
KompasTekno bersama Samsung Indonesia menggelar Creator Lab bertema “Concert Mode with Galaxy S26 Ultra” di Jakarta untuk memperlihatkan kemampuan kamera dan video pada Galaxy S26 Ultra dalam situasi konser. Kegiatan ini menyasar kebutuhan kreator konten yang sering menghadapi tantangan cahaya rendah, gerakan cepat, dan jarak pengambilan gambar yang jauh saat merekam penampilan musisi.
Workshop itu menempatkan Galaxy S26 Ultra sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan spesifikasi flagship, tetapi juga pengalaman penggunaan nyata di lapangan. Peserta diajak mencoba langsung fitur-fitur yang mendukung perekaman konser agar hasil foto dan video tetap stabil, terang, dan layak dibagikan di media sosial.
Fokus pada kebutuhan kreator konten konser
Acara Creator Lab ini dipandu oleh dua jurnalis KompasTekno, Galuh Putri dan Caroline Saskia. Keduanya sudah lebih dari tiga tahun meliput dan mendokumentasikan konser musisi nasional maupun internasional menggunakan ponsel Samsung.
Pengalaman itu membuat sesi pelatihan terasa relevan bagi peserta yang ingin menghasilkan fancam berkualitas. Galuh dan Caroline membagikan cara memotret dan merekam video agar hasil tetap jernih, tajam, dan tidak mudah goyang meski dilakukan di tengah keramaian.
Samsung juga menempatkan acara ini sebagai bagian dari strategi untuk menunjukkan bahwa smartphone flagship kini punya peran lebih luas. Ponsel tidak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga perangkat produksi konten yang bisa dipakai dalam kondisi dinamis seperti konser.
Tiga fitur yang disorot Samsung
MX Flagship Category Management Lead at Samsung Electronics, Ilham Indrawan, menjelaskan ada tiga aspek penting yang diperhatikan Samsung pada Galaxy S26 Ultra untuk mendukung aktivitas konser. Tiga aspek itu adalah performa, kamera, dan Galaxy AI.
Berikut ringkasan tiga fitur atau aspek utama yang disorot dalam workshop tersebut:
- Performa yang cepat agar ponsel tidak lemot saat dipakai merekam.
- Kamera yang mampu menghasilkan konten tajam dan tetap mudah dioperasikan.
- Galaxy AI untuk membantu menyempurnakan hasil konten.
Ilham menegaskan bahwa flagship kelas atas harus bekerja cepat agar pengguna bisa fokus pada pengambilan gambar. Ia juga menekankan bahwa kamera harus menghasilkan konten yang sesuai keinginan pengguna, dengan hasil yang tajam dan efisien.
Nightography dan horizontal lock jadi perhatian
Salah satu fitur yang dicoba langsung peserta adalah Nightography, yang membantu menghasilkan foto lebih terang dan detail di lingkungan gelap seperti panggung konser. Fitur ini menjadi relevan karena konser sering berlangsung dengan pencahayaan minim dan efek lampu yang berubah-ubah.
Selain itu, peserta juga menjajal horizontal lock yang berfungsi menjaga stabilitas dan orientasi video tetap sejajar saat merekam. Fitur ini berguna ketika pengguna harus bergerak mengikuti suasana konser atau terdesak oleh keramaian penonton.
Dalam praktik sehari-hari, stabilitas video menjadi salah satu faktor paling penting untuk dokumentasi konser. Video yang miring atau goyang bisa mengurangi kualitas tayangan, meski subjek yang direkam tampil menarik.
Poin penting bagi pengguna yang ingin merekam konser
Samsung dan KompasTekno melalui Creator Lab ingin menekankan bahwa hasil konten yang bagus tidak hanya bergantung pada keberuntungan. Pengguna tetap perlu memahami fitur ponsel, membaca kondisi cahaya, dan memilih angle yang tepat saat merekam pertunjukan langsung.
Ada beberapa hal yang menjadi perhatian saat merekam konser dengan ponsel flagship seperti Galaxy S26 Ultra:
- Pilih mode kamera yang sesuai dengan kondisi cahaya panggung.
- Gunakan fitur stabilisasi untuk menjaga video tidak goyang.
- Manfaatkan kemampuan zoom dengan tetap menjaga detail gambar.
- Perhatikan posisi berdiri agar hasil tangkapan lebih bersih dan tidak tertutup penonton lain.
Pendekatan berbasis pengalaman langsung seperti ini juga memperlihatkan cara Samsung mendorong penggunaan nyata pada perangkat premiumnya. Alih-alih hanya menampilkan spesifikasi di atas kertas, acara ini memberi ruang bagi peserta untuk melihat bagaimana fitur kamera dan AI bekerja dalam kondisi nyata yang sering dihadapi kreator konten konser.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: tekno.kompas.com








