Samsung Messages Resmi Tamat, Cara Pindah ke Google Messages Tanpa Kehilangan Arah

Samsung secara resmi mengakhiri masa depan aplikasi Samsung Messages di pasar Amerika Serikat. Arah ini sebenarnya sudah terlihat sejak lini Galaxy S21, ketika Google Messages mulai dijadikan aplikasi pesan default di ponsel Galaxy.

Kini perubahan itu tidak lagi bersifat bertahap, melainkan sudah dinyatakan secara terbuka. Samsung juga diketahui mulai tidak lagi memasang Samsung Messages secara bawaan pada seri Galaxy S25, sehingga pengguna baru diarahkan langsung ke Google Messages.

Samsung Messages tidak lagi jadi fokus utama

Berdasarkan halaman resmi Samsung untuk layanan Samsung Messages di AS, aplikasi tersebut tidak lagi diposisikan sebagai pengalaman pesan utama di perangkat Galaxy. Samsung kini mengarahkan pengguna ke Google Messages sebagai platform pesan default.

Langkah ini menguatkan perubahan strategi yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Pada banyak ponsel Galaxy generasi baru, Samsung Messages memang masih ada di sebagian perangkat lama, tetapi pembaruan besar untuk aplikasi itu semakin jarang terlihat.

Dari sisi ekosistem, fitur RCS juga makin erat dengan infrastruktur milik Google. Hal ini membuat Google Messages lebih unggul untuk pengembangan fitur baru, sinkronisasi lintas perangkat, dan kompatibilitas antarperangkat Android yang lebih konsisten.

Samsung disebut akan menghentikan aplikasi tersebut secara resmi mulai Juli. Artinya, transisi yang selama ini berjalan perlahan kini memasuki fase akhir, setidaknya untuk pasar AS yang menjadi rujukan pengumuman resmi itu.

Alasan Samsung beralih penuh ke Google Messages

Keputusan ini dinilai berkaitan dengan standardisasi layanan pesan. Daripada terus mempertahankan platform sendiri, Samsung memilih memusatkan dukungan pada solusi yang sudah lebih luas dipakai di Android.

Pendekatan ini memberi beberapa keuntungan teknis. Google Messages menawarkan dukungan RCS yang lebih matang, pembaruan fitur yang lebih cepat, serta pengalaman yang lebih seragam di berbagai perangkat.

Bagi Samsung, model ini juga dapat mengurangi beban pengembangan aplikasi pesan mandiri. Dengan menyerahkan aspek pesan ke Google, perusahaan bisa lebih fokus pada One UI, perangkat keras, kecerdasan buatan, dan integrasi layanan lain di ekosistem Galaxy.

Perubahan itu juga sejalan dengan tren Android modern. Google semakin mendorong RCS sebagai pengganti SMS tradisional, dan produsen perangkat besar ikut menyesuaikan diri agar pengalaman berkirim pesan lebih konsisten.

Apa dampaknya bagi pengguna lama

Samsung Messages tidak langsung berhenti berfungsi dalam semalam. Menurut informasi dari halaman Samsung AS, aplikasi itu masih dapat digunakan pada perangkat lama yang menjalankan Android 11 atau versi lebih rendah.

Namun, proses transisi tidak selalu mulus untuk semua orang. Samsung memperingatkan bahwa obrolan RCS di perangkat Galaxy lama, terutama model sebelum 2022, bisa mengalami gangguan sementara saat pengguna berpindah aplikasi.

Percakapan RCS yang sedang aktif dapat terputus sesaat selama masa perpindahan. Obrolan itu disebut akan kembali berjalan setelah kedua pengguna sama-sama beralih ke Google Messages.

Untuk SMS dan MMS biasa, fungsi dasar tetap berjalan seperti biasa. Jadi, pengguna masih bisa mengirim dan menerima pesan teks standar meski sedang berada dalam fase transisi dari Samsung Messages ke aplikasi baru.

Ada dampak lain yang lebih terasa pada perangkat wearable lawas. Jam tangan Galaxy berbasis Tizen OS, yakni model sebelum seri Galaxy Watch 4, tidak mendukung Google Messages secara penuh.

Pada perangkat tersebut, pengguna masih bisa mengirim dan menerima teks. Namun, riwayat percakapan lengkap tidak lagi ditampilkan, sehingga pengalaman penggunaan menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.

Cara pindah dari Samsung Messages ke Google Messages

Bagi pengguna yang ingin segera beralih, langkahnya cukup sederhana. Samsung pada dasarnya mengarahkan pengguna untuk menjadikan Google Messages sebagai aplikasi SMS default.

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka aplikasi Google Messages atau instal terlebih dahulu jika belum tersedia.
  2. Ketuk opsi Set default SMS app.
  3. Pilih Google Messages.
  4. Konfirmasi dengan memilih set as default.

Untuk pengguna Android 12 atau Android 13, ada satu langkah tambahan. Google Messages tidak selalu otomatis muncul di dock bawah layar utama setelah dijadikan default.

Karena itu, pengguna perlu menghapus ikon Samsung Messages dari dock. Setelah itu, tambahkan Google Messages ke layar utama dan seret secara manual ke posisi yang diinginkan.

Mengapa perpindahan ini penting diperhatikan

Perubahan ini bukan sekadar pergantian aplikasi bawaan. Langkah Samsung menunjukkan bahwa integrasi One UI dengan ekosistem Google kini semakin dalam, terutama pada layanan komunikasi inti.

Selama bertahun-tahun, Samsung Messages menjadi salah satu aplikasi bawaan yang paling akrab bagi pengguna Galaxy. Namun dengan keputusan resmi ini, pusat pengalaman berkirim pesan di ponsel Samsung kini berpindah ke Google Messages, termasuk untuk dukungan RCS yang menjadi standar baru komunikasi berbasis teks di Android.

Source: sammyguru.com

Berita Terkait

Back to top button