
Dua perangkat baru dari lini iQOO Neo 11 Series dikabarkan sedang diuji, dan keduanya diyakini sebagai iQOO Neo 11 Pro serta iQOO Neo 11 Pro+. Bocoran yang beredar menyebut seri ini akan membawa peningkatan besar pada layar, baterai, dan performa, sehingga posisinya semakin dekat ke kelas flagship.
Informasi awal ini datang dari tipster Digital Chat Station di Weibo. Jika detail tersebut akurat, iQOO tampaknya menyiapkan penerus yang tidak hanya mengandalkan tenaga besar, tetapi juga panel layar premium dan desain yang lebih matang untuk menarik pengguna kelas menengah atas.
Layar 2K dengan ukuran lebih besar
Bocoran menyebut iQOO Neo 11 Pro dan Neo 11 Pro+ akan memakai layar datar LTPS berukuran 6,83 inci. Panel ini dikabarkan mendukung resolusi 2K dan refresh rate tinggi, sehingga cocok untuk pengguna yang mengutamakan tampilan tajam dan gerakan visual yang lebih mulus.
Spesifikasi tersebut menarik perhatian karena biasanya resolusi 2K masih identik dengan perangkat flagship. Dengan menghadirkan layar seperti ini, iQOO berpotensi memberi pengalaman visual yang lebih premium tanpa harus masuk ke harga ponsel kelas atas penuh.
Desain premium dan keamanan lebih canggih
Selain layar, sektor desain juga disebut ikut meningkat. Perangkat ini diperkirakan menggunakan bingkai logam yang memberi kesan lebih solid dan premium saat digenggam.
Bocoran yang sama juga menyebut adanya sensor sidik jari ultrasonik 3D. Teknologi ini umumnya menawarkan pemindaian yang lebih cepat dan akurat dibanding sensor optik biasa, sekaligus memperkuat kesan perangkat yang disiapkan untuk segmen lebih tinggi.
Baterai besar untuk pemakaian lebih panjang
Daya tahan tampaknya menjadi salah satu fokus utama iQOO pada seri ini. Kedua model dikabarkan akan membawa baterai silikon berkapasitas sekitar 8.000mAh, naik dari generasi sebelumnya yang sudah terbilang besar.
Kapasitas sebesar itu berpotensi memberi keuntungan bagi pengguna aktif, terutama untuk gaming, streaming, dan multitasking sepanjang hari. Dukungan baterai besar juga bisa membuat perangkat ini semakin kompetitif di pasar yang kini semakin menuntut efisiensi daya lebih baik.
Performa mendekati flagship
Di sektor dapur pacu, iQOO Neo 11 Pro disebut akan ditenagai Snapdragon 8 Elite. Sementara itu, varian Pro+ kabarnya akan menggunakan Dimensity 9500 dari MediaTek.
Kombinasi ini menunjukkan strategi iQOO untuk menyasar pengguna yang mencari kecepatan tinggi tanpa harus membeli ponsel flagship mahal. Dengan kelas chipset seperti ini, seri Neo 11 Pro berpeluang menawarkan pengalaman yang sangat dekat dengan perangkat premium dalam penggunaan sehari-hari maupun gaming berat.
Perbandingan dengan iQOO Neo 11
Sebagai gambaran, iQOO Neo 11 yang lebih dulu hadir membawa layar AMOLED 2K 144Hz, Snapdragon 8 Elite, baterai 7.500mAh, dan pengisian cepat 100W. Bocoran untuk Neo 11 Pro Series menunjukkan arah pengembangan yang makin agresif, terutama pada kapasitas baterai dan kemungkinan peningkatan fitur desain.
Berikut perbandingan singkat yang bisa memberi gambaran awal:
- iQOO Neo 11: layar AMOLED 2K 144Hz, Snapdragon 8 Elite, baterai 7.500mAh, pengisian cepat 100W.
- iQOO Neo 11 Pro: layar LTPS 6,83 inci 2K, Snapdragon 8 Elite, baterai sekitar 8.000mAh.
- iQOO Neo 11 Pro+: layar LTPS 6,83 inci 2K, Dimensity 9500, baterai sekitar 8.000mAh.
Meski demikian, seluruh informasi ini masih berupa bocoran awal dan belum mendapat konfirmasi resmi dari iQOO. Perusahaan juga disebut sedang mempertimbangkan perubahan strategi distribusi, termasuk kemungkinan tidak merilis seri Neo di beberapa pasar tertentu pada 2026.
Jika bocoran ini benar, iQOO Neo 11 Pro Series bisa menjadi salah satu lini paling menarik di segmen menengah atas karena memadukan layar 2K, baterai besar, dan chipset kelas tinggi dalam satu paket yang agresif. Perpaduan itu membuat seri ini berpotensi kuat mencuri perhatian pengguna yang mengincar performa mendekati flagship tanpa harus naik ke kelas premium penuh.









