Atap Bocor Mobil Kepresidenan Prabowo, Pindad Bongkar Awal Masalah MV3 Garuda Limousine

PT Pindad bergerak cepat memperbaiki mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine setelah atap kendaraan itu dilaporkan bocor saat dipakai Presiden Prabowo Subianto dalam hujan deras. Perbaikan menyeluruh dilakukan agar kendaraan taktis buatan dalam negeri tersebut kembali beroperasi optimal sesuai standar.

Kabar ini muncul setelah Presiden Prabowo mengaku merasakan tetesan air dan suara bising saat mobil melintasi jalur pegunungan. Ia juga menyebut kendaraan itu sempat menimbulkan getaran keras ketika melewati medan menanjak.

“Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras di luar, tahu-tahu ‘tek tek tek’, saya bangun, rupanya bocor. Ya namanya baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi,” ujar Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan bahwa dirinya tetap memakai mobil tersebut demi nasionalisme.

Menanggapi keluhan itu, PT Pindad menjelaskan bahwa gangguan tersebut terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan. Perusahaan menyebut tim teknis langsung melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh setelah menerima masukan dan evaluasi.

“Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh yang dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar yang ditetapkan,” tulis Pindad melalui akun Instagram resminya. Pindad menegaskan bahwa kendaraan kini sudah kembali berfungsi dengan baik.

Perusahaan juga memaparkan bahwa MV3 Garuda Limousine awalnya dikembangkan sebagai kendaraan full armour tanpa sunroof. Namun, tiga hari menjelang pelantikan Presiden, muncul kebutuhan untuk menambahkan sunroof agar Presiden RI dapat menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan.

Penambahan fitur itu disebut menjadi penyebab utama munculnya celah kebocoran pada atap mobil. Karena itu, Pindad menempatkan evaluasi dari pengguna sebagai masukan penting untuk penyempurnaan produk pertahanan nasional ke depan.

Pihak manajemen menegaskan bahwa kritik tersebut akan dipakai sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas dan performa kendaraan. Pindad juga menyebut komitmennya untuk terus menghadirkan karya terbaik bagi bangsa dan negara melalui inovasi serta pengembangan teknologi yang berkelanjutan.

Kasus ini sekaligus menyoroti proses penyesuaian kendaraan kepresidenan yang tidak hanya menuntut ketahanan, tetapi juga kenyamanan dan fungsi representatif. Dalam tahap awal pemakaian, setiap detail teknis menjadi krusial karena kendaraan itu harus siap digunakan dalam berbagai kondisi medan dan cuaca.

Terkait