Samsung diduga sedang menyiapkan pendekatan baru untuk layanan purnajual ponselnya lewat One UI 9. Petunjuk itu muncul setelah sebuah build awal One UI 9 menampilkan aplikasi tersembunyi bernama “Warranty & Care” yang berfokus pada garansi, diagnosis masalah, hingga proses perbaikan perangkat.
Temuan ini menarik karena menyasar salah satu keluhan umum pengguna smartphone, yakni proses servis yang sering terasa rumit dan terpecah di banyak saluran. Jika aplikasi ini benar-benar dirilis, Samsung berpotensi menyatukan informasi garansi, estimasi biaya servis, penjadwalan kunjungan, dan pelacakan perbaikan dalam satu tempat.
Aplikasi baru terdeteksi di build awal One UI 9
Laporan awal datang dari Android Authority yang menelusuri build dini One UI 9 dan menemukan aplikasi tersebut tersembunyi dari app drawer. Aplikasi itu belum dirilis resmi dan masih harus dibuka secara manual, menandakan statusnya masih dalam pengembangan aktif.
Sejumlah fungsi di dalamnya juga belum berjalan penuh. Dalam kondisi saat ini, beberapa fitur masih berupa placeholder dan belum memberi respons meski izin yang diminta saat pengaturan awal sudah diberikan.
Fokus pada servis ponsel yang lebih sederhana
Dari antarmuka yang ditemukan, Samsung tampaknya ingin mempersingkat alur servis yang selama ini cenderung panjang. Pengguna biasanya harus mencari bukti pembelian, memeriksa status garansi, menemukan pusat layanan, lalu menanyakan biaya dan memantau progres perbaikan secara terpisah.
Melalui “Warranty & Care”, beberapa proses tersebut terlihat ingin dipusatkan dalam satu aplikasi. Ini sejalan dengan tren industri yang mendorong dukungan pelanggan berbasis aplikasi agar lebih cepat dan minim hambatan.
Fitur yang sempat terlihat di aplikasi “Warranty & Care”
Berdasarkan temuan pada build awal tersebut, berikut sejumlah fungsi yang muncul di aplikasi:
- Menampilkan status garansi perangkat.
- Kolom pencarian untuk pemecahan masalah.
- Pintasan ke fitur Diagnostics yang terhubung ke aplikasi Samsung Members.
- Estimasi biaya perbaikan.
- Penjadwalan kunjungan ke service centre.
- Pelacakan status perbaikan secara real-time.
- Akses dukungan pelanggan melalui chatbot.
- Opsi bantuan jarak jauh atau remote assistant.
Daftar itu menunjukkan Samsung tidak sedang membuat alat tunggal untuk klaim garansi saja. Perusahaan tampaknya ingin menggabungkan alat dukungan yang sudah ada ke dalam satu pusat kendali layanan perangkat.
Mendorong pengguna mencoba diagnosis mandiri lebih dulu
Arah lain yang terlihat adalah dorongan ke self-service sebelum perangkat dibawa ke pusat servis. Pengguna disebut dapat menjalankan diagnosis mandiri atau mencari solusi untuk masalah umum lebih dulu agar kunjungan ke service centre hanya dilakukan saat benar-benar diperlukan.
Pendekatan ini bisa menguntungkan dua pihak sekaligus. Pengguna berpotensi menghemat waktu, sementara beban antrean untuk masalah ringan di jaringan layanan resmi dapat dikurangi.
Dalam ekosistem Samsung sendiri, fungsi diagnosis sebenarnya bukan hal baru karena sudah hadir lewat Samsung Members. Yang berbeda, “Warranty & Care” tampak mencoba menjadikan diagnosis, dukungan, dan tindak lanjut servis sebagai satu perjalanan layanan yang utuh.
Masih banyak fitur belum aktif
Meski idenya terlihat menjanjikan, kondisi aplikasi saat ini belum bisa dianggap final. Menurut laporan Android Authority, fitur seperti “Ask Bixby” dan “Request a repair” belum berfungsi meski pengguna sudah memberi izin kalender saat proses onboarding.
Fakta itu penting karena menunjukkan aplikasi ini belum siap dipakai publik. Build awal sistem operasi kerap memuat eksperimen internal yang bisa berubah, ditunda, atau bahkan tidak pernah dirilis.
Samsung juga belum memberikan pengakuan resmi soal keberadaan aplikasi tersebut. Karena itu, belum ada jadwal peluncuran publik yang bisa dipastikan untuk “Warranty & Care”.
Terkait kemunculan One UI 9 berbasis Android 17
Petunjuk soal aplikasi ini muncul di periode yang sama ketika beta One UI 9 berbasis Android 17 dilaporkan telah terlihat berjalan pada varian global Galaxy S26 Ultra. Korelasi ini belum berarti aplikasi akan meluncur bersamaan, tetapi memperlihatkan bahwa Samsung memang sedang menyiapkan perubahan di lapisan perangkat lunaknya.
Jika nantinya terintegrasi penuh, “Warranty & Care” bisa menjadi tambahan penting bagi pengalaman kepemilikan perangkat Galaxy. Nilainya bukan hanya pada perbaikan ponsel, tetapi pada cara Samsung merapikan seluruh proses bantuan pelanggan, dari pengecekan garansi sampai pemantauan status servis tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi atau kanal dukungan.
Source: gadgets.beebom.com