Harga HP Realme di Indonesia mulai menunjukkan pergerakan pada periode ini, dan sorotan utama jatuh ke realme C85 Pro yang mengalami kenaikan harga cukup terasa. Berdasarkan data yang dihimpun KompasTekno dari situs resmi Realme Indonesia dan akun resmi di marketplace, model tersebut menjadi satu-satunya lini Realme yang tercatat naik, sementara jajaran lain masih berada di level harga yang sama.
Kenaikan ini menarik perhatian karena terjadi di saat pasar smartphone juga menghadapi tekanan biaya produksi yang lebih tinggi. Realme belum memberikan penjelasan resmi soal alasan penyesuaian harga tersebut, tetapi tren serupa memang sedang terlihat di sejumlah merek ponsel lain, terutama dari China.
Realme C85 Pro jadi model yang naik
Model yang berubah harga adalah realme C85 Pro varian RAM 8 GB/128 GB. Di halaman resmi Realme, ponsel ini kini tercantum seharga Rp 3,6 juta.
Angka tersebut naik dari Rp 2,9 juta pada Maret lalu, atau bertambah sekitar Rp 700.000. Kenaikan seperti ini cukup menonjol karena terjadi hanya pada satu model, bukan pada seluruh jajaran produk Realme.
Daftar harga HP Realme per periode ini
Berikut harga HP Realme yang dirangkum dari situs resmi Realme Indonesia dan akun resmi Realme di marketplace:
- Realme P3 Lite – Rp 1,6 juta
- Realme C71 (4/128) – Rp 1,9 juta
- Realme C61 – Rp 1,8 juta
- Realme C75x (8/128) – Rp 2,2 juta
- Realme C75 – Rp 2,4 juta
- Realme C85 4G (6/128) – Rp 2,6 juta
- Realme C85 Pro (8/128) – Rp 3,6 juta
- Realme Note 70 (4/64) – Rp 1,5 juta
- Realme Note 60x – Rp 1,3 juta
- Realme Note 60 – Rp 1,25 juta
- Realme 16 (8/256 GB) – Rp 5,5 juta
- Realme 16 (12/256 GB) – Rp 6 juta
- Realme 16 Pro (12/256 GB) – Rp 7 juta
- Realme 16 Pro Plus (12/512 GB) – Rp 9 juta
- Realme Note 80 (4 GB/64 GB) – Rp 1,7 juta
- Realme Note 80 (4 GB/128 GB) – Rp 2 juta
Harga model lain masih stabil
Meski ada satu model yang naik, harga model Realme lainnya terpantau belum berubah. Kondisi ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga belum dilakukan secara luas pada seluruh portofolio produk Realme di Indonesia.
Bagi konsumen, situasi seperti ini penting dicermati karena perubahan kecil pada satu model bisa memengaruhi pilihan pembelian. Terutama untuk segmen entry-level dan menengah, selisih harga beberapa ratus ribu rupiah sering menjadi penentu utama saat memilih ponsel baru.
Tekanan biaya komponen ikut memengaruhi pasar
Kenaikan harga Realme terjadi di tengah tren serupa di industri smartphone global. Sejumlah vendor lain, termasuk Oppo, OnePlus, dan Vivo, juga dikabarkan mulai menaikkan harga pada model tertentu sejak Maret.
Sejumlah analis menilai lonjakan ini dipicu oleh naiknya biaya komponen, terutama memori. Harga DRAM dan NAND yang menjadi bagian utama smartphone disebut meningkat akibat pasokan yang terbatas dan tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan.
Laporan dari beberapa firma riset bahkan menyebut harga memori bisa naik 30–40 persen pada awal 2026, dengan kenaikan yang bisa lebih tinggi ketika permintaan pusat data AI terus menguat. Dalam situasi seperti ini, produsen smartphone cenderung menyesuaikan harga jual agar margin tetap terjaga.
Apa dampaknya bagi pembeli Realme
Bagi calon pembeli, perubahan harga ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar ponsel murah dan kelas menengah mulai bergerak. Jika tren biaya komponen terus naik, penyesuaian harga pada model lain bukan hal yang mustahil terjadi dalam periode berikutnya.
Saat ini, realme C85 Pro menjadi model yang paling perlu diperhatikan karena mengalami kenaikan paling jelas di daftar harga Realme. Sementara itu, model lain masih bertahan di harga lama dan tetap memberi banyak pilihan di berbagai kelas, mulai dari Rp 1,25 juta hingga Rp 9 juta.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com








