Pengguna Samsung Galaxy Watch di Amerika Serikat kini bisa mengukur tekanan darah langsung dari jam tangan pintar mereka. Fitur ini tersedia untuk Galaxy Watch4 dan model yang lebih baru, selama perangkat menjalankan Wear OS 4 atau versi di atasnya.
Pemantauan tekanan darah tersebut bekerja lewat aplikasi Samsung Health Monitor. Kehadiran fitur ini memperluas fungsi kesehatan pada lini jam tangan Samsung, yang sebelumnya sudah menawarkan pelacakan detak jantung, pemantauan tidur, hingga deteksi sleep apnea.
Fitur pemantauan tekanan darah kini tersedia di AS
Berdasarkan informasi dari artikel referensi, fitur pengukuran tekanan darah Samsung kini resmi tersedia di AS untuk Galaxy Watch4 dan model setelahnya. Dukungan ini berlaku pada perangkat yang sudah menggunakan Wear OS 4 ke atas.
Samsung menempatkan Samsung Health Monitor sebagai pusat pengelolaan fitur tersebut. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat memantau dan melacak hasil pengukuran tekanan darah secara berkala dari pergelangan tangan.
Jam tangan Galaxy tidak mengukur tekanan darah dengan cara yang sama seperti alat tensi konvensional di lengan atas. Sistem ini memanfaatkan sensor pemantau detak jantung untuk memperkirakan tekanan darah sistolik dan diastolik, sekaligus membaca denyut nadi.
Tekanan darah sistolik adalah angka atas yang menunjukkan tekanan saat jantung memompa darah. Sementara itu, tekanan darah diastolik adalah angka bawah yang menggambarkan tekanan saat jantung berada dalam fase istirahat di antara detak.
Ada kewajiban kalibrasi agar hasil tetap akurat
Samsung memberi syarat penting agar hasil pengukuran tetap akurat. Pengguna perlu melakukan kalibrasi memakai manset tekanan darah di lengan atas setiap 28 hari.
Syarat ini menjadi catatan utama bagi pengguna yang ingin mengandalkan fitur tersebut untuk pemantauan rutin. Tanpa kalibrasi berkala, akurasi bacaan dari jam tangan bisa menurun dan tidak lagi merefleksikan kondisi sebenarnya.
Dalam praktiknya, pendekatan ini bukan hal yang baru pada perangkat wearable kesehatan. Banyak fitur kesehatan berbasis sensor optik memerlukan penyelarasan awal dengan alat medis yang lebih standar agar pembacaan berikutnya tetap konsisten.
Karena itu, fitur pada Galaxy Watch lebih tepat diposisikan sebagai alat pemantauan harian, bukan pengganti penuh alat medis klinis. Untuk diagnosis atau evaluasi medis, tenaga kesehatan tetap akan mengandalkan alat tensi yang tervalidasi secara klinis.
Model yang mendukung fitur ini
Berikut perangkat yang termasuk dalam cakupan dukungan berdasarkan keterangan referensi:
- Galaxy Watch4
- Model Galaxy Watch yang lebih baru
- Perangkat harus menjalankan Wear OS 4 atau versi lebih tinggi
Ketersediaan fitur juga dapat bergantung pada wilayah dan kompatibilitas aplikasi. Karena itu, pengguna perlu memastikan aplikasi Samsung Health Monitor sudah tersedia dan diperbarui ke versi terbaru di perangkat yang digunakan.
Cara kerja pengukuran di Galaxy Watch
Secara ringkas, alur penggunaan fitur ini adalah sebagai berikut:
- Pasang dan buka aplikasi Samsung Health Monitor.
- Lakukan kalibrasi awal dengan alat tekanan darah manset lengan atas.
- Gunakan jam tangan untuk membaca tekanan darah dari pergelangan tangan.
- Ulangi kalibrasi setiap 28 hari agar pembacaan tetap akurat.
Samsung menyebut perangkatnya dapat mengukur tekanan darah sistolik dan diastolik bersamaan dengan detak jantung. Ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memantau beberapa indikator kesehatan dari satu perangkat yang sama.
Meski demikian, hasil dari wearable tetap perlu dibaca dengan konteks yang tepat. Posisi tubuh, cara pemasangan jam, aktivitas sebelum pengukuran, hingga konsistensi kalibrasi dapat memengaruhi hasil yang tampil.
Samsung menyiapkan pemantauan pasif
Samsung juga menyebut akan menghadirkan pemantauan pasif pada tahun ini. Fitur itu dirancang untuk menampilkan tren tekanan darah dari waktu ke waktu, bukan hanya hasil pengukuran sesaat.
Pendekatan berbasis tren ini penting karena tekanan darah dapat berubah sepanjang hari. Dengan melihat pola dalam periode lebih panjang, pengguna bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh sebelum berdiskusi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Langkah Samsung ini sejalan dengan arah industri wearable yang semakin fokus pada data kesehatan preventif. Jam tangan pintar tidak lagi sekadar alat notifikasi, tetapi berkembang menjadi perangkat pendamping untuk pemantauan kebugaran dan kondisi tubuh sehari-hari.
Samsung juga menonjolkan fitur sleep apnea pada Galaxy Watch sebagai bagian dari portofolio kesehatan yang terus bertambah. Perusahaan menyatakan fitur tersebut merupakan yang pertama di kelasnya yang mendapat otorisasi dari FDA, memberi bobot lebih pada posisi Galaxy Watch di segmen wearable kesehatan.
Di pasar AS, ketersediaan fitur tekanan darah ini berpotensi memperkuat daya tarik Galaxy Watch bagi pengguna yang ingin perangkat serbaguna. Dukungan untuk model Watch4 ke atas juga membuat basis perangkat yang bisa menikmati fitur baru ini menjadi cukup luas.
Bagi pengguna, hal yang paling penting adalah memahami batas fungsi perangkat. Galaxy Watch dapat membantu pemantauan dan pelacakan tekanan darah harian, tetapi kebutuhan kalibrasi dengan manset lengan atas setiap 28 hari tetap menjadi syarat utama agar data yang tampil di Samsung Health Monitor tetap relevan dan dapat digunakan sebagai acuan pemantauan rutin.
Source: www.gsmarena.com