iQOO Neo 11S Muncul di Geekbench, Dimensity 9500 dan RAM 16GB Mulai Terbuka

Kemunculan perangkat baru iQOO di Geekbench memberi sinyal awal soal tambahan model di lini Neo. Ponsel yang diyakini sebagai iQOO Neo 11S itu tercatat membawa chipset MediaTek Dimensity 9500, RAM 16GB, dan Android 16.

Temuan ini menarik karena iQOO Neo 11 saat ini sudah hadir sebagai model bertenaga Snapdragon 8 Elite. Jika identitas perangkat ini akurat, iQOO tampaknya sedang menyiapkan varian yang menyasar kelas lebih tinggi dengan kombinasi chipset berbeda, namun tetap mempertahankan pendekatan performa agresif.

Perangkat tersebut muncul dengan nomor model Vivo V2545A di basis data Geekbench. Menurut unggahan di X dari tech blogger Anvin (@ZionsAnvin), nomor model itu diyakini merujuk pada iQOO Neo 11S yang diperkirakan meluncur di China.

Dari hasil benchmark yang tampil, perangkat ini membukukan skor single-core 3.395 dan multi-core 10.312. Listing yang sama juga menunjukkan kapasitas RAM sekitar 16GB dan sistem operasi Android 16 yang kemungkinan berjalan langsung sejak awal.

Detail chipset yang terungkap

Geekbench mengindikasikan bahwa perangkat ini memakai chipset MediaTek dengan nomor model MT6993. Chip tersebut diyakini sebagai Dimensity 9500, yang disebut sebagai platform flagship mendatang dari MediaTek.

Konfigurasi CPU yang terlihat terdiri dari empat inti pada 2,23GHz, tiga inti pada 3,03GHz, dan satu inti utama pada 3,23GHz. Sisi grafisnya mengarah ke GPU Mali-G1-Ultra MC12, menandakan fokus perangkat ini tetap berada pada performa tinggi.

Kombinasi spesifikasi tersebut memperkuat posisi Neo 11S sebagai perangkat yang kemungkinan diarahkan ke segmen performa premium. Meski begitu, detail lain seperti layar, kamera, penyimpanan, dan desain masih belum ikut terungkap dari listing benchmark ini.

Indikasi pengisian cepat 100W

Selain Geekbench, nomor model yang sama sebelumnya juga sempat muncul dalam sertifikasi 3C. Menurut Anvin, dokumen itu mengaitkan Vivo V2545A dengan charger 100W, yang mengarah pada dukungan pengisian cepat kabel berdaya tinggi.

Informasi ini penting karena memberi gambaran bahwa iQOO tampaknya tidak mengubah arah utama seri Neo yang menonjolkan performa dan pengisian cepat. Namun sampai saat ini, belum ada rincian tambahan mengenai kapasitas baterai perangkat tersebut.

Bila mengacu pada pola lini produk iQOO, keberadaan sertifikasi dan benchmark biasanya menjadi pertanda bahwa peluncuran makin mendekat. Meski demikian, perusahaan belum mengumumkan perangkat ini secara resmi, sehingga posisi spesifikasi akhirnya masih perlu menunggu konfirmasi.

Konteks dengan iQOO Neo 11

Kabar soal Neo 11S juga menjadi lebih relevan karena iQOO Neo 11 sudah lebih dulu meluncur di China pada Oktober 2025. Model itu hadir dengan Snapdragon 8 Elite, baterai 7.500mAh, dan dukungan pengisian cepat kabel 100W.

Dengan latar tersebut, Neo 11S diperkirakan hadir sebagai peningkatan minor dibanding model yang sudah ada. Fokus pembaruannya tampaknya berada pada penggunaan chipset baru dan kemungkinan penyegaran posisi produk di atas Neo 11 reguler.

Belum jelas apakah iQOO akan mengubah kapasitas baterai, sistem pendingin, atau konfigurasi memorinya di luar varian yang muncul di Geekbench. Tidak ada juga informasi resmi soal harga maupun tanggal peluncuran perangkat ini.

Yang sudah terlihat sejauh ini adalah arah strateginya. iQOO tampaknya ingin menjaga lini Neo tetap kompetitif di pasar China, sambil membuka opsi baru lewat penggunaan chipset flagship MediaTek.

Kemunculan benchmark ini juga menambah daftar perangkat yang mulai dikaitkan dengan Android 16 sejak awal. Jika benar diluncurkan dengan sistem operasi tersebut, Neo 11S berpotensi menjadi salah satu model iQOO yang langsung membawa platform Android terbaru saat diperkenalkan.

Untuk saat ini, Geekbench dan sertifikasi 3C baru memberi gambaran dasar mengenai performa dan pengisian daya. Detail lain mengenai iQOO Neo 11S kemungkinan baru akan muncul menjelang debut resminya di China.

Source: www.gadgets360.com

Terkait