LG Rollable Akhirnya Dibongkar, Ponsel Masa Depan yang Gagal Rilis Ini Masih Menggoda?

LG Rollable kembali mencuri perhatian setelah sebuah unit langka muncul dalam video bongkar pasang dari kanal JerryRigEverything. Perangkat ini tidak pernah dijual ke publik, tetapi tayangan tersebut memberi gambaran paling jelas tentang cara kerja ponsel gulung yang dulu digadang-gadang bisa menjadi terobosan besar.

Referensi utamanya berasal dari Android Central dan demonstrasi Zack Nelson, yang memperlihatkan bodi ponsel memanjang dan memendek dengan bantuan motor internal. Momen itu memunculkan pertanyaan lama yang kembali relevan: bila LG Rollable benar-benar dirilis, apakah pasar akan menerimanya dan apakah konsumen mau membelinya.

LG Rollable yang batal hadir ke pasar

LG pertama kali memamerkan Rollable di CES sebagai konsep yang nyaris siap diluncurkan. Namun, rencana itu berhenti ketika LG memutuskan keluar dari bisnis smartphone, sehingga produk ini tinggal menjadi prototipe yang tidak pernah masuk jalur komersial.

Android Central menilai perangkat tersebut kemungkinan besar akan menjadi ponsel rollable pertama yang tersedia secara luas untuk konsumen. Sampai sekarang, format rollable juga belum menjadi kategori arus utama karena banyak merek besar lebih memilih fokus pada ponsel lipat.

Cara kerja layar gulung LG Rollable

Dalam video hands-on, layar bisa melebar dan menyusut dengan suara motor yang cukup terdengar. Perangkat lunaknya juga tampak menyesuaikan ukuran tampilan secara otomatis saat layar berubah bentuk, termasuk ketika memutar video.

Saat bodi dalam posisi menyusut, bagian belakang masih menampilkan area layar aktif yang bisa dipakai untuk widget. Area itu juga berfungsi sebagai monitor kecil untuk selfie memakai kamera utama ganda di belakang, sebuah pendekatan yang berbeda dari ponsel konvensional.

Zack Nelson juga menyorot adanya struktur mirip ritsleting di sisi lengkungan perangkat. Komponen itu diduga membantu menjaga panel tetap stabil ketika layar bergerak keluar dan masuk.

Isi jeroan yang terbilang rumit

Setelah perangkat dibuka, terlihat konstruksi internal yang sangat kompleks. Android Central menyebut ada tiga lengan mekanis dengan pegas yang membantu menjaga permukaan layar tetap rata saat memanjang atau kembali masuk ke bodi.

Di bagian atas, terdapat dua motor yang mendorong struktur internal di atas rel. Nelson bahkan menyebut ponsel ini “overengineered”, tetapi dalam konteks positif karena rekayasanya sangat ambisius dan menunjukkan tingkat inovasi yang tinggi.

Demonstrasi juga memperlihatkan kekuatan motor yang tidak sekadar simbolis. Dalam video, mekanisme ponsel mampu mendorong benda seperti buku besar, memberi petunjuk bahwa LG serius merancang sistem gerak yang bertenaga dan presisi.

Spesifikasi yang tidak sekadar konsep

LG Rollable bukan hanya menarik karena layar fleksibelnya. Android Central mencatat perangkat ini dibekali kamera utama 64MP, kamera ultrawide 12MP, dan baterai 4.500mAh.

Sensor sidik jari ditempatkan di belakang dan menyatu dengan tombol daya. Penempatan seperti ini kini makin jarang dipakai, tetapi pada perangkat dengan desain eksperimental, solusi tersebut masuk akal karena membantu menghemat ruang di sisi bodi.

Berikut ringkasan fitur penting yang terungkap:

  1. Layar dapat memanjang dan menyusut dengan motor internal.
  2. Antarmuka menyesuaikan tampilan secara dinamis.
  3. Bagian belakang memiliki area layar aktif saat perangkat menyusut.
  4. Terdapat tiga lengan mekanis pegas di dalam bodi.
  5. Sistem pergerakan memakai dua motor dan rel internal.
  6. Kamera belakang terdiri dari 64MP dan 12MP ultrawide.
  7. Baterai berkapasitas 4.500mAh.

Apakah ponsel seperti ini layak dibeli?

Dari sisi inovasi, LG Rollable menawarkan alternatif nyata di antara ponsel lipat. Format gulung berpotensi mengatasi salah satu keluhan utama pada foldable, yakni lipatan layar yang terlihat dan engsel besar yang mengubah ketebalan perangkat.

Namun, ada beberapa catatan penting bila produk seperti ini benar-benar masuk pasar. Mekanisme motor, rel, dan lengan penyangga akan menambah kompleksitas perbaikan, biaya produksi, serta potensi masalah ketahanan jangka panjang.

Konsumen juga biasanya menimbang dukungan software, garansi, dan layanan purnajual sebelum membeli perangkat eksperimental. Dalam kasus LG, faktor itu menjadi semakin penting karena perusahaan akhirnya meninggalkan bisnis smartphone, sehingga kepercayaan pasar otomatis ikut terpengaruh.

Di sisi lain, video bongkar pasang ini menunjukkan bahwa LG tidak sekadar membuat konsep untuk pameran. Perangkat tersebut tampak jauh lebih matang daripada banyak konsep rollable lain yang hanya berhenti pada tahap demonstrasi singkat.

Mengapa LG Rollable masih relevan dibahas

Pasar smartphone saat ini sedang mencari bentuk inovasi yang terasa baru, tetapi tetap praktis dipakai harian. LG Rollable memperlihatkan bahwa jalur inovasi tidak harus selalu melalui desain lipat seperti buku atau clamshell.

Jika produk ini sempat meluncur, pasar mungkin memiliki satu kategori tambahan untuk dipilih. Bagi konsumen yang menginginkan layar besar tanpa harus membawa perangkat setebal foldable, konsep seperti LG Rollable masih terlihat menarik bahkan hingga sekarang.

Source: www.androidcentral.com

Berita Terkait

Back to top button