
Kabar soal iPhone lipat kembali memanaskan pasar gadget karena bocoran harga yang beredar disebut bakal sangat tinggi. Bahkan, untuk varian dengan memori paling besar, perangkat ini diperkirakan bisa dibanderol lebih mahal daripada MacBook Pro M5 yang juga belum resmi hadir.
Jika rumor itu terbukti benar, Apple tampaknya tidak sedang menyiapkan ponsel biasa. Perangkat ini justru diposisikan sebagai produk ultra-premium yang menyasar pengguna yang mengejar teknologi paling mutakhir, desain paling eksklusif, dan fleksibilitas layaknya gabungan iPhone serta tablet mini.
Harga yang Diprediksi Tidak Ramah Dompet
Laporan yang beredar menyebut iPhone lipat akan masuk ke kelas harga yang sangat tinggi. Sumber tersebut bahkan menilai varian tertingginya bisa melampaui banderol MacBook Pro M5, sehingga perangkat ini jauh dari kata terjangkau bagi pengguna umum.
Prediksi harga yang “melonjak” ini membuat iPhone lipat langsung masuk radar sebagai salah satu produk Apple paling mahal. Kondisi itu juga menegaskan bahwa Apple kemungkinan besar tidak menargetkan pasar massal, melainkan segmen premium yang sensitif terhadap inovasi, bukan harga.
Mengapa Bisa Semahal Itu?
Ada beberapa faktor yang disebut ikut mendorong harga iPhone lipat menjadi sangat tinggi. Salah satunya adalah kapasitas penyimpanan yang kabarnya akan dibuat besar, karena perangkat lipat dianggap harus menampung lebih banyak kebutuhan pengguna.
- Opsi storage disebut lebih besar dari ponsel biasa.
- Material dan engsel layar lipat membutuhkan biaya produksi tinggi.
- Riset layar tanpa bekas lipatan ikut menambah ongkos pengembangan.
- Apple disebut ingin menjaga kelas produk tetap premium.
Konsep perangkat lipat memang menuntut kompromi teknis yang tidak sederhana. Selain harus kuat saat dilipat berulang kali, layar juga harus tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang tanpa mengorbankan kualitas visual.
Tantangan Besar di Layar Lipat
Salah satu alasan Apple belum buru-buru merilis iPhone foldable adalah obsesinya terhadap layar yang lebih sempurna. Perusahaan itu disebut ingin menghadirkan panel yang mulus tanpa crease atau garis lipatan yang biasanya terlihat di tengah layar perangkat lipat.
Target seperti itu tidak mudah dicapai karena teknologi layar lipat masih menyimpan banyak tantangan. Proses produksi yang lebih rumit biasanya ikut mendongkrak biaya, terutama ketika standar kualitas Apple terkenal sangat ketat.
Pendekatan ini juga menjelaskan mengapa Apple cenderung lebih lambat masuk ke segmen tertentu dibanding para kompetitor. Saat vendor lain berlomba lebih dulu, Apple justru kerap memilih menunggu sampai teknologinya dianggap matang untuk pasar premium.
Bisa Jadi Produk untuk Kelas Sultan
Dengan harga yang diperkirakan melampaui laptop flagship, iPhone lipat jelas bukan perangkat yang disiapkan untuk semua orang. Produk ini lebih mungkin menjadi barang mewah, koleksi eksklusif, atau simbol status bagi pengguna yang ingin tampil beda.
Dalam konteks ekosistem Apple, strategi seperti ini bukan hal baru. Perusahaan kerap memanfaatkan citra premium untuk membangun daya tarik, lalu mendasarkannya pada kombinasi desain, performa, dan pengalaman pengguna yang dianggap sulit disaingi.
Perkiraan Waktu Rilis Masih Jauh
Bagi yang sudah tergoda, perangkat ini belum akan hadir dalam waktu dekat. Laporan yang beredar menyebut iPhone lipat kemungkinan baru menyapa publik paling cepat pada 2026 atau 2027.
Artinya, ruang spekulasi masih sangat besar karena desain akhir, ukuran layar, hingga konfigurasi memori belum benar-benar dipastikan. Dalam periode menunggu ini, publik kemungkinan akan terus dibanjiri rumor baru soal bentuk, sistem engsel, serta strategi harga yang dipakai Apple.
Poin Penting dari Bocoran yang Beredar
| Aspek | Bocoran yang Beredar |
|---|---|
| Posisi produk | Ponsel lipat ultra-premium |
| Harga | Diperkirakan sangat tinggi |
| Varian tertinggi | Bisa lebih mahal dari MacBook Pro M5 |
| Alasan mahal | Storage besar, teknologi layar, dan biaya produksi |
| Waktu rilis | Paling cepat 2026 atau 2027 |
Analis industri menilai strategi Apple ini memang berisiko, tetapi pasar premium sering kali punya logika sendiri. Jika Apple berhasil menghadirkan layar lipat yang minim kompromi, iPhone foldable berpeluang menarik perhatian pembeli yang selama ini menunggu perangkat lipat dengan sentuhan khas Apple.









