
Bigme kembali menarik perhatian pasar smartphone niche lewat teaser HiBreak Dual, sebuah ponsel Android yang memadukan layar E Ink warna dan panel LCD dalam satu perangkat. Perusahaan asal Tiongkok itu menyebutnya sebagai “smartphone E Ink layar ganda pertama di dunia”, meski detail teknis lengkapnya belum dibuka ke publik.
Perangkat ini muncul sebagai kelanjutan dari lini HiBreak yang selama ini dikenal menjalankan Android dengan akses penuh ke Google Play Store, sehingga pengguna tetap bisa memakai aplikasi Android seperti di ponsel biasa. Bedanya, Bigme mengandalkan panel E Ink yang lebih ramah mata dan berpotensi jauh lebih hemat daya untuk aktivitas seperti membaca, meninjau dokumen, atau melihat notifikasi.
Apa yang ditampilkan Bigme
Teaser di situs resmi Bigme hanya memberi petunjuk dasar tentang kehadiran HiBreak Dual dan mengarahkan calon pengguna untuk memasukkan alamat email agar mendapat informasi lanjutan. Ini menunjukkan bahwa pengungkapan spesifikasi penuh masih akan dilakukan bertahap dalam beberapa hari ke depan.
Dari informasi yang sudah tersedia, perangkat ini akan membawa pendekatan layar ganda yang tidak biasa untuk kelas smartphone modern. Bigme menempatkan warna E Ink dan LCD dalam satu desain yang diklaim tetap terlihat elegan dan menyerupai ponsel pada umumnya.
Mengapa konsep ini menarik
E Ink lama dipandang sebagai teknologi yang cocok untuk e-reader, bukan ponsel utama, karena kecepatan refresh yang terbatas dan reproduksi warna yang masih tertinggal dari LCD atau OLED. Namun, kombinasi dua layar bisa mengubah posisi itu, terutama jika satu panel dipakai untuk konten statis dan panel lain untuk kebutuhan visual yang lebih cepat.
Menurut Android Central, pendekatan seperti ini bisa menjadi “titik balik besar” untuk ponsel E Ink karena memberi manfaat ganda: baterai lebih awet dan tampilan lebih nyaman di mata. Perangkat seperti ini juga berpotensi mengurangi kelelahan mata bagi pengguna yang sering membaca dalam waktu lama.
Latar belakang Bigme di pasar E Ink
Bigme bukan pemain baru di segmen ini. Perusahaan tersebut dikenal lewat perangkat e-reader dan ponsel E Ink berbasis Android yang sering mendorong batas teknis format layar tersebut.
Salah satu contoh terbarunya adalah Bigme HiBreak Pro Color, yang disebut memiliki refresh rate 42Hz. Angka itu membuatnya menjadi layar E Ink tercepat di pasar konsumen saat ini menurut laporan Android Central, meski tetap belum bisa menyamai kualitas warna dan kontras LCD atau OLED.
Kenapa klaim “pertama di dunia” perlu dicermati
Bigme menyebut HiBreak Dual sebagai “world’s first dual screen E Ink smartphone”. Klaim ini menarik, tetapi tetap perlu dilihat lagi saat spesifikasi resmi keluar karena industri sudah beberapa kali melihat konsep ponsel layar ganda sebelumnya.
Berikut perbandingan sederhana konteksnya:
| Perangkat/konsep | Pendekatan layar | Catatan |
|---|---|---|
| Bigme HiBreak Dual | E Ink warna + LCD | Masih teaser, detail belum lengkap |
| YotaPhone | Layar E Ink di belakang | Salah satu konsep dual-screen paling dikenal |
| Xiaomi 17 Pro | Layar kedua di belakang | Berbeda karena bukan E Ink |
Android Central juga menduga Bigme mungkin memakai LCD transparan di atas panel E Ink warna, dengan satu sistem pencahayaan untuk keduanya. Namun, itu masih sebatas perkiraan karena Bigme belum menjelaskan desain internal perangkat tersebut.
Apa yang bisa diharapkan dari spesifikasinya
Bigme selama ini sering menempatkan perangkatnya di kelas menengah bawah, dengan prosesor sederhana dan kamera yang fungsional, bukan fokus pada performa tinggi. Karena itu, ada kemungkinan HiBreak Dual tetap mengutamakan efisiensi dan pengalaman baca, bukan tenaga mentah seperti flagship.
Jika Bigme mempertahankan strategi itu, HiBreak Dual bisa diposisikan sebagai ponsel khusus untuk pengguna yang ingin layar nyaman, pengalaman Android penuh, dan daya tahan baterai yang lebih baik. Kombinasi tersebut akan menarik bagi pembaca buku digital, pekerja lapangan, atau pengguna yang ingin mengurangi waktu menatap layar terang pada malam hari.
Dalam beberapa hari ke depan, Bigme disebut akan membuka informasi tambahan tentang HiBreak Dual. Detail seperti ukuran layar, chipset, kapasitas baterai, dan harga akan sangat menentukan apakah ponsel ini benar-benar bisa menjadi E Ink phone yang selama ini dinanti, atau hanya sekadar konsep menarik yang kembali menguji batas teknologi layar elektronik.









