Bocoran Honor 600 Pro mulai menarik perhatian karena ponsel ini disebut membawa desain yang sangat dekat dengan iPhone 17 Pro. Di saat yang sama, Honor menyiapkan baterai jumbo dan spesifikasi kelas atas yang membuat perangkat ini diposisikan sebagai alternatif premium dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut laporan yang bersumber dari Gizmochina, Honor 600 Pro dan Honor 600 akan hadir sebagai pasangan lini baru yang menonjolkan tampilan mewah. Perbedaan utamanya bukan hanya pada desain, tetapi juga pada kombinasi kamera, daya tahan baterai, dan fitur keamanan yang lebih modern.
Desain mirip iPhone 17 Pro
Salah satu daya tarik terbesar ada di bagian belakang perangkat. Honor 600 Pro disebut mengusung bilah horizontal lebar yang menjadi rumah bagi modul kamera, lampu flash LED, dan sensor autofokus laser, sehingga tampilannya sangat mengingatkan pada desain iPhone 17 Pro.
Pilihan warna yang bocor juga memperkuat kesan tersebut. Honor kabarnya menyiapkan varian Hitam, Emas, dan Oranye, tiga opsi yang memberi nuansa premium sekaligus mengikuti tren warna perangkat kelas atas saat ini.
Di luar kemiripan visual, Honor tetap memberi sentuhan material yang tidak murahan. Bingkai logam dan panel kaca disebut tetap dipakai untuk menjaga kesan kokoh dan elegan saat digenggam.
Layar dan performa yang ditujukan untuk kelas flagship
Baik Honor 600 maupun Honor 600 Pro kabarnya menggunakan layar OLED 6,57 inci. Panel ini mendukung resolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz, kombinasi yang biasanya dicari pengguna untuk tampilan tajam dan gerakan yang halus.
Spesifikasi layar tersebut membuat perangkat ini relevan untuk penggunaan harian maupun hiburan. Aktivitas seperti menonton video, bermain gim, hingga berpindah antar-aplikasi akan terasa lebih nyaman di layar dengan refresh rate tinggi.
Untuk bagian performa, Honor belum mengumumkan chipset resmi yang dipakai. Namun, rumor yang beredar mengarah pada penggunaan chipset Qualcomm Snapdragon seri 8 kelas atas, meski belum jelas apakah itu versi flagship penuh atau varian “s” yang lebih efisien.
Kamera 200MP dan baterai 9000mAh jadi sorotan
Di sektor kamera, Honor 600 Pro diperkirakan membawa sensor utama 200 megapiksel lengkap dengan OIS atau Optical Image Stabilization. Kehadiran OIS penting untuk membantu menghasilkan foto dan video yang lebih stabil, terutama saat kondisi cahaya kurang ideal.
Untuk model Pro, Honor juga disebut menambahkan lensa ultra-wide dan lensa zoom khusus. Kombinasi ini membuat sistem kameranya lebih fleksibel, baik untuk foto lanskap, potret, maupun pengambilan gambar dari jarak jauh.
Daya tahan baterai menjadi nilai jual yang paling mencuri perhatian. Honor disebut menyematkan baterai berbasis silikon berkapasitas 9000mAh, naik dari Honor 500 yang memakai baterai 8000mAh.
Poin spesifikasi yang paling menonjol
- Layar OLED 6,57 inci dengan resolusi 1,5K.
- Refresh rate 120Hz untuk tampilan yang lebih mulus.
- Kamera utama 200MP dengan OIS.
- Baterai silikon 9000mAh.
- Pengisian cepat 80W.
- Dukungan pengisian nirkabel.
- Sensor sidik jari ultrasonik 3D di bawah layar.
Dengan kapasitas sebesar itu, perangkat ini berpotensi menarik minat pengguna yang mengutamakan pemakaian panjang tanpa sering mengisi daya. Honor juga disebut tetap melengkapi perangkat ini dengan fast charging 80W dan dukungan wireless charging agar pengisian tetap praktis.
Fitur keamanan ikut ditingkatkan
Honor 600 Pro tidak hanya mengandalkan tampilan dan baterai besar. Seri ini juga dikabarkan beralih dari sensor sidik jari optik ke sensor sidik jari ultrasonik 3D di bawah layar.
Teknologi ultrasonik biasanya lebih cepat dan lebih akurat dibanding pemindai optik, termasuk saat jari dalam kondisi lembap atau berminyak. Langkah ini menunjukkan bahwa Honor ingin menempatkan seri 600 Pro sebagai perangkat yang lebih matang di kelas menengah premium.
Jika seluruh bocoran ini benar, Honor 600 Pro bisa menjadi salah satu smartphone paling menarik di segmen desain mewah dengan harga yang lebih bersahabat. Peluncuran resminya disebut dijadwalkan pada 23 April, dan seri ini berpotensi menjadi pesaing serius bagi ponsel bergaya premium yang selama ini hanya identik dengan ekosistem Apple.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.harapanrakyat.com