
Samsung kembali terlihat mengeksplorasi desain ponsel masa depan lewat sebuah paten terbaru yang menampilkan konsep smartphone dengan layar dapat digeser. Dokumen ini memperlihatkan perangkat yang bisa berubah dari ukuran ringkas ke ukuran lebih tinggi saat bagian bodi didorong ke atas.
Informasi ini menarik karena memberi gambaran lebih jelas tentang arah riset Samsung di kategori perangkat layar fleksibel. Bagi pengguna, konsep tersebut menjanjikan kombinasi antara ponsel yang mudah dibawa dan area layar yang lebih luas saat dibutuhkan.
Paten baru ungkap mekanisme ponsel slidable Samsung
Berdasarkan dokumen yang muncul di basis data WIPO, paten tersebut terbit dengan nomor publikasi 20260095519. Judul dokumennya adalah “ELECTRONIC DEVICE COMPRISING LATTICE PLATE SUPPORTING FLEXIBLE DISPLAY.”
Meski judulnya terdengar teknis, isi deskripsinya mengarah pada konsep smartphone slidable dengan mekanisme geser vertikal. Rancangan itu memungkinkan satu bagian perangkat bergerak relatif terhadap bagian lain untuk memperluas area tampilan.
Saat perangkat digeser ke atas, panel layar fleksibel akan terekspos lebih banyak dan membuat layar menjadi lebih besar. Ketika didorong kembali ke bawah, perangkat kembali ke bentuk yang lebih ringkas untuk penggunaan sehari-hari.
Dokumen paten itu juga menunjukkan dua keadaan fisik perangkat. Pertama adalah mode kompak, lalu kedua adalah mode diperluas dengan tinggi bodi yang bertambah.
Bagaimana sistem layarnya bekerja
Salah satu bagian penting dari paten ini adalah struktur pendukung di balik panel layar fleksibel. Samsung menjelaskan adanya support plate di bagian belakang panel, lalu pada sisi berlawanan terdapat struktur penopang yang terdiri dari beberapa lattice plate.
Pendekatan ini penting karena layar fleksibel membutuhkan dukungan mekanis agar tetap stabil saat bergerak. Dalam perangkat slidable, tantangannya bukan hanya membuat layar bisa memanjang, tetapi juga menjaga daya tahan, kelenturan, dan kestabilan panel selama proses buka-tutup.
Secara teknis, kehadiran lattice plate mengindikasikan adanya upaya untuk mendistribusikan tekanan secara lebih merata. Solusi seperti ini lazim dibutuhkan agar bagian layar yang keluar dari bodi tetap mendapat penopang yang cukup.
Desain bodi dan kamera
Gambar dalam dokumen paten memperlihatkan modul kamera belakang ditempatkan pada housing utama. Terdapat tiga kamera yang disusun secara horizontal di sisi belakang perangkat.
Posisi komponen kamera ini menunjukkan bahwa Samsung berupaya menjaga area geser tetap fokus untuk ekspansi layar. Dengan begitu, komponen penting seperti sensor kamera dapat ditempatkan pada bagian bodi yang lebih stabil.
Konsep semacam ini juga bisa membantu menjaga keseimbangan desain internal. Ruang di dalam perangkat sangat terbatas, sehingga pemisahan area kamera dan area mekanisme layar menjadi penting.
Mirip konsep yang pernah dipamerkan Samsung
Petunjuk soal perangkat ini tidak muncul begitu saja. Samsung sebelumnya juga memamerkan konsep layar slidable yang serupa di ajang MWC 2026.
Dalam demonstrasi tersebut, perangkat memiliki layar 5,1 inci dengan rasio 16:9 saat dalam kondisi kompak. Ketika diperluas, ukuran layarnya meningkat menjadi 6,7 inci dengan rasio 22:9.
Data ukuran ini menunjukkan bahwa konsep slidable Samsung tidak sekadar menambah sedikit ruang layar. Perubahan dari 5,1 inci ke 6,7 inci dapat memberi perbedaan nyata untuk membaca, menonton video vertikal, menjelajah media sosial, atau multitasking ringan.
Apa arti paten ini bagi pasar smartphone
Paten bukan jaminan bahwa produk akan segera dijual ke publik. Namun, dokumen yang sudah dipublikasikan biasanya memberi sinyal bahwa perusahaan sedang aktif menguji solusi teknis tertentu.
Samsung juga telah mengonfirmasi bahwa proyek layar slidable masih dalam tahap pengembangan. Sampai saat ini belum ada informasi resmi soal jadwal peluncuran komersial perangkat tersebut.
Di industri smartphone, paten sering dipakai untuk melindungi ide dan rekayasa sejak awal. Karena itu, kemunculan paten ini lebih tepat dibaca sebagai indikasi keseriusan riset, bukan kepastian produk final.
Hal penting dari paten slidable Samsung
- Mengusung mekanisme geser vertikal.
- Menggunakan layar fleksibel yang dapat memanjang.
- Memiliki dua segmen housing yang bergerak relatif.
- Menyertakan support plate dan lattice plate sebagai penopang.
- Menawarkan mode kompak dan mode layar lebih besar.
- Menempatkan tiga kamera belakang secara horizontal.
Bila dikaitkan dengan tren perangkat lipat, pendekatan slidable memberi alternatif yang berbeda. Desain ini berpotensi mengurangi lipatan visual di layar, meski tetap menghadirkan tantangan baru pada rel mekanis, ketahanan debu, dan keawetan komponen bergerak.
Samsung selama ini dikenal agresif mengembangkan form factor baru lewat lini foldable dan layar fleksibel. Karena itu, paten slidable ini memperkuat dugaan bahwa perusahaan belum berhenti mencari desain smartphone yang bisa menyeimbangkan portabilitas dan pengalaman layar besar.
Untuk saat ini, informasi yang tersedia masih terbatas pada dokumen paten dan konsep yang pernah dipamerkan. Namun, kombinasi data dari WIPO, detail mekanisme internal, serta ukuran layar yang pernah ditunjukkan Samsung menandakan bahwa ponsel slidable bukan lagi sekadar konsep liar, melainkan salah satu arah pengembangan yang sedang dipertimbangkan serius.
Source: sammyguru.com








