
Roberth menyampaikan koordinasi itu dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia. Pertimbangan tersebut disebut menjadi bagian dari mekanisme dalam menentukan harga BBM nonsubsidi.
Pertamina menilai langkah itu juga terkait dengan upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi. Selain itu, distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat disebut harus terus berjalan optimal.
Yang Naik Hanya Dua Produk
Kenaikan pada 10 Juni tidak berlaku untuk seluruh produk BBM Pertamina. Perubahan harga hanya terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green.
Sementara itu, harga produk lain tetap. Pertamax Turbo masih dijual Rp 20.750 per liter, Pertalite Rp 10.000 per liter, Dexlite Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp 24.800 per liter.
Kondisi ini menunjukkan penyesuaian tidak dilakukan secara menyeluruh pada semua lini BBM. Fokus perubahan hanya ada pada dua produk bensin nonsubsidi tersebut.
Respons atas Kekhawatiran Konsumen
Di tengah perubahan harga yang terjadi di luar kebiasaan, Pertamina juga menegaskan pasokan tetap aman. Perusahaan memastikan Pertamax dan Pertamax Green tetap tersedia di jaringan SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.
Pernyataan ini penting karena kenaikan harga yang tiba-tiba kerap memicu kekhawatiran soal distribusi dan stok. Pertamina menegaskan tidak ada gangguan pasokan untuk kedua produk itu.
Bagi konsumen, kepastian ketersediaan menjadi faktor penting setelah harga berubah cukup besar. Terlebih, dua produk ini menyasar pengguna BBM nonsubsidi yang selama ini mengandalkan kualitas bahan bakar dengan angka oktan lebih tinggi.
Besaran Kenaikan yang Menonjol
Selisih harga baru dan lama pada Pertamax mencapai hampir Rp 4.000 per liter. Dari Rp 12.300 per liter, harganya kini menjadi Rp 16.250 per liter.
Pertamax Green juga mengalami lonjakan tajam. Harganya naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Besaran kenaikan ini menjadi salah satu alasan perubahan harga cepat menarik perhatian publik. Apalagi, waktunya berbeda dari pola penyesuaian yang biasanya terjadi di awal bulan.
Meski begitu, Pertamina menekankan bahwa kebijakan tersebut tetap berada dalam koridor aturan. Perusahaan merujuk pada formula pemerintah dan koordinasi dengan regulator sebagai dasar utama penyesuaian.
Konteks BBM Nonsubsidi
Pertamax dan Pertamax Green masuk kategori BBM nonsubsidi. Karena itu, penyesuaian harganya dapat mengikuti mekanisme evaluasi yang mempertimbangkan formula pemerintah dan dinamika harga minyak dunia.
Penjelasan ini disampaikan Pertamina untuk menjawab pertanyaan publik soal mengapa harga berubah pada 10 Juni. Fokus perusahaan adalah menegaskan bahwa perubahan terjadi setelah evaluasi, bukan sekadar keputusan mendadak.
Dalam pernyataannya, Roberth juga menautkan kebijakan harga dengan keberlanjutan layanan energi. Artinya, aspek pasokan dan distribusi disebut tetap menjadi pertimbangan saat penyesuaian dilakukan.
Untuk saat ini, konsumen yang datang ke SPBU Pertamina akan menemukan harga baru Pertamax di angka Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green Rp 17.000 per liter. Di luar dua produk itu, harga BBM Pertamina lainnya masih bertahan pada level sebelumnya.
Source: oto.detik.com






